- Pamapta dan Reskrim Polres Tanggamus Amankan Terduga Pencuri 11 Tandan Pisang
- Pemprov Lampung Perkuat Layanan Kanker, Deteksi Dini Jadi Perhatian Utama
- Pemkab Pringsewu Gelar Upacara Peringatan Hari Kesaktian Pancasila
- Hari Kesaktian Pancasila, Pemkab Tekankan Persatuan dan Pelayanan Publik Berkeadilan
- Penurunan Stunting Terbaik di Lampung, Skor 97,63 Kota Metro Nyaris Sempurna
- Kota Metro Perkuat Strategi 4K Hadapi Tekanan Harga Pangan Saat Nataru
- Wisuda Sekolah Lansia Srikandi jadi Momentum Dorong Lansia Tetap Aktif dan Berkarya
- Sekinker Gelowing, Gerakan Bersama untuk Pengentasan Kemiskinan dan Pencegahan Stunting
- Perubahan APBD Pesisir Barat 2026 Disetujui
- Pemprov Lampung Peringatan Hari Kesaktian Pancasila 2026
Pemprov Lampung Perkuat Fondasi Pembangunan di Tahun Pertama Kepemimpinan Mirza–Jihan


BANDAR LAMPUNG, MFH,-- Gubernur
Rahmat Mirzani Djausal memaparkan berbagai langkah strategis yang diambil untuk
menjawab tantangan pembangunan di Bumi Ruwa Jurai.
Hal tersebut disampaikan saat
Peluncuran Koran Ikatan Jurnalis Provinsi (IJP) Lampung serta peluncuran buku 1
Tahun Mirza - Jihan yang dirangkaikan dengan Diskusi Publik Refleksi 1 Tahun
Kepemimpinan Pemerintah Provinsi Lampung di Taman Outdoor Gedung Pusiban, Senin
(2/3/2026).
Baca Lainnya :
- Terima Pengurus Kagama Lampung, Gubernur Dorong Penguatan Kolaborasi Lintas Sektor0
- Gubernur Sambut Baik Pemaparan Pembangunan Lampung Barat yang Disampaikan Bupati Parosil Mabsus0
- Pemprov Lampung Gelar Rapat Persiapan MCSP KPK RI Tahun 20260
- Ketum Willys Lampung Community Henry Kurniawan Yuza Pimpin Pembagian Baksos di Beberapa Titik0
- Kolaborasi TP. PKK, DWP, dan OPD Lampung Bagikan 300 Paket Takjil Ramadan0
Gubernur Mirza mengungkapkan bahwa
awal masa jabatannya dihadapkan pada tantangan fiskal yang cukup berat. Namun,
melalui percepatan dan pemetaan anggaran yang ketat sejak sebelum pelantikan,
Pemerintah Provinsi Lampung berhasil melakukan penyehatan APBD.
"Singkat cerita, dengan segala
upaya, utang 600 miliar lunas ke pihak ketiga, utang yang 1,2 triliun (kepada
kabupaten) kita atur skema-skemanya, efisiensi 200 miliar kita laksanakan. Dan
itu pun masih bisa kita dapat menambah jalan sebanyak 400 miliar," ujar
Gubernur Mirza.
Gubernur juga menekankan fokus
utamanya pada sektor konektivitas melalui perbaikan infrastruktur jalan. Ia
berkomitmen mengubah persepsi masyarakat terhadap kualitas infrastruktur di
Lampung.
"Visi saya terhadap jalan
Provinsi Lampung, saya ingin masyarakat Lampung bangga dengan jalan-jalan yang
ada di Provinsi Lampung itu sendiri. Kita akan bersama-sama membuat kedepan,
pemerintah harus punya tujuan membuat masyarakat Lampung bangga dengan
jalan-jalannya," tegasnya.
Selain infrastruktur fisik,
transformasi pelayanan publik berbasis digital juga menjadi prioritas. Gubernur
Mirza telah menginstruksikan jajaran Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk
menjadikan kepuasan masyarakat sebagai indikator kinerja utama.
"KPI-nya salah satunya adalah
Customer Satisfaction atau kepuasan pelanggan. Kita akan layani masyarakat
sampai seluruh masyarakat Provinsi Lampung puas dengan layanan-layanan yang
diberikan," tambahnya.
Di akhir sambutan, Gubernur
mengapresiasi peluncuran Koran IJP Lampung dan peran insan pers dalam mendukung
pembangunan. Menurutnya, pers memiliki kedudukan vital sebagai mitra strategis
sekaligus kontrol sosial bagi pemerintah.
"Pers bagi saya bukan hanya
penyampai kabar, tapi juga penjaga arah. Pers bukan hanya pengamat, tapi juga
mitra dalam perjalanan pembangunan. Kami percaya kritik yang disampaikan dengan
niat baik adalah bentuk kepedulian," pungkas Gubernur.
Sementara itu, Ketua IJP Lampung Abung
Mamasa menekankan bahwa publik, terutama mayoritas pemilih yang memberikan
amanah kepada kepemimpinan Gubernur Mirza dan Wagub Jihan berhak mendapatkan
informasi yang jelas mengenai kinerja organisasi perangkat daerah (OPD). Ia
menilai satu tahun pertama ini sebagai fase krusial dalam membangun pondasi
pembangunan yang berkelanjutan.
"Masyarakat punya hak untuk
tahu apa saja yang dikerjakan oleh para pemimpinnya. Pak Gubernur, ini baru
peletakan pondasi, tapi saya lihat ini sudah terlihat arahnya. Memang belum
maksimal, tapi paling tidak kami melihat ada upaya Pemerintah Provinsi Lampung
dalam memperkuat desa sebagai pusat pertumbuhan," tambahnya.
Dalam kesempatan tersebut, Abung
juga menepis anggapan bahwa IJP Lampung hanya berfungsi sebagai saluran humas
pemerintah. Ia menegaskan bahwa independensi tetap menjadi prinsip utama dalam
menjalankan tugas jurnalistik.
"Kami tetap membangun sinergi
tapi tidak melemahkan daya kritis kami terhadap apa yang harus kami kritisi.
Tetapi itu secara proporsional dan profesional. Saya ingatkan pada anak-anak
IJP, silakan mengkritik tapi kita tidak nyinyir," tegasnya. [MFH/Dinas
Kominfotik Provinsi Lampung]











