- Bupati Buka Pelatihan Prakstisi Kewirausahaan Mandiri MKM di Kabupaten Pringsewu
- Pemkot Metro dan DPRD Sepakati Raperda Perubahan APBD 2026
- Wakil Bupati Pesisir Barat Buka Sosialisasi KTP, KTA, TPPO, ABH, dan Perkawinan Anak
- Pemprov Perkuat Pertanian Modern untuk Tingkatkan Produktivitas dan Pendapatan Petani
- Ngupi Jejama jadi Ruang Perkuat Koordinasi Pemkab Tanggamus, Dua Pekon Raih Penghargaan PBB
- Pemprov Lampung Dorong Potensi Desa di Lampung Barat melalui Program Desaku Maju
- Lomba Video Konten Literasi 2026 Dorong Kreativitas Generasi Muda Pesawaran
- Pemkab Lampung Timur Bahas Masterplan Integrated Area Development
- Pemkot Metro Lantik 34 Pejabat, Dorong ASN Adaptif dan Inovatif
- Metro Perkuat Transformasi Pendidikan, 33 SMP Tampilkan Kreativitas dan Inovasi Pembelajaran
Wakil Bupati Pesisir Barat Buka Sosialisasi KTP, KTA, TPPO, ABH, dan Perkawinan Anak

PESISIR BARAT, MFH,-- Pemerintah Kabupaten
Pesisir Barat terus memperkuat komitmen dalam memberikan perlindungan terhadap
perempuan dan anak melalui kegiatan Sosialisasi Kekerasan Terhadap Perempuan
(KTP), Kekerasan Terhadap Anak (KTA), Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO), Anak
Berhadapan dengan Hukum (ABH), dan Perkawinan Anak Tahun 2026.
Kegiatan tersebut dilaksanakan di Ruang Karang
Nyimbor, Kantor Pemerintah Kabupaten Pesisir Barat, Selasa (29/09/2026), dan
dibuka oleh Wakil Bupati Pesisir Barat Irawan Topani, S.H., M.Kn.
Turut hadir Kacabjari Krui P. Jefri Leo Candra
S., S.H., M.H., Kapolsek Pesisir Tengah AKP Hadly Nasution, S.E., M.M. mewakili
jajaran Polres Pesisir Barat, pemateri dari Unit PPA Polres Pesisir Barat Ipda
Iqbal, S.H., M.H., Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Pesisir Barat,
perwakilan BPKS/Inspektorat Kabupaten Pesisir Barat, Badan Kesatuan Bangsa dan
Politik Kabupaten Pesisir Barat, Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan,
Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana Kabupaten Pesisir Barat, Dinas Kesehatan,
Dinas Pendidikan, Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi, Satuan Polisi Pamong
Praja, jajaran Save the Children, serta para undangan lainnya.
Baca Lainnya :
- Pesona Wastra Tapis dan Sinjang Pugung Krui Curi Perhatian di Panggung Kriya Nusa 20260
- Pemkab Pesisir Barat Perkuat Akurasi Data Iuran Jaminan Kesehatan 0
- Semangat Hari Pramuka ke-65, Bupati Pesisir Barat Buka Lomba Tingkat III ke-I0
- Dekranasda Pesisir Barat Pamerkan Wastra dan Kriya Khas Daerah di Kriya Nusa 20260
- Wakil Bupati Pesisir Barat Hadiri HUT ke-35 Kabupaten Lampung Barat0
Dalam kesempatan tersebut, Wakil Bupati Irawan
Topani menyampaikan sambutan Bupati Pesisir Barat yang menegaskan bahwa
perempuan dan anak merupakan aset bangsa yang sangat berharga. Masa depan
Kabupaten Pesisir Barat berada di tangan generasi muda yang tumbuh dan
berkembang saat ini.
