- Inflasi Lampung Terendah di Sumatera, Gubernur Mirza Tegaskan Harga Dijaga
- PUPR Ikuti Rakor dan Site Visit Monitoring Progres Pembangunan Ruas Jalan
- Pemkab Lampung Timur Dukung Survei Seismik 2D Gerbera
- Dari Sawah Yosomulyo, Sespimti Polri dan Kejaksaan Dorong Ketahanan Pangan
- Pj. Sekda Sulpakar Ajak Masyarakat dan OPD Membangun Lamteng
- Pengkab Lamteng Apresiasi Pengabdian AKBP Charles dan Sambut AKBP Zaldy
- Masuki Oktober, Bupati Tanggamus Minta Jajaran Siaga Bencana
- HUT ke-81 TNI, Polres Tanggamus Berikan Tumpeng ke Kodim 0424
- Pemprov Dorong Penguatan Kepemimpinan dan Keterwakilan Perempuan dalam Politik
- Pemprov Lampung Lantik Dua Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama
Inflasi Lampung Terendah di Sumatera, Gubernur Mirza Tegaskan Harga Dijaga

BANDAR LAMPUNG, MFH,-- Laju inflasi bulanan
(month to month/mtm) Lampung pada September 2026 tercatat 0,14 persen, melambat
dari 0,23 persen pada Agustus dan jauh di bawah inflasi nasional sebesar 0,30
persen.
Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS) yang
dirilis 1 Oktober 2026, Lampung menjadi provinsi yang terendah di Pulau
Sumatera bersama Sumatera Utara, dan termasuk lima provinsi dengan inflasi
bulanan terendah di Indonesia.
Capaian ini menunjukkan tekanan kenaikan harga
relatif terkendali sehingga daya beli masyarakat dapat terjaga. Namun Gubernur
Lampung Rahmat Mirzani Djausal menegaskan, menjaga harga saja belum cukup.
Upaya itu harus dibarengi penguatan pendapatan masyarakat.
Baca Lainnya :
- Pemprov Dorong Penguatan Kepemimpinan dan Keterwakilan Perempuan dalam Politik0
- Pemprov Lampung Lantik Dua Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama0
- Pemprov Lampung Gelar Nobar Final FIFA ASEAN Cup 20260
- KPK Beri Penghargaan kepada Provinsi Lampung atas Penguatan Pendidikan Antikorupsi0
- Keamanan Siber Diperkuat, Pemprov Lampung Raih Apresiasi Nasional dari BSSN0
"Harga kita jaga, penghasilan masyarakat
kita kuatkan. Karena ukuran keberhasilan pembangunan bukan hanya angka ekonomi
yang bagus, tetapi apakah masyarakat merasakan hidupnya semakin ringan dan
memiliki masa depan yang lebih baik," kata Mirza.
Untuk menjaga harga dan menguatkan pendapatan
itu, Pemprov Lampung terus menjalankan berbagai program, dari Desaku Maju,
bantuan dryer, pupuk hayati cair, serta penguatan pertanian dan UMKM agar
masyarakat desa lebih produktif. Pemprov juga menyatakan mempercepat
pembangunan dan perbaikan 62 ruas jalan provinsi dan 24 jembatan untuk
memperlancar distribusi hasil pertanian.
Dari laporan BPS Lampung menyebutkan,
perlambatan harga ditopang turunnya harga sejumlah komoditas. Selaras dengan
laporan Bank Indonesia (BI) Lampung yang mencatat harga bawang merah, daging
ayam ras, bawang putih, jagung manis, dan minyak goreng turun sepanjang
September.
Harga bawang merah melandai seiring panen di
sentra produksi lokal, yakni Pringsewu, Pesawaran, dan Lampung Barat. Dampaknya
mampu menahan laju inflasi dari kenaikkan harga cabai merah, beras, cabai
rawit, dan tomat, yang memberi andil masing-masing 0,12, 0,10, 0,06, dan 0,02
persen.
BI memprakirakan inflasi Lampung tetap terjaga
dalam sasaran 2,5±1 persen hingga akhir 2026. Pemprov menyatakan akan terus
menjaga stabilitas harga bersama pemerintah pusat, pemerintah kabupaten/kota,
dunia usaha, petani, dan masyarakat.
Secara tahunan (year on year/yoy), inflasi
Lampung September 2026 tercatat 3,51 persen, lebih tinggi dari nasional (3,28
persen) dan sedikit di atas batas atas sasaran 3,5 persen.
BI mengingatkan sejumlah risiko ke depan,
antara lain El Nino yang dapat memicu kenaikkan harga gabah, dan sejumlah harga
komoditas global. [MFH/Pemerintah Provinsi Lampung]











