- Bahas Kerja Sama dengan UGM, Pemkab Tanggamus Perkuat Pendidikan
- BPS Pesawaran Koordinasi dengan Kominfotiksan Dalam Rangka Penilaian EPSS
- Bupati Pringsewu Buka Sosialisasi Literasi dan Inkluasi Keuangan Sicantiks
- Pasar Murah HUT ke-27, Warga Sukadana Antusias Berburu Sembako Terjangkau
- Semarak HUT ke-27, Ribuan Warga Antusias Ikuti Jalan Sehat dan Senam Bersama
- Plt. Bupati Lampung Tengah Dorong SDM Petani Lewat Rembug Madya KTNA 2026
- PUPR Pastikan Akses Jalan Putus Way Tenong – Air Hitam Merupakan Akses Alternatif
- Lampung Barat Disiapkan Jadi Sentra Bawang Putih, Parosil Mabsus: Butuh Upaya Serius
- Wakil Bupati Lampung Barat Gelar Halal Bihalal Bersama PWRI
- Rapat Persiapan HUT ke-13 Pesisir Barat Tahun 2026, Pemkab Matangkan Seluruh Rangkaian Acara
Polres Tanggamus Gelar Apel Operasi Keselamatan Krakatau 2026, Libatkan TNI dan Instansi Terkait

TANGGAMUS, MFH - Polres Tanggamus
menggelar Apel Gelar Pasukan Operasi Keselamatan Krakatau 2026 di Lapangan
Mapolres Tanggamus, Senin (2/2/2026). Apel tersebut dipimpin oleh Wakapolres
Tanggamus Kompol Fredy Aprisa Putra, S.H., M.H., mewakili Kapolres Tanggamus
AKBP Rahmad Sujatmiko, S.I.K., M.H.
Dalam apel itu, Wakapolres
Tanggamus didampingi Komandan Upacara Ipda Tedi Eko Winanto melakukan
pemeriksaan pasukan serta sarana dan prasarana pendukung operasi. Wakapolres
juga menyematkan pita tanda operasi kepada perwakilan TNI Kodim 0424 Tanggamus,
Satlantas Polres Tanggamus, Dinas Perhubungan Kabupaten Tanggamus, serta Satpol
PP Kabupaten Tanggamus.
Pada kesempatan tersebut,
Wakapolres membacakan amanat Kapolda Lampung Irjen Pol Helfi Assegaf, S.I.K.,
M.H. Dalam amanatnya disampaikan bahwa apel gelar pasukan dilaksanakan untuk
memastikan kesiapan personel maupun sarana pendukung agar operasi berjalan
optimal.
Baca Lainnya :
- Polsek Kota Agung Identifikasi Dugaan Kekerasan Dalam Rumah Tangga0
- Polres Tanggamus Ungkap Kasus Dugaan Kekerasan Seksual terhadap Anak 0
- Wakil Bupati Hadiri Grand Opening SPPG Air Kubang Air Naningan 0
- Bupati Tanggamus Resmikan Ruas Jalan Sedayu–Tugu Papak 0
- Pamapta Polres Tanggamus Bersama Tim TP3 Bantu Tarik Mobil Mogok di Kota Agung0
“Apel Gelar Pasukan ini
dilaksanakan untuk mengetahui sejauh mana kesiapan personel maupun sarana
pendukung lainnya, sehingga kegiatan operasi dapat berjalan dengan optimal dan
berhasil sesuai dengan tujuan serta sasaran yang telah ditetapkan,” kata Kompol
Fredy membacakan amanat Kapolda Lampung.
Kapolda Lampung menegaskan bahwa
permasalahan lalu lintas saat ini berkembang dengan cepat dan dinamis seiring
meningkatnya jumlah kendaraan bermotor dan mobilitas masyarakat.
“Dengan meningkatnya mobilitas
transportasi di jalan raya, maka akan meningkat pula potensi ancaman
keselamatan berlalu lintas. Oleh karena itu, kita sebagai pemangku kepentingan
keselamatan jalan raya harus berperan aktif meminimalisir terjadinya kecelakaan
lalu lintas,” tegasnya.
