Antisipasi Gagal Panen BBWS Bersama TBHBUN Lamsel Siapkan Kompanisasi

By redaksi 30 Sep 2026, 18:00:24 WIB Saburai
Antisipasi Gagal Panen BBWS Bersama TBHBUN Lamsel Siapkan Kompanisasi

LAMPUNG SELATAN, MFH,-- Upaya untuk mengatasi intrusi air laut dan  kekeringan tanaman padi saat musim kemarau terus di lakukan oleh Balai Besar Wilayah Sungai Mesuji Sekampung BBWS Bersama Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (TPHBUN) Kabupaten Lampung Selatan.

Saat ini pihak BBWS mengerahkan pompa berkapasitas besar guna mengatasi ancaman intrusi air laut yang melanda lahan pertanian di kecamatan Palas dan Candipuro.

Langkah darurat ini diambil untuk mencegah gagal panen akibat intrusi air laut yang sudah masuk ke area pertanian.

Baca Lainnya :

BBWS Mesuji Sekampung menempatkan pompa berkapasitas 250 liter per detik di wilayah Jabung, Lampung Timur.

Alat tersebut akan menyedot air Sungai Way Sekampung lalu mengalirkannya ke jaringan irigasi wilayah yang terdampak air laut.

Pengoperasian pompa dipantau langsung Kepala BBWS Mesuji Sekampung Elroy Koyari Aliran akan dialirkan penuh selama satu pekan penuh lewat selang berdiameter 12 inci.

Pompanisasi ini menjadi langkah utama kami Pemkab Lamsel bersama BBWS Mesusji Sekampung dalam kondisi darurat akibat intrusi air laut, demi memastikan kebutuhan air petani terpenuhi

Dua kecamatan Palas dan Candipuro. Yang di sebabkan air laut yang masuk ke aliran sungai way sekampung dan masuk ke area lumbung pangan Lampung Selatan.

Menurut Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (TPHBun) Kabupaten Lampung Selatan Mugiyono, upaya tersebut di ambil untuk menekan gagal panen di Lampung Selatan, terutama di kecamatan Palas dan Candipuro.

"Sebagai solusi, BBWS Mesuji Sekampung menempatkan pompa berkapasitas 250 liter per detik di wilayah Jabung, Lampung Timur. Alat ini akan menyedot air Sungai Way Sekampung lalu mengalirkannya ke jaringan irigasi wilayah yang terdampak," ucap Mugiono, Rabu (26/9/2026).

Mugiono juga menambahkan air di Ambil dari way sekampung dimasukkan kesaluran untuk tambah air memenuhi kebutuhan padi yang mengalami intrusi air laut, sekaligus mengairi tanaman padi yang mengalami kekeringan,

"Selain mengambil air dengan pompa, bersekala 250 per detik BBWS juga benahi saluran untuk jalan air, pasang gorong2, normalisasi saluran, buang gulma, perbaikan pintu air." Tambah nya

Pengoperasian pompa dipantau langsung Kepala BBWS Mesuji Sekampung Elroy Koyari Aliran akan dialirkan penuh selama satu pekan penuh lewat selang berdiameter 12 inci.

 "Pompanisasi ini menjadi langkah utama kami Pemkab Lamsel bersama BBWS Mesusji Sekampung dalam kondisi darurat akibat intrusi air laut, demi memastikan kebutuhan air petani terpenuhi." Jelas Mugiono

 Upaya ini menyasar total 8.000 hektare lahan pertanian, meliputi 6.000 hektare di Palas dan 2.000 hektare di Candipuro. Diharapkan langkah ini bisa menekan risiko kerugian besar akibat gagal panen di Lampung Selatan. [MFH/Sri]




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment