Kabat Duka, Dua Putera Terbaik Lampung Tutup Usia

By redaksi 23 Mar 2026, 14:09:17 WIB Saburai
Kabat Duka, Dua Putera Terbaik Lampung Tutup Usia

LAMPUNG, MFH,-- Kabar Duka datang dari Salah satu Putra Lampung " H. Tamanuri bin Hakim Raja Hukum"  Telah meninggal dunia, dihari Idul fitri 1447 H yang merupakan Anggota DPR RI asal pemilihan lampung dan juga mantan bupati kabupaten way kanan.

Almarhum menghembuskan nafas terakhir di rumah  sakit Royal Taruma, Jakarta pada hari Senin Pukul 7.30 WIB (23/03/2026)

Rencana, jenazah akan disemayamkan di rumah duka Jl. Sultan Agung No F6 Wayhalim, Kota Bandarlampung. Menurut informasi yang disampaikan keluarga almarhum lokasi pemakaman akan dikabarkan lebih lanjut.

Baca Lainnya :

Almarhum kelahiran Tanah Abang, Bunga Mayang, Kabupaten Lampung Utara pada 8 Agustus 1952. Ia meniti  kariernya sebagai aparatur sipil negara pada tahun 1976. Dan pernah menjadi staf, camat, hingga sekdakab dan bupati hingga akhirnya