- Sekdaprov Marindo Pimpin Rapat Evaluasi Sekolah Rakyat bersama BPKP
- Sekda Tedi Zadmiko Ikuti Rakor Virtual dengan Kantor Staf Kepresidenan RI
- BNN Provinsi Lampung dan Pemkot Metro Perkuat Sinergi P4GN
- Polres dan Pemkot Metro Gelar Aksi Korve, Wujudkan Sinergi dalam Menjaga Kebersihan Lingkungan
- Bupati Ela Siti Nuryamah Tanamkan Kesadaran Lingkungan Sejak Dini
- Bupati dan Wakil Bupati beserta Kadiskes serta Kepala OPD lain Tatap Muka Dalam Rangka Konsultasi
- Wakil Bupati Umi Laila Buka Musrenbang Kecamatan Banyumas
- Pemkab Pringsewu Bersama Forkopimda Laksanakan Kerja Bakti Pembersihan Fasilitas Publik
- Pemkab Pesawaran Laksanakan Gerakan Bersih-Bersih Dukung Indonesia ASRI
- Petani Keluhkan Perbaikan Tanggul Way Pisang Asal-Asalan, BBWS Lampung Tutup Mata
Bupati Nanda Indira Apresiasi Gerakan Lingkungan KOPRI PB PMII
Upaya Pelestarian Ekosistem Pesisir

PESAWARAN, MFH,-- Kegiatan edukasi
lingkungan yang digagas oleh Korps Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia Putri
(KOPRI) Pengurus Besar Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PB PMII) dalam
upaya pelestarian ekosistem pesisir mendapat respon positif dari Bupati
Pesawaran Hj. Nanda Indira B, S.E.,M.M.
Langkah baik ini tertuang dalam
gelaran KOPRI Eco Movement 2025 dengan melakukan penanaman 5.000 Mangrove dan
Talkshow Lingkungan yang dilaksanakan di Kawasan Ekowisata Mangrove Cuku Nyi
Nyi, Desa Sidodadi, Kecamatan Teluk Pandan Sabtu, (29/11/2025).
Bupati Nanda Indira hadir secara
langsung didampingi Kadis Kominfotiksan Jayadi Yasa, Kadis Perikanan Zainal
Arifin, Plt. Kadis Tanaman Pangan dan Hortikultura, Plt. Kadis Perkebunan dan
Peternakan Arief Budiman serta Camat Teluk Pandan Salpani.
Baca Lainnya :
- Pemkab Pesawaran Beri Apresiasi ASN Berprestasi dan Santunan untuk Purna Tugas0
- Pemkab Pesawaran Gelar Pembinaan Kesatuan Gerak PKK Bangga Kencana Kesehatan0
- Pemkab Pesawaran Dorong Literasi Keuangan Masyarakat Lewat Edukasi Menabung Saham0
- Beragam Perlombaan Semarakkan HUT KORPRI Ke-54 Kabupaten Pesawaran0
- Lomba Bertutur Tingkat SD-MI Pesawaran Wadah Kenalkan Budaya Lokal Lewat Literasi0
Turut hadir pula Kabid Pengelolaan
DAS Dishut Provinsi Lampung Awal Budiantoro yang mewakili Gubernur Lampung,
Ketua Fatayat NU Lampung Wirdayati, tokoh adat, tokoh masyarakat, pegiat
lingkungan, serta perwakilan masyarakat sekitar.
Dalam laporannya, Kepala Bidang
Lingkungan Hidup KOPRI PB PMII Siti Maisyaroh, menjelaskan bahwa KOPRI Eco
Movement 2025 merupakan rangkaian kegiatan nasional bertepatan dengan Harlah
KOPRI ke-58 serta bagian dari program small grants for Forestry and Other Land
Use (FOLU) and biodiversity. Agenda ini tidak hanya berfokus pada penanaman
mangrove, tetapi juga penguatan edukasi lingkungan melalui talkshow.
Lewat kegiatan ini, ia menegaskan
bahwa sudah saatnya perempuan kini tidak hanya berada di kursi penonton, tetapi
berdiri di garis depan sebagai penggerak kesadaran masyarakat. "Isu
lingkungan adalah isu masa depan dan perempuan memegang peranan penting di
dalamnya,” ujarnya.
Ia menyampaikan bahwa kegiatan di
Pesawaran hari ini merupakan titik kedua setelah kick off di Mojokerto, Jawa
Timur. Selanjutnya, aksi serupa akan dilanjutkan pada 17 Desember 2025 di
Bogor, Jawa Barat bersama Menteri Kehutanan RI Raja Juli Antoni dan perwakilan
KOPRI dari seluruh Indonesia.
Bupati Pesawaran Nanda Indira
menyampaikan apresiasi kepada PB PMII, KOPRI, serta seluruh pihak yang
terlibat. Menurutnya, kegiatan ini menjadi pengingat bahwa pelestarian
lingkungan bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi gerakan bersama.
“Hal kecil yang kita lakukan
hari ini akan berdampak besar bagi masa depan. Penanaman mangrove ini adalah
investasi ekologis untuk keberlanjutan lingkungan dan masa depan anak cucu
kita," seru Bupati.
Bupati menyebut bahwa kawasan
mangrove memiliki peran penting dalam keseimbangan ekosistem, sebab jika
jumlahnya berkurang, yang hilang bukan hanya pohon, tetapi juga pelindung
pantai, tempat hidup biota laut, dan keseimbangan ekosistem pesisir.
Bupati berharap kegiatan ini
menjadi awal dari gerakan lanjutan yang lebih masif, berkelanjutan, dan
melibatkan lebih banyak elemen masyarakat.
“Saya mengapresiasi langkah KOPRI
sebagai organisasi perempuan yang mampu menginisiasi gerakan nyata, bukan hanya
diskusi. Spirit ini patut dicontoh. Lingkungan membutuhkan aksi, bukan hanya
wacana,” tambahnya.
Kabid Pengelolaan DAS Dishut Provinsi
Lampung, Awal Budiantoro, menyampaikan bahwa pemerintah provinsi menyambut baik
gerakan ini.
Dirinya menyampaikan bahwa
kehadiran Mangrove bukan sekadar pohon iconik pesisir, melainkan benteng alami
yang menahan abrasi, meredam gelombang, mengurangi risiko banjir rob, dan
menjaga stabilitas garis pantai.
"Di tengah meningkatnya
bencana hidrometeorologi beberapa waktu terakhir, penanaman mangrove adalah
langkah strategis,” ungkapnya.
Kegiatan ditutup dengan penanaman
mangrove secara simbolik oleh Bupati, dokumentasi, serta talkshow lingkungan
dengan menghadirkan Ketua Fatayat NU Lampung Wirdayati sebagai narasumber.
Talkshow lingkungan ini digelar
untukmembuka ruang bagi perempuan dan anak muda agar bisa berperan aktif
mengambil langkah-langkah positif terkait isu lingkungan. [MFH/Diskominfo
Pesawaran]











3.jpg)