Disampaikan pula bahwa amanat
Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan
menekankan terwujudnya keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu
lintas (Kamseltibcarlantas), melalui peningkatan kualitas keselamatan,
penurunan fatalitas korban kecelakaan, pembangunan budaya tertib berlalu
lintas, serta peningkatan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
Operasi Keselamatan Krakatau 2026
dilaksanakan selama 14 hari, terhitung mulai tanggal 2 hingga 15 Februari 2026,
dengan tema “Melalui Operasi Keselamatan Krakatau 2026 dalam rangka Cipta
Kondisi Kamseltibcarlantas Menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 H Tahun 2026.”
Operasi ini melibatkan 667 personel Polri jajaran Polda Lampung dan didukung
oleh stakeholder terkait bidang lalu lintas.
Dalam amanatnya, Kapolda Lampung
juga memaparkan hasil evaluasi Operasi Keselamatan Krakatau tahun 2025.
Tercatat jumlah kecelakaan lalu lintas pada tahun 2025 sebanyak 45 kejadian,
menurun 1 persen dibanding tahun 2024 yang berjumlah 46 kejadian. Jumlah korban
meninggal dunia tercatat 9 orang, turun signifikan sebesar 47 persen dibanding
tahun 2024 sebanyak 17 orang.
Sementara itu, korban luka berat
pada tahun 2025 tercatat sebanyak 35 orang, meningkat 13 persen dibanding tahun
2024 yang berjumlah 31 orang. Korban luka ringan sebanyak 38 orang, turun 2
persen dari tahun 2024 yang berjumlah 40 orang. Kerugian materiil akibat
kecelakaan lalu lintas pada tahun 2025 mencapai Rp295.777.000, mengalami
penurunan 5 persen dibanding tahun 2024 sebesar Rp309.900.000.
Kapolda Lampung juga menyoroti
tingginya angka pelanggaran lalu lintas yang turut berkontribusi terhadap
kecelakaan. Pada Operasi Keselamatan Krakatau 2025, penindakan tilang ETLE
statis tercatat sebanyak 205 kasus, meningkat 119 persen dibanding tahun 2024
yang hanya 86 kasus. Tilang manual sebanyak 381 kasus, sementara pada tahun
2024 tidak tercatat adanya tilang manual.
Selain itu, jumlah teguran pada
tahun 2025 mencapai 32.714 pelanggaran, meningkat 137 persen dibanding tahun
2024 yang tercatat 13.785 pelanggaran. Pelanggaran tersebut didominasi oleh
pengendara usia produktif 16 hingga 45 tahun dan mayoritas pengguna sepeda
motor.
Menindaklanjuti kondisi tersebut,
Kapolda Lampung menegaskan bahwa pada Operasi Keselamatan Krakatau 2026,
kegiatan akan difokuskan pada upaya edukasi dan pembinaan masyarakat.
“Operasi ini dilaksanakan dengan
mengedepankan kegiatan preemtif 40 persen, preventif 40 persen, dan penegakan
hukum 20 persen melalui ETLE dan teguran secara humanis, demi terwujudnya
Kamseltibcarlantas yang berkeselamatan,” tegasnya.
Usai apel, Wakapolres Tanggamus
Kompol Fredy Aprisa Putra memberikan penekanan kepada seluruh personel yang
terlibat agar melaksanakan tugas secara profesional dan humanis.
“Saya tekankan kepada seluruh
personel agar selalu mengutamakan faktor keamanan dan keselamatan dalam setiap
pelaksanaan tugas di lapangan,” tegas Wakapolres.
Ia juga mengingatkan agar seluruh
personel menghindari tindakan kontraproduktif yang dapat merusak citra Polri.
“Hindari segala bentuk perbuatan
yang dapat mencederai kepercayaan publik dan merusak marwah institusi Polri,”
ujarnya.
Lebih lanjut, Wakapolres menegaskan
bahwa pelaksanaan operasi tidak semata-mata berorientasi pada penindakan hukum.
“Operasi ini tidak hanya berfokus
pada penegakan hukum atau tilang semata, namun lebih mengedepankan kegiatan
preemtif dan preventif serta tindakan simpatik yang humanis, dengan tetap
berpedoman pada standar operasional prosedur,” pungkasnya. [MFH/Din/rils]











3.jpg)