- Antisipasi Gagal Panen BBWS Bersama TBHBUN Lamsel Siapkan Kompanisasi
- Bupati Buka Pelatihan Prakstisi Kewirausahaan Mandiri MKM di Kabupaten Pringsewu
- Pemkot Metro dan DPRD Sepakati Raperda Perubahan APBD 2026
- Wakil Bupati Pesisir Barat Buka Sosialisasi KTP, KTA, TPPO, ABH, dan Perkawinan Anak
- Pemprov Perkuat Pertanian Modern untuk Tingkatkan Produktivitas dan Pendapatan Petani
- Ngupi Jejama jadi Ruang Perkuat Koordinasi Pemkab Tanggamus, Dua Pekon Raih Penghargaan PBB
- Pemprov Lampung Dorong Potensi Desa di Lampung Barat melalui Program Desaku Maju
- Lomba Video Konten Literasi 2026 Dorong Kreativitas Generasi Muda Pesawaran
- Pemkab Lampung Timur Bahas Masterplan Integrated Area Development
- Pemkot Metro Lantik 34 Pejabat, Dorong ASN Adaptif dan Inovatif
Produksi Kopi Tanggamus Meningkat, Petani Penerima Manfaat Terima Santunan Jamsos

TANGGAMUS, MFH,-- Dinas Perkebunan dan
Peternakan (Disbunak) Kabupaten Tanggamus bersama International Labour
Organization (ILO) dan BPJS Ketenagakerjaan menyerahkan santunan kepada ahli
waris petani kopi penerima manfaat di Aula Kecamatan Sumberejo, Selasa, lalu.
Kepala Disbunak Kabupaten Tanggamus Henri Patra
mengatakan, peningkatan produksi sejumlah komoditas perkebunan menjadi salah
satu indikator positif terhadap perkembangan sektor perkebunan sekaligus
kesejahteraan petani.
"Produksi perkebunan kita meningkat
signifikan, baik produksi kopi, kakao maupun kelapa. Sehingga penghasilan
petani dengan indikator NTP petani, khususnya subsektor perkebunan, mengalami
kenaikan yang positif," kata Henri saat diwawancarai di kantornya, Senin,
10 Agustus 2026.
Baca Lainnya :
- Wakapolres Tanggamus Beri Arahan Personel yang Mutasi0
- Satlantas Lakukan Olah TKP dan Pengamanan Jalur Truk Terguling di Kota Agung0
- Polres Tanggamus Gelar Safety Riding , Sosialisasi Siger Lampung Presisi dan Layanan 1100
- Empat Polres Sumsel Pelajari Budidaya Bawang Putih di Ulubelu0
- Polsek Kota Agung Gandeng Komunitas, Bantu Pasien RSUDBM Dapatkan Donor Darah O0
Ia menyebutkan, Nilai Tukar Petani (NTP)
subsektor perkebunan tercatat mencapai 137 persen, jauh di atas target sebesar
102,50 persen.
Peningkatan juga terlihat dari produktivitas
kopi. Produksi kopi yang sebelumnya berada di kisaran 856 kilogram per hektare
meningkat menjadi sekitar 1.027 kilogram per hektare.
"Produktivitas kopi juga meningkat dari
sekitar 856 kilogram per hektare menjadi 1.027 kilogram per hektare,"
ujarnya.
Menurutnya, capaian tersebut menunjukkan adanya
perkembangan positif pada sektor perkebunan Tanggamus, yang diharapkan terus
berdampak terhadap peningkatan pendapatan dan kesejahteraan petani.
Sementara itu, penyerahan santunan melalui
kolaborasi Disbunak, ILO dan BPJS Ketenagakerjaan menjadi bagian dari upaya
memperkuat perlindungan sosial bagi petani dan keluarganya, khususnya dalam
menghadapi risiko yang berkaitan dengan pekerjaan. [MFH/Din/rils]