Menurutnya, berbagai persoalan sosial seperti
kekerasan terhadap perempuan, kekerasan terhadap anak, tindak pidana
perdagangan orang, anak berhadapan dengan hukum, serta perkawinan anak masih
membutuhkan perhatian dan penanganan bersama secara lintas sektor, terpadu, dan
berkelanjutan.
Atas nama Pemerintah Kabupaten Pesisir Barat,
Bupati menyambut baik dan memberikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan
sosialisasi tersebut sebagai langkah nyata dalam memperkuat perlindungan
perempuan dan anak di Kabupaten Pesisir Barat.
Dalam sambutan tersebut, disampaikan beberapa
hal penting yang perlu menjadi perhatian bersama.
Pertama, pencegahan kekerasan terhadap
perempuan dan anak (KTP dan KTA). Kekerasan, baik secara fisik, psikis maupun
seksual, tidak boleh ditoleransi. Masyarakat didorong untuk meningkatkan
kepedulian dan berani melaporkan setiap bentuk kekerasan yang terjadi di
lingkungan sekitar.
Kedua, penanggulangan Tindak Pidana Perdagangan
Orang (TPPO). Masyarakat perlu meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai modus
perdagangan orang, termasuk yang berkedok tawaran pekerjaan di luar daerah
maupun luar negeri.
Karena itu, jejaring perlindungan perlu
diperkuat hingga tingkat pekon agar masyarakat tidak mudah terjebak dalam
praktik eksploitasi.
Ketiga, pendampingan Anak Berhadapan dengan
Hukum (ABH). Penanganan ABH harus tetap mengedepankan perlindungan hak anak,
pendidikan, rehabilitasi, serta pendekatan keadilan restoratif sesuai dengan
ketentuan yang berlaku.
Pendekatan tersebut penting agar anak tetap
mendapatkan kesempatan untuk memperbaiki diri, melanjutkan pendidikan, dan
meraih masa depan yang lebih baik.
Keempat, pencegahan perkawinan anak. Perkawinan
anak dapat berdampak terhadap pemenuhan hak pendidikan, kesehatan, serta tumbuh
kembang anak. Oleh karena itu, pencegahan perkawinan anak menjadi tanggung
jawab bersama yang membutuhkan keterlibatan keluarga, masyarakat, lingkungan
pendidikan, dan pemerintah.
Wakil Bupati Irawan Topani juga menyampaikan
bahwa perlindungan perempuan dan anak tidak dapat dilakukan oleh pemerintah
sendiri. Diperlukan sinergi antara pemerintah, aparat penegak hukum, lembaga
masyarakat, tokoh adat, tokoh masyarakat, sektor pendidikan, serta keluarga.
"Perlu kita perkuat jejaring kerja sama,
optimalkan layanan terpadu, dan wujudkan Kabupaten Pesisir Barat yang aman,
nyaman, inklusif, ramah perempuan, serta layak anak," tegasnya saat
menyampaikan sambutan Bupati.
Usai pembukaan, kegiatan dilanjutkan dengan
penyampaian materi oleh Ipda Iqbal, S.H., M.H. selaku pemateri dari Unit PPA
Polres Pesisir Barat.
Materi yang disampaikan mencakup upaya
pencegahan dan penanganan kekerasan terhadap perempuan dan anak, tindak pidana
perdagangan orang, anak berhadapan dengan hukum, serta persoalan perlindungan
anak.
Melalui kegiatan tersebut, Pemerintah Kabupaten
Pesisir Barat berharap pemahaman para pemangku kepentingan semakin meningkat
sehingga upaya pencegahan, penanganan, pendampingan, dan perlindungan terhadap
perempuan dan anak dapat dilakukan secara lebih terkoordinasi.
Kegiatan ini sekaligus
menjadi bagian dari upaya memperkuat sinergi lintas sektor dalam mewujudkan Kabupaten
Pesisir Barat yang aman, nyaman, inklusif, ramah perempuan, serta layak anak. [MFH/
Diskominfotiksan]











