- HUT ke-81 PMI, Purnama Wulan Sari Mirza Perkuat Gerakan Kemanusiaan di Lampung
- Pemprov Lampung Raih Peringkat I TPID Kinerja Terbaik Wilayah Sumatera
- Pertumbuhan Ekonomi Pringsewu di Atas Provinsi Lampung dan Nasional
- Desa Sidodadi Teluk Pandan Wakili Pesawaran Masuk 12 Besar Desa Cantik Terbaik Nasional 2026
- Ketua TP-PKK Provinsi Lampung Canangkan Desa Tapis di Ganjar Asri
- Jawab Kritik DPRD, Wali Kota Metro Ungkap Alasan Pinjaman Rp20 Miliar dan Penurunan Bansos
- Pemkab Ikuti Rakornas Pengendalian Inflasi dan P2DD Secara Daring
- Hadiri Pengajian Akbar KBNU Bekri, Plt Bupati Ajak Masyarakat Perkuat Ukhuwah dan Kerukunan
- TNI AU Gelar Latihan Evakuasi Medis Udara di Pesisir Barat
- Gerakan Seniman Masuk Sekolah Angkat Budaya Lokal Pesisir Barat
Gerakan Seniman Masuk Sekolah Angkat Budaya Lokal Pesisir Barat
Tujuh Karya Seni Tampil Memukau di Gelar Karya GSMS 2026

PESISIR BARAT, MFH,-- Kreativitas pelajar dalam
mengenal dan melestarikan budaya daerah mendapat ruang melalui Pentas Budaya
dan Gelar Karya Gerakan Seniman Masuk Sekolah (GSMS) Tahun 2026 di Kabupaten
Pesisir Barat.
Sebanyak tujuh karya seni hasil pembelajaran para
pelajar ditampilkan dalam kegiatan tersebut, mulai dari seni tari, musik
tradisional, seni pertunjukan, kaligrafi Aksara Lampung, hingga karya literasi
yang mengangkat budaya dan kearifan lokal Pesisir Barat.
Mewakili Bupati Pesisir Barat Dedi Irawan, Staf
Ahli Bupati Bidang Pembangunan, Ekonomi dan Keuangan, Sri Agustini, S.K.M.,
M.Kes., secara resmi membuka kegiatan tersebut.
Baca Lainnya :
- Rapat Paripurna DPRD Pesisir Barat Bahas Raperda Perubahan APBD TA 20260
- Pemkab Pesisir Barat Gelar Simulasi Penanganan Pasien Darurat Lewat Udara 0
- Bupati Pesisir Barat Tanda Tangani Kerja Sama Nasional di Tangsel0
- Dekranasda, PKK dan Posyandu Pesisir Barat Diperkuat, Program akan Makin Terarah0
- Evakuasi Medis Jalur Udara, Dinkes-BPBD-TNI AU Mulai Uji Kesiapan0
Kegiatan yang mengusung tema “Ngehurekko Seni
Di Sekula, Ngelestariko Budaya Pakai Kham” ini merupakan hasil kolaborasi
antara Kementerian Kebudayaan RI, Balai Pelestarian Kebudayaan, dan Pemerintah
Kabupaten Pesisir Barat melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan.
Dalam sambutan Bupati Pesisir Barat yang
dibacakan Sri Agustini, disampaikan bahwa GSMS merupakan program strategis dalam
membentuk generasi muda yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga
memiliki karakter, kreativitas, serta kecintaan terhadap budaya daerah.
“Sekolah bukan hanya tempat memperoleh
pengetahuan, tetapi ruang membentuk kepribadian. Melalui seni, anak belajar
disiplin, kerja sama, keberanian tampil, dan mencintai budaya sendiri,” ujar
Staf Ahli Sri Agustini.
Pemerintah Kabupaten Pesisir Barat berkomitmen
memperkuat pelaksanaan GSMS secara berkelanjutan melalui kolaborasi antara
seniman, budayawan, sekolah, dan komunitas.
Kolaborasi tersebut diharapkan dapat memberikan
ruang yang lebih luas bagi pelajar untuk mengenal seni dan budaya secara
langsung, sekaligus mendorong tumbuhnya generasi muda yang mampu menjaga dan
meneruskan warisan budaya daerah.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Perwakilan
Kementerian Kebudayaan RI Benekdita Andrea Nugrayanti, Kepala Balai Pelestarian
Kebudayaan Kuswanto, S.S., M.Hum., para Kepala OPD, Ketua TP-PKK Pesisir Barat
Dian Hardiyanti, S.ST., M.M., Ketua DWP Eliza Wati Tedi Zadmiko, S.Sos., Ketua
MKKS SMP, Ketua K3S SD, guru pendamping, serta ratusan siswa peserta.
GSMS Pesisir Barat tahun ini melibatkan tujuh
seniman yang mengajar selama tiga bulan di tujuh sekolah. Dari proses
pembelajaran tersebut, para pelajar menghasilkan berbagai karya seni yang
kemudian dipentaskan dan dipamerkan dalam Gelar Karya.
Ahmad
Susantri, S.Sn.
Mengajar di SDN 10 Krui dengan karya “Tari Mandi Lawok”, yaitu tarian tradisi
masyarakat pesisir.
Andesba,
S.Si.
Mengajar di SMPN 22 Krui dengan karya “The Greatest of Sai Batin Kakiceghan”,
berupa karya tari kontemporer berbasis sejarah Saibatin.
Eli
Darmawanti, S.Sos.
Mengajar di SMPN 12 Krui dengan melibatkan 15 siswa. Karya yang dihasilkan
berjudul “Jejak Kata di Negeri Para Sai Batin dan Ulama”, berupa buku kumpulan
30 cerita pendek karya siswa yang mengangkat budaya dan kearifan lokal Pesisir
Barat.
Ricad
Sambera, S.Sn.
Mengajar di SDN 49 Krui dengan karya “Khiuh Sanak Tandang” berdurasi 7 menit 30
detik. Karya tersebut merupakan komposisi musik tradisional yang terinspirasi
dari aktivitas anak-anak Pekon Negeri Ratu Tenumbang saat musim durian, dengan
memadukan alat dan pukulan tradisi Lampung.
Riki
Saputra, S.Pd.
Mengajar di SMPN 7 Krui dengan karya “Ngelemang”, berupa seni pertunjukan
tradisi memasak lemang.
Jesika
Wulandari, S.Pd.
Mengajar di SDN 38 Krui dengan melibatkan 17 siswa. Karya yang dihasilkan
berupa kaligrafi Aksara Lampung dan pidato Bahasa Lampung dengan tema
“Kebudayaan di Lampung”. Sebanyak 17 karya kaligrafi ditampilkan dengan
menggambarkan adat dan budaya Lampung.
Novi
Wijaya, A.Md.Pt.
Mengajar di SMPN 1 Krui dengan karya “Nanjakh Bubu”, yaitu tari tradisi yang
menggambarkan aktivitas menangkap ikan menggunakan bubu.
Seluruh karya tersebut dipentaskan dan dipamerkan
dalam Gelar Karya GSMS Pesisir Barat, menampilkan hasil nyata proses
pembelajaran seni selama tiga bulan di sekolah.
Kegiatan ini sekaligus
menjadi ruang bagi para pelajar untuk menunjukkan kreativitas mereka, mengenal
lebih dekat seni dan budaya daerah, serta turut menjaga keberlanjutan warisan
budaya Bumi Para Sai Batin dan Ulama. [MFH/ Diskominfotiksan]











