- PUPR Ikuti Rakor dan Site Visit Monitoring Progres Pembangunan Ruas Jalan
- Pemkab Lampung Timur Dukung Survei Seismik 2D Gerbera
- Dari Sawah Yosomulyo, Sespimti Polri dan Kejaksaan Dorong Ketahanan Pangan
- Pj. Sekda Sulpakar Ajak Masyarakat dan OPD Membangun Lamteng
- Pengkab Lamteng Apresiasi Pengabdian AKBP Charles dan Sambut AKBP Zaldy
- Masuki Oktober, Bupati Tanggamus Minta Jajaran Siaga Bencana
- HUT ke-81 TNI, Polres Tanggamus Berikan Tumpeng ke Kodim 0424
- Pemprov Dorong Penguatan Kepemimpinan dan Keterwakilan Perempuan dalam Politik
- Pemprov Lampung Lantik Dua Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama
- Pemprov Dorong ITERA jadi Pusat Ivovasi Pembangunan Daerah
Masuki Oktober, Bupati Tanggamus Minta Jajaran Siaga Bencana

TANGGAMUS, MFH,-- Memasuki bulan Oktober,
Pemerintah Kabupaten Tanggamus meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi
bencana hidrometeorologi, mulai dari banjir, banjir bandang, tanah longsor
hingga kebakaran hutan dan lahan (Karhutla).
Pesan tersebut disampaikan Bupati Tanggamus
Drs. H. Moh. Saleh Asnawi, M.A., M.H., dalam amanat Apel Senin pagi yang
dibacakan Sekretaris Daerah (Sekda) Tanggamus Ir. Suaidi, M.M., selaku
inspektur upacara di Lapangan Kabupaten Tanggamus, Senin (5/10/2026).
Dalam amanatnya, Bupati mengingatkan bahwa
berdasarkan prakiraan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG),
peningkatan curah hujan di wilayah Tanggamus diperkirakan terjadi lebih cepat,
yakni memasuki Oktober.
Baca Lainnya :
- HUT ke-81 TNI, Polres Tanggamus Berikan Tumpeng ke Kodim 04240
- Pemkab Tanggamus dan PLN UP3 Pringsewu Perkuat Kerja Sama PBJT dan Penerangan Jalan Umum0
- Ground Breaking Relokasi Puskesmas Gisting Dimulai0
- Bupati Tinjau Sejumlah Ruas Jalan Kabupaten, Tegaskan Kualitas jadi Prioritas0
- Wakapolres Tanggamus Pimpin Upacara Pemakaman Aiptu Riduan Hadi0
Kondisi geografis Tanggamus yang memiliki
banyak wilayah perbukitan curam dan aliran anak sungai membuat sejumlah kawasan
memiliki potensi terhadap bencana banjir maupun longsor.
“Kondisi ini menuntut perhatian serius dan
kesiapsiagaan penuh dari kita semua,” tegas Bupati dalam amanatnya.
Bupati meminta seluruh OPD terkait dan para
camat yang tergabung dalam Tim Reaksi Cepat Multi Sektor meningkatkan
kesiapsiagaan personel, peralatan serta jalur komunikasi selama 24 jam.
Selain itu, camat, kepala pekon dan lurah
diminta aktif memberikan edukasi kepada masyarakat, terutama warga yang tinggal
di kawasan lereng perbukitan, bantaran sungai dan titik-titik rawan longsor.
Bupati juga mendorong gerakan gotong royong
membersihkan saluran air, drainase, aliran anak sungai dan lingkungan dari
sampah maupun material yang berpotensi menghambat aliran air.
Waspada
Karhutla
Tak hanya bencana akibat curah hujan tinggi,
Bupati juga mengingatkan jajaran pemerintah daerah untuk meningkatkan
kewaspadaan terhadap potensi kebakaran, termasuk Karhutla.
Dinas Pemadam Kebakaran diminta memastikan
kesiapan personel, kendaraan pemadam, peralatan, sumber air, komunikasi serta
sistem respons cepat.
“Jangan menunggu kebakaran menjadi besar baru
kita bergerak,” kata Bupati.
Menurutnya, kecepatan menerima laporan dan
melakukan penanganan awal sangat menentukan agar api tidak meluas dan
menimbulkan kerugian yang lebih besar.
Bupati juga menyoroti perkembangan titik panas
berdasarkan Sistem Pemantauan Kebakaran Hutan dan Lahan (SiPongi) Kementerian
Kehutanan. Berdasarkan pemantauan satelit di Provinsi Lampung pada 30 September
2026, tercatat 325 titik panas, dengan dua titik panas terdeteksi di Kabupaten
Tanggamus.
Namun, Bupati menegaskan bahwa keberadaan titik
panas atau hotspot tidak serta-merta berarti telah terjadi kebakaran.
“Titik panas atau hotspot tidak selalu berarti
telah terjadi kebakaran,” jelasnya.
Hotspot merupakan indikasi anomali panas yang
terdeteksi satelit sehingga tetap perlu ditindaklanjuti melalui pengecekan dan
verifikasi di lapangan.
Karena itu, jajaran Damkar, BPBD, Dinas
Lingkungan Hidup, pemerintah kecamatan dan pekon serta pihak terkait diminta
aktif memantau informasi SiPongi dan perkembangan cuaca dari BMKG.
Bupati juga mengingatkan masyarakat agar tidak
melakukan pembakaran sampah maupun membuka dan membersihkan lahan dengan cara
membakar, terutama ketika kondisi cuaca kembali panas dan kering.
“Turunnya hujan tidak boleh membuat kewaspadaan
kita menurun,” tegasnya.
Ia meminta seluruh jajaran pemerintah
menyampaikan pesan kewaspadaan tersebut kepada masyarakat dan segera melaporkan
apabila menemukan kebakaran lahan, kepulan asap atau aktivitas pembakaran yang
berpotensi tidak terkendali.
Menutup amanatnya, Bupati menyampaikan
apresiasi kepada jajaran Pemadam Kebakaran dan petugas lapangan yang selama ini
berada di garis depan dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.
“Tetap siaga, jaga keselamatan dalam bertugas,
tingkatkan kecepatan respons, dan perkuat koordinasi,” pesannya.
Bupati berharap
kesiapsiagaan pemerintah dan kepedulian masyarakat dapat menjadi kekuatan
bersama dalam menjaga Kabupaten Tanggamus dari berbagai potensi bencana, baik
banjir dan longsor maupun ancaman kebakaran dan Karhutla. [MFH/Din/rils]











