- Lomba Video Konten Literasi 2026 Dorong Kreativitas Generasi Muda Pesawaran
- Pemkab Lampung Timur Bahas Masterplan Integrated Area Development
- Pemkot Metro Lantik 34 Pejabat, Dorong ASN Adaptif dan Inovatif
- Metro Perkuat Transformasi Pendidikan, 33 SMP Tampilkan Kreativitas dan Inovasi Pembelajaran
- Plt Bupati Lampung Tengah Sidak RSUD Demang Sepulau Raya
- Pesona Wastra Tapis dan Sinjang Pugung Krui Curi Perhatian di Panggung Kriya Nusa 2026
- Pemkab Pesisir Barat Perkuat Akurasi Data Iuran Jaminan Kesehatan
- Diduga Peras Perangkat Desa, Dua Oknum Wartawan di Amankan Polsek Tanjung Bintang
- Pemprov Lampung Perkuat Infrastruktur Jalan, Tekan Biaya Logistik dan Buka Akses
- Bhabinkamtibmas Polsek Pugung Gotong Royong Bersama Warga
Lomba Video Konten Literasi 2026 Dorong Kreativitas Generasi Muda Pesawaran

PESAWARAN, MFH,-- Dinas Perpustakaan dan
Kearsipan Kabupaten Pesawaran mendorong generasi muda untuk memanfaatkan media
digital sebagai ruang kreatif dalam menyebarluaskan pesan-pesan literasi. Hal
tersebut diwujudkan melalui Lomba Video Konten Literasi Tahun 2026 yang diikuti
putra-putri dari 11 kecamatan se-Kabupaten Pesawaran.
Pengumuman sekaligus penyerahan penghargaan
kepada para pemenang berlangsung di Aula Perpustakaan Daerah Pesawaran, Senin
(28/9/2026). Mengusung tema “Meningkatkan Kreativitas dan Kompetensi dalam
Menghasilkan Konten Literasi yang Informatif, Edukatif, dan Inspiratif”,
kegiatan ini menjadi wadah bagi peserta untuk menuangkan ide kreatif sekaligus
mengembangkan kemampuan dalam memproduksi konten yang memiliki nilai edukasi.
Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan
Kabupaten Pesawaran Maisuri, S.E., M.M., mengatakan perkembangan teknologi
digital telah mengubah cara masyarakat memperoleh dan menyampaikan informasi.
Karena itu, literasi tidak lagi hanya berkaitan dengan kemampuan membaca dan
menulis, tetapi juga kemampuan memahami, mengolah, dan menyampaikan informasi
secara kritis dan kreatif.
Baca Lainnya :
- Pemkab Pesawaran Studi Komparasi ke Pemkab Gunung Kidul0
- Bupati Terima Penghargaan Nasional Desa Sidodadi Sebagai Desa Cantik Terbaik 20260
- Desa Sidodadi Teluk Pandan Wakili Pesawaran Masuk 12 Besar Desa Cantik Terbaik Nasional 20260
- ITERA dan BPBD Pesawaran Kolaborasi Susun Kajian Risiko Bencana Tahun 2026–20300
- Pemkab Pesawaran Jajaki Kerja Sama Replikasi SISGITA Bersama Pemkot Tangsel0
“Di era digital ini, kreativitas menjadi kunci
dalam menyampaikan pesan positif kepada masyarakat. Melalui media sosial dan
konten video, pesan-pesan literasi dapat dikemas secara menarik, segar, dan
mudah diterima oleh berbagai kalangan, terutama generasi muda,” ujar Maisuri.
Ia berharap lomba tersebut tidak berhenti
sebagai ajang kompetisi, tetapi dapat menjadi ruang berkelanjutan bagi peserta
untuk terus menghasilkan karya yang mengedukasi dan mendorong masyarakat
semakin gemar membaca.
“Kepada para juara, saya ucapkan selamat.
Teruslah memproduksi konten yang mengedukasi. Bagi yang belum meraih juara,
jangan patah arang. Jadikan ajang ini sebagai batu loncatan untuk menghasilkan
karya yang lebih baik lagi,” katanya.
Dalam proses penilaian, seluruh karya peserta
dinilai oleh dewan juri yang terdiri atas Dosen Ilmu Komunikasi FISIP
Universitas Lampung Eka Yuda Gunawibawa, S.I.Kom., M.Med.Kom., Kepala Tim
Kreatif PT Lampung Geh Helau Yogiez Seprinanda Zain, serta Bunda Literasi
Kabupaten Pesawaran Cindy Aria Anton, S.E., M.M.
Dari hasil penilaian tersebut, ditetapkan tujuh
finalis terbaik yang masing-masing memperoleh uang pembinaan sebesar Rp1 juta,
piala, dan sertifikat. Sementara itu, tiga peserta dengan nilai tertinggi diraih
Reza Dika Fahlevi dari Kecamatan Gedong Tataan dengan nilai 94 dan berhak
memperoleh hadiah Rp5 juta. Posisi kedua diraih Azura Faradzila, juga dari
Kecamatan Gedong Tataan, dengan nilai 93 dan memperoleh hadiah Rp4 juta.
Sementara juara ketiga diraih Andri Sofyan dari Kecamatan Marga Punduh dengan
nilai 91,5 dan memperoleh hadiah Rp3 juta.
Bunda Literasi Kabupaten Pesawaran, Cindy Aria
Anton, S.E., M.M., yang juga menjadi bagian dari dewan juri, mengapresiasi
antusiasme peserta serta kualitas karya yang dihasilkan dalam lomba tersebut.
Menurutnya, proses penilaian tidak mudah karena setiap karya memiliki keunikan,
kekuatan pesan, dan kreativitas masing-masing.
“Kami melihat karya-karya video yang luar
biasa. Setiap konten memiliki keunikan, ketajaman pesan, dan orisinalitas yang
patut diapresiasi. Bagi saya, semua peserta yang telah berani berkarya dan
mengirimkan video dalam lomba ini adalah pemenang literasi yang sesungguhnya,”
ujar Cindy.
Ia juga mendorong para peserta, baik yang
meraih juara maupun yang belum berhasil, untuk terus mengembangkan kemampuan
dan konsisten menghasilkan konten yang memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Kepada anak-anakku yang meraih juara, selamat
dan terus asah kemampuan untuk menjadi influencer literasi yang konsisten
menyebarkan konten edukatif. Bagi yang belum berkesempatan membawa pulang
piala, jangan berkecil hati. Proses kreatif yang telah dilalui merupakan bekal
berharga untuk menghasilkan karya-karya yang lebih baik,” katanya.
Cindy menambahkan, penguatan budaya literasi
membutuhkan kolaborasi dan keterlibatan berbagai pihak, termasuk generasi muda
yang saat ini memiliki ruang luas untuk menyampaikan pesan positif melalui
platform digital.
“Mari kita bergandengan tangan, Andan Jejama,
untuk terus menumbuhkan minat baca dan meningkatkan indeks literasi demi
mewujudkan masyarakat Kabupaten Pesawaran yang Cerdas, Aman, Kreatif, Efektif,
dan Produktif,” pungkasnya. [MFH/Diskominfotiksan]











