- Kabel Wifi Semrawut di Candipuro dan Sidomulyo, Warga Sesalkan Adanya Korban Luka
- Gubernur Kukuhkan Dewan Pendidikan Lampung 2025–2030
- Musrenbang 2026 jadi Momentum Perkuat Ekonomi Rakyat dan Pemerataan Pembangunan Lampung
- Inflasi Terkendali, Pemprov Lampung Perkuat Sinergi Pusat-Daerah dan Program Perumahan
- Babak Final UMKM Award Kategori Pemula 2026 Digelar, Ajang Lahirkan Wirausaha Muda Lampung Timur
- Wabup Lambar Hadiri Pengajian Akbar dan Zikir Manakib Pondok Pesantren Daruth Tholibin
- Muscab PKB Perkuat Konsolidasi Politik dan Sinergi Pembangunan Daerah
- Bupati Lampura Hadiri Rapat Koordinasi Pengelolaan Sampah di Kantor Gubernur
- Bupati Dedi Irawan Tutup Turnamen Pelita Jaya Cup Ke-XIV Tahun 2026 di Pesisir Barat
- Wagub Jihan Nurlela Pimpin Apel di RSUD Bandar Negara Husada
Sat Lantas Polres Tanggamus Identifikasi Kecelakaan Angdes Terjun ke Sungai

TANGGAMUS, MFH,-- Satuan Lalu
Lintas Polres Tanggamus melakukan identifikasi terhadap kecelakaan lalu lintas
tunggal yang melibatkan kendaraan angkutan pedesaan (angdes) terjun ke sungai
di Jembatan Gantung Pekon Banjar Agung Ilir, Kecamatan Pugung, Kabupaten Tanggamus.
Kasat Lantas Polres Tanggamus AKP
Rudi Khisbiyantoro, S.Pd., M.H., mengatakan hasil identifikasi diketahui bahwa
kecelakaan melibatkan minibus Suzuki Carry angkutan pedesaan bernomor polisi BE
1058 UU yang mengangkut 17 orang penumpang tersebut merupakan laka lantas
tunggal atau out of control.
"Peristiwa tersebut terjadi
pada Senin, 9 Februari 2026, sekitar pukul 17.30 WIB," kata AKP Rudi
mewakili Kapolres Tanggamus AKBP Rahmad Sujatmiko, S.I.K., M.H., Selasa 10
Februari 2026.
Baca Lainnya :
- Diikuti 3 Polres, Bidkum Polda Lampung Gelar Sosialisasi Hukum di Mapolres Tanggamus0
- Operasi Keselamatan Krakatau 2026, Polres Tanggamus Catat 950 Penindakan dan Nol Kecelakaan0
- Polsek Pulau Panggung dan Inafis Polres Tanggamus Identifikasi Temuan Mayat di Gunung Meraksa0
- Satgas Pangan Polres Tanggamus Bersama Bapanas Lakukan Saber Harga Sembako 0
- Dibantu Warga, Polsek Limau Amankan Tiga Pemuda Terduga Pelaku Pencurian 11 Tabung Gas LPG 0
Kasat mengungkapkan, akibat
kejadian tersebut, sejumlah penumpang mengalami luka-luka diantaranya Tumiyem,
71 tahun, mengalami luka memar di bagian dada serta luka lecet pada siku tangan
kiri dan menjalani perawatan di RS Surya Asih Pringsewu. Sutiyah, 60 tahun,
mengalami patah tulang bahu sebelah kanan dan dirujuk ke RS Urip Sumoharjo
Bandar Lampung.
Selain itu, Naimatul Khusnia, 13
tahun, mengalami patah tulang bahu sebelah kiri, luka lecet pada jari kaki
kiri, serta nyeri di bagian pinggang dan saat ini dirawat di RS Mitra Husada.
Sementara penumpang lainnya yakni
Mutiah (45), Ngatijem (53), Rustiana (45), Misnah (40), Watini (45), Intan
(60), Ratna (37), Yani (36) bersama satu balita, Yunita (30), Susilawati (35),
Ani Mailani (40), Ernawati (43), serta dua balita bernama Tania (3,5) dan
Arasya (2), dilaporkan mengalami luka ringan.
“Tidak ada korban meninggal dunia
dan seluruh korban telah mendapatkan penanganan medis. Kerugian Rp5 juta. Untuk
korban luka ringan, telah kembali ke rumah masing-masing setelah mendapat perawatan
medis," ungkapnya.
AKP Rudi menjelaskan, berdasarkan
hasil olah tempat kejadian perkara, kecelakaan diduga dipicu oleh patahnya besi
penahan seling jembatan gantung.
Kondisi tersebut menyebabkan seling
baja kendur dan jembatan miring ke satu sisi saat dilintasi kendaraan, sehingga
kendaraan kehilangan keseimbangan dan terjun ke sungai.
"Dugaan sementara, kerusakan
seling dipengaruhi faktor usia jembatan serta beban muatan kendaraan yang tidak
sesuai dengan standar kekuatan jembatan gantung," jelasnya.
AKP Rudi membeberkan, kronologi
bermula saat kendaraan Suzuki Carry BE 1058 UU yang dikemudikan Asadin, 45
tahun, warga Pekon Way Jaha, Kecamatan Pugung, usai menghadiri resepsi
pernikahan di wilayah Gisting.
Kendaraan tersebut hendak kembali menuju
Dusun Jati Agung, Pekon Banjar Agung Ilir, Kecamatan Pugung. Saat melintas di
Jembatan Gantung Pekon Banjar Agung Ilir, kendaraan melaju perlahan karena
kondisi jembatan yang sempit.
"Ketika kendaraan hampir
sampai di penghujung jembatan, besi penahan seling sisi kiri tiba-tiba patah,
menyebabkan jembatan miring dan kendaraan kehilangan keseimbangan hingga terjun
ke sungai dengan kedalaman sekitar 10 meter," bebernya.
Kasat menambahkan, saat ini,
pihaknya juga telah berkoordinasi dengan pihak terkait dan Dinas Pekerjaan Umum
Kabupaten Tanggamus.
"Koordinasi tersebut guna
menindaklanjuti kondisi jembatan gantung yang mengalami kerusakan, serta
melakukan penyelidikan lanjutan untuk memastikan penyebab kecelakaan secara
menyeluruh," imbuhnya.
AKP Rudi juga mengimbau kepada
masyarakat, khususnya pengemudi kendaraan angkutan pedesaan, agar selalu
mengutamakan keselamatan dalam berkendara.
Ia mengingatkan pengemudi untuk
memastikan kondisi kendaraan dan memperhatikan daya angkut, serta tidak memaksakan
melintas pada jembatan atau jalan yang tidak sesuai dengan peruntukan muatan.
“Kami mengimbau pengendara agar
lebih berhati-hati, mematuhi aturan lalu lintas, dan mengutamakan keselamatan
diri sendiri maupun penumpang, terutama saat melintas di jembatan gantung atau
akses jalan yang kondisinya terbatas,” tandasnya. [MFH/Din/rils]











3.jpg)