- Ngopi Kerukunan Satukan Pemerintah, Tokoh Agama dan Media Jaga Harmoni Bandar Lampung
- Senam Kerukunan Tandai Kick Off HUT Ke-81 RI Kemenag Bandar Lampung
- Pemprov Perkuat Kolaborasi untuk Perluas Kesempatan Penyandang Disabilitas
- Gubernur Resmikan RS Alamsyah Ratu Perwiranegara
- Pengurus LKKS Tanggamus Dilantik, Siap jadi Motor Penggerak Kepedulian Sosial
- Lepas 598 Peserta Jamnas XII, Gubernur Tekankan Penguatan Karakter dan Integritas Generasi Muda
- M. Ardhiansyah Resmi Pimpin Dinas Kominfotiksan Pesawaran
- Bupati Nanda Indira Lepas Kontingen Jambore Nasional XII Pesawaran
- Kontingen Pramuka Lamtim Siap Ukir Prestasi di Jambore Nasional XII 2026
- Dinas PUTR Metro Pertama Kali Dinilai Ombudsman
Menjaga Bara Cinta Tanah Air, Bela Negara Ster Mabes TNI Bangkitkan Patriotisme Generasi Muda

LAMPUNG SELATAN, MFH,-- Mentari
baru saja naik di ufuk Kalianda ketika suara komando menggema di lapangan
Makodim 0421/Lampung Selatan. Ratusan peserta pelajar, mahasiswa, dan tokoh masyarakat berdiri tegak dengan dada membusung, menatap
Sang Merah Putih yang perlahan berkibar di langit pagi. Dari wajah-wajah muda
itu, tampak kobaran semangat yang jarang terlihat di tengah zaman yang kian
individualistis.
Mereka sedang mengikuti kegiatan
Bela Negara yang digelar pada tanggal 12-13 November 2025 oleh Ster Mabes TNI
yang diketuai oleh Brigjen TNI Depok Sumantoko, sebuah program yang kini
menjadi simbol kebangkitan jiwa nasionalisme di bumi Lampung Selatan. Di bawah
terik matahari, langkah kaki mereka serempak menandakan tekad: menjadi bagian
dari penjaga kedaulatan bangsa, bukan sekadar penonton sejarah.
Kegiatan ini bertujuan untuk
menumbuhkan rasa cinta tanah air dan kesadaran berbangsa dan bernegara, serta
untuk melindungi kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dari
segala ancaman, baik dari dalam maupun luar negeri.
Baca Lainnya :
- Pemdes Mekar Mulya Sampaikan Rasa Terima Kasih Kepada Bupati dan Anggota DPRD Lamsel0
- Bupati Lamsel Radityo Egi Pratama Diganjar Penghargaan Garuda TV 0
- Relawan Angkatan I Yayasan CINTA dilantik, Siap Berkhidmat untuk Umat0
- Ketua Komisi III DPRD Lampung Selatan Laksanakan IPWK di Pematang Baru0
- Ketua Komisi III DPRD Lampung Selatan Yuti Rama Yanti Layangkan Hak Jawab0
Kegiatan bela negara ini dihadiri
langsung oleh Asisten Bidang Hubungan Internasional Sahli Panglima TNI, Brigjen
TNI Depok Sumantoko dalam arahannya menjelaskan, bela negara bukan sekedar
latihan fisik saja tapi harus ditanamkan didalam hati.
“Bela negara bukan sekadar latihan
fisik. Ini tentang hati, tentang keyakinan bahwa Indonesia harus terus berdiri
di atas kaki sendiri,” tegas Brigjen TNI Depok Sumantoko saat memberikan
pengarahan kepada peserta.
Suaranya lantang namun bergetar.
Beberapa prajurit di belakangnya menunduk, seolah meresapi makna kalimat itu.
Ia bercerita bagaimana nilai-nilai kebangsaan perlahan memudar di tengah
gempuran budaya global, dan bagaimana tugas TNI kini bukan hanya menjaga
perbatasan, tetapi juga menjaga hati rakyatnya agar tetap mencintai negeri ini.
Selama dua hari pelatihan, peserta
yang terdiri dari Siswa SMA di Lampung Selatan, FKPPI, KNPI, Satpol PP, Linmas,
Satpam, Pramuka, Menwa dan organisasi pemuda dan lain-lain ditempa bukan hanya
dengan baris-berbaris, tetapi juga latihan fisik, diskusi kebangsaan, dan
kegiatan sosial. Di sela latihan, beberapa peserta terlihat menahan lelah
sambil tersenyum.
“Saya capek, tapi bangga,” kata
Aulia salah satu peserta, yang mengikuti kegiatan ini bersama teman-temannya.
“Saya baru sadar, cinta tanah air itu bukan cuma hafal Pancasila, tapi juga mau
berjuang dan disiplin.”
Kegiatan bela negara ini digelar di
tengah tantangan besar: pengaruh media sosial, menurunnya minat generasi muda
terhadap nilai-nilai nasional, serta derasnya arus informasi yang kadang
menyesatkan. Namun di Makodim 0421/Lamsel, semangat itu hidup kembali —
sederhana, namun nyata.
Menurut pihak Kodim, kegiatan ini
bukan hanya seremonial, melainkan pembinaan karakter yang berkelanjutan.
Setelah pelatihan, para peserta akan terlibat dalam program sosial seperti
penghijauan, penanaman nilai kebangsaan di sekolah, dan kampanye anti-hoaks di
media sosial.
Menjelang sore, ketika matahari
mulai turun di balik Gunung Rajabasa, kegiatan ditutup dengan doa bersama.
Semua peserta berdiri tegak, menyanyikan lagu “Bagimu Negeri” dengan suara yang
parau karena lelah — tapi penuh rasa bangga.
Di antara mereka, terlihat
senyum yang berbeda. Senyum yang lahir dari kesadaran baru: bahwa mencintai
Indonesia bukan tugas yang ringan, tapi juga bukan beban yang harus
ditinggalkan. [MFH Jun]











3.jpg)