- Antisipasi Gagal Panen BBWS Bersama TBHBUN Lamsel Siapkan Kompanisasi
- Bupati Buka Pelatihan Prakstisi Kewirausahaan Mandiri MKM di Kabupaten Pringsewu
- Pemkot Metro dan DPRD Sepakati Raperda Perubahan APBD 2026
- Wakil Bupati Pesisir Barat Buka Sosialisasi KTP, KTA, TPPO, ABH, dan Perkawinan Anak
- Pemprov Perkuat Pertanian Modern untuk Tingkatkan Produktivitas dan Pendapatan Petani
- Ngupi Jejama jadi Ruang Perkuat Koordinasi Pemkab Tanggamus, Dua Pekon Raih Penghargaan PBB
- Pemprov Lampung Dorong Potensi Desa di Lampung Barat melalui Program Desaku Maju
- Lomba Video Konten Literasi 2026 Dorong Kreativitas Generasi Muda Pesawaran
- Pemkab Lampung Timur Bahas Masterplan Integrated Area Development
- Pemkot Metro Lantik 34 Pejabat, Dorong ASN Adaptif dan Inovatif
Antisipasi Gagal Panen BBWS Bersama TBHBUN Lamsel Siapkan Kompanisasi

LAMPUNG SELATAN, MFH,-- Upaya untuk mengatasi
intrusi air laut dan kekeringan
tanaman padi saat musim kemarau terus di lakukan oleh Balai Besar
Wilayah Sungai Mesuji Sekampung BBWS Bersama Dinas Tanaman Pangan,
Hortikultura, dan Perkebunan (TPHBUN) Kabupaten Lampung Selatan.
Saat ini pihak BBWS mengerahkan pompa berkapasitas
besar guna mengatasi ancaman intrusi air laut yang melanda lahan pertanian di
kecamatan Palas dan Candipuro.
Langkah darurat ini diambil untuk mencegah
gagal panen akibat intrusi air laut yang sudah masuk ke area pertanian.
Baca Lainnya :
- Diduga Peras Perangkat Desa, Dua Oknum Wartawan di Amankan Polsek Tanjung Bintang 0
- Kasus Intimidasi Jurnalis Kompas TV 10 Bulan Mandek di Kejaksaan Lampung Selatan 0
- Gubernur Cup 2026 Dibuka, Gubernur: Kompetisi Jalan Meningkatkan Kualitas Generasi Muda0
- Warga Sragi Jadi Korban Love Scam di Peras Rp290 Juta, Pelaku di Tangkap di Brebes 0
- Apel Hari Pramuka ke-65, Gubernur Dorong Pramuka Perkuat Karakter Dukung Pembangunan Daerah0
BBWS Mesuji Sekampung menempatkan pompa
berkapasitas 250 liter per detik di wilayah Jabung, Lampung Timur.
Alat tersebut akan menyedot air Sungai Way
Sekampung lalu mengalirkannya ke jaringan irigasi wilayah yang terdampak air
laut.
Pengoperasian pompa dipantau langsung Kepala BBWS
Mesuji Sekampung Elroy Koyari Aliran akan dialirkan penuh selama satu pekan
penuh lewat selang berdiameter 12 inci.
Pompanisasi ini menjadi langkah utama kami
Pemkab Lamsel bersama BBWS Mesusji Sekampung dalam kondisi darurat akibat
intrusi air laut, demi memastikan kebutuhan air petani terpenuhi
Dua kecamatan Palas dan Candipuro. Yang di
sebabkan air laut yang masuk ke aliran sungai way sekampung dan masuk ke area
lumbung pangan Lampung Selatan.
Menurut Kepala Dinas Tanaman Pangan,
Hortikultura, dan Perkebunan (TPHBun) Kabupaten Lampung Selatan Mugiyono, upaya
tersebut di ambil untuk menekan gagal panen di Lampung Selatan, terutama di
kecamatan Palas dan Candipuro.
"Sebagai solusi, BBWS Mesuji Sekampung
menempatkan pompa berkapasitas 250 liter per detik di wilayah Jabung, Lampung
Timur. Alat ini akan menyedot air Sungai Way Sekampung lalu mengalirkannya ke
jaringan irigasi wilayah yang terdampak," ucap Mugiono, Rabu (26/9/2026).
Mugiono juga menambahkan air di Ambil dari way
sekampung dimasukkan kesaluran untuk tambah air memenuhi kebutuhan padi yang
mengalami intrusi air laut, sekaligus mengairi tanaman padi yang mengalami
kekeringan,
"Selain mengambil air dengan pompa,
bersekala 250 per detik BBWS juga benahi saluran untuk jalan air, pasang gorong2,
normalisasi saluran, buang gulma, perbaikan pintu air." Tambah nya
Pengoperasian pompa dipantau langsung Kepala
BBWS Mesuji Sekampung Elroy Koyari Aliran akan dialirkan penuh selama satu
pekan penuh lewat selang berdiameter 12 inci.
"Pompanisasi
ini menjadi langkah utama kami Pemkab Lamsel bersama BBWS Mesusji Sekampung
dalam kondisi darurat akibat intrusi air laut, demi memastikan kebutuhan air
petani terpenuhi." Jelas Mugiono
Upaya ini menyasar total 8.000 hektare lahan
pertanian, meliputi 6.000 hektare di Palas dan 2.000 hektare di Candipuro.
Diharapkan langkah ini bisa menekan risiko kerugian besar akibat gagal panen di
Lampung Selatan. [MFH/Sri]










