- Wabup Umi Laila Hadiri Halal Bihalal dan Dialog Interaktif PCNU
- Bupati Pimpin Upacara HUT ke-27 Lampung Timur
- Plt. Bupati Hadiri Malam Penganugerahan Jaga Desa Award 2026 di Jakarta
- Wakil Bupati Buka Muscab IDI Kabupaten Lampung Utara
- Bupati Lampung Barat Hadiri ABPEDNAS Jaga Desa Award 2026
- Wabup Mad Hasnurin Apresiasi 80 Tahun Pengabdian dan Peran Muslimat NU
- Sinergi Membangun Negeri, Wakil Bupati Irawan Topani Hadiri Halal Bihalal PMPBKL di Bekasi
- Pemkab Tanggamus Tuntaskan Perbaikan Jalan Pasar Talang Padang
- Gubernur Mirza Tekankan Peran UMKM dalam Pertumbuhan Ekonomi Daerah
- PKU Akbar jadi Momentum Penguatan Daya Saing UMKM Lampung
Pemprov Lampung Perkuat Langkah Nyata Jaga Stabilitas Harga Pangan

BANDAR LAMPUNG, MFH,-- Staf Ahli Gubernur
bidang Ekonomi, Keuangan dan Pembangunan (Ekubang), Bani Ispriyanto, mengikuti
Rakor Pengendalian Inflasi Daerah secara daring, di Ruang Command Center Dinas
Kominfotik Provinsi Lampung, Senin (20/4/2026).
Sekjen Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri),
Tomsi Tohir, memberikan arahan tegas kepada seluruh jajaran pemerintah pusat
dan daerah mengenai pentingnya keseriusan dalam mengendalikan inflasi.
Tomsi menekankan agar pemerintah
daerah tidak menganggap remeh fluktuasi harga bahan pangan. Menurutnya,
terdapat 227 juta penduduk Indonesia yang masuk dalam kategori rentan terhadap
kenaikan harga pangan, sehingga setiap kenaikan, sekecil apa pun, akan sangat
berdampak pada kesejahteraan mereka.
Baca Lainnya :
- Semangat Hari Kartini 2026, Pemprov Lampung Dorong Perempuan Jadi Motor Pembangunan0
- Pemprov Lampung–Kodam XXI/Raden Intan Tingkatkan Kapasitas Bersama di Bidang Komunikasi Publik0
- Lampung Siapkan Atlet Domino ke Nasional Lewat Kejurprov ORADO 20260
- Sekdaprov Marindo Kurniawan Buka Kejuaraan Pencak Silat Gubernur Cup I Tahun 20260
- Wagub Jihan Nurlela Terima Kunjungan Organisasi Lingkungan Internasional EDF0
"Saya ingin menjelaskan lagi
ya bahwa masyarakat kita yang sangat miskin, miskin, rentan miskin, dan miskin
menuju sedang, itu jumlahnya 227 juta orang. Yang sangat terpengaruh dengan
harga bahan makanan, kenaikan sedikit-sedikit ini," tegas Tomsi dalam
arahannya.
Tomsi Tobir menginstruksikan kepada
pemerintah daerah untuk lebih proaktif dan tidak sekadar memantau harga secara
administratif. Ia meminta para pejabat terkait untuk turun langsung ke lapangan
guna memastikan stabilitas harga di pasar.
Dalam rapat tersebut, Sekjen
Kemendagri juga menyoroti perlunya empati dari para pejabat. Ia mengingatkan
bahwa kondisi pangan di rumah pribadi pejabat tidak bisa dijadikan indikator
kestabilan ekonomi nasional.
"Jangan karena di rumah kita
nasi oke, makanan oke, terus kita tidak merasakan itu. (Harus) berpikir keras,
berusaha keras, evaluasi keras, itu yang saya harapkan. Saya minta penekanan
ini bisa disadari dengan sepenuh hati," tutup Tomsi.
Sementara itu, Badan Pusat Statistik (BPS)
mengungkapkan bahwa inflasi pada periode pasca lebaran cenderung lebih rendah
dibandingkan inflasi saat periode lebaran.
Meskipun tren menunjukkan penurunan, Deputi
Bidang Distribusi dan Jasa BPS Ateng Hartono menegaskan perlunya kewaspadaan
terhadap komoditas volatile food, terutama pada kelompok makanan, minuman, dan
tembakau yang secara historis kerap menyumbang inflasi pasca lebaran.
"Kalau kita cermati 4 tahun
kondisi pasca lebaran ini, hampir seluruhnya berada di bawah inflasi yang
kondisi lebaran, cenderung lebih rendah," ujar Ateng Hartono.
Ia memaparkan bahwa komoditas
seperti bawang merah, cabai merah, telur ayam ras, dan bawang putih menjadi
penyumbang inflasi utama selama periode ini. Di sisi lain, daging ayam ras
justru sering menjadi komoditas penyumbang deflasi.
Terkait Indeks Perkembangan Harga
(IPH) hingga minggu ketiga April 2026, Ateng mengapresiasi upaya pemerintah
daerah dalam menekan laju inflasi. Tercatat sebanyak 15 provinsi mengalami
kenaikan IPH dan 23 provinsi mengalami penurunan dibandingkan bulan sebelumnya.
[MFH/Dinas Kominfotik Provinsi Lampung]











3.jpg)