- Pemprov Lampung Perkuat Layanan Kanker, Deteksi Dini Jadi Perhatian Utama
- Pemkab Pringsewu Gelar Upacara Peringatan Hari Kesaktian Pancasila
- Hari Kesaktian Pancasila, Pemkab Tekankan Persatuan dan Pelayanan Publik Berkeadilan
- Penurunan Stunting Terbaik di Lampung, Skor 97,63 Kota Metro Nyaris Sempurna
- Kota Metro Perkuat Strategi 4K Hadapi Tekanan Harga Pangan Saat Nataru
- Wisuda Sekolah Lansia Srikandi jadi Momentum Dorong Lansia Tetap Aktif dan Berkarya
- Sekinker Gelowing, Gerakan Bersama untuk Pengentasan Kemiskinan dan Pencegahan Stunting
- Perubahan APBD Pesisir Barat 2026 Disetujui
- Pemprov Lampung Peringatan Hari Kesaktian Pancasila 2026
- Antisipasi Gagal Panen BBWS Bersama TBHBUN Lamsel Siapkan Kompanisasi
Pemprov Lampung Peringatan Hari Kesaktian Pancasila 2026
Sekdaprov Marindo: Nilai Pancasila Harus jadi Landasan Pembangunan

BANDAR LAMPUNG, MFH,-- Sekretaris Daerah
Provinsi Lampung Marindo Kurniawan menjadi inspektur upacara pada Peringatan
Hari Kesaktian Pancasila Tahun 2026 di Lapangan Korpri, Kompleks Kantor
Gubernur Lampung, Kamis (1/10/2026).
Peringatan Hari Kesaktian Pancasila tahun ini
mengangkat tema “Pancasila Pemersatu Bangsa Menuju Indonesia Berdaulat, Adil,
dan Makmur”.
Marindo mengatakan tema tersebut mengingatkan
bahwa persatuan bukan merupakan tujuan akhir, melainkan jalan menuju Indonesia
yang berdaulat, adil, dan makmur.
Baca Lainnya :
- Dari Regulasi ke Pembangunan, Pemprov Lampung Dukung Penyusunan 28 Raperda 20270
- Wagub Jihan Nurlela Dorong Mahasiswa Lampung Bangun Mindset Adaptif di Era Digital0
- Perkuat Pembangunan SDM, Gubernur Mirza: Infrastruktur Harus Diiringi Akhlak dan Iman0
- Purnama Wulan Sari Mirza Lepas Tri Wahyuni Perkuat Indonesia di Asian Games 2026 Jepang0
- Pamerkan Kriya Lampung di Kriyanusa 2026, Batin Wulan Dorong Produk Lokal Tembus Pasar Global0
Menurutnya, tantangan terhadap persatuan bangsa
saat ini mengalami perubahan. Ancaman terhadap persatuan kita kini datang lewat
layar gawai, lewat hoaks, ujaran kebencian, dan pesan yang memecah belah.
“Di situlah Pancasila harus hadir, bukan hanya
dihafal, tetapi diamalkan dalam sikap sehari-hari,” ujarnya.
Ia menegaskan, bagi Provinsi Lampung,
nilai-nilai Pancasila harus menjadi landasan dalam setiap langkah pembangunan.
Pembangunan harus mencerminkan nilai ketuhanan, kemanusiaan, persatuan, musyawarah,
dan keadilan sosial.
“Artinya, pembangunan tidak hanya mengejar
pertumbuhan, tetapi juga harus menghadirkan pemerataan dan kesejahteraan.
Pembangunan tidak hanya membangun infrastruktur, tetapi juga membangun
manusia,” katanya.
Pembangunan juga harus mampu mendorong kemajuan
ekonomi sekaligus memperkuat persatuan dan meningkatkan kualitas kehidupan
masyarakat.
“Inilah pembangunan yang berlandaskan
Pancasila: pembangunan yang menempatkan manusia sebagai tujuan utama dan
kesejahteraan masyarakat sebagai orientasinya,” ujarnya.
Ia mencontohkan, pembangunan infrastruktur
harus membuka akses dan kesempatan ekonomi bagi masyarakat. Sementara itu,
pembangunan pendidikan harus membuka masa depan generasi muda.
Pelayanan kesehatan, lanjut Marindo, harus
menjangkau seluruh masyarakat. Pembangunan sektor pertanian juga harus
meningkatkan kesejahteraan petani, sedangkan pemberdayaan UMKM harus membuka
kesempatan bagi masyarakat untuk tumbuh dan mandiri.
“Seluruh proses pembangunan harus dilaksanakan
dengan semangat gotong royong, keadilan, serta keberpihakan kepada kepentingan
masyarakat,” jelasnya.
Dengan demikian, Marindo menegaskan, Pancasila
tidak boleh berhenti sebagai nilai yang diucapkan dalam upacara, tetapi harus
diwujudkan dalam setiap kebijakan, pelayanan, dan kerja pembangunan.
Pada momentum Hari Kesaktian Pancasila 2026,
Marindo mengajak seluruh pihak untuk membulatkan tekad mempertahankan dan
mengamalkan nilai-nilai Pancasila sebagai sumber kekuatan dalam membangun
kebersamaan.
“Dengan kebersamaan itu, kita perjuangkan dan
tegakkan kebenaran dan keadilan demi keutuhan Negara Kesatuan Republik
Indonesia yang kita cintai,” ujarnya.
Marindo juga mengingatkan bahwa kekuatan
Pancasila tidak hanya bergantung pada peringatan setiap tahun, tetapi pada
bagaimana nilai-nilainya diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
“Pancasila tidak akan kuat hanya karena kita
peringati setiap tahun. Pancasila kuat karena kita rawat setiap hari, lewat
sikap jujur, adil, dan saling menghargai,” jelasnya.
“Tugas kita adalah
memastikan nilai-nilai itu diwariskan utuh kepada generasi berikutnya, dan kita
menjaganya dengan bekerja, bergotong royong, dan merawat persaudaraan,” ujar
Marindo. [MFH/rils]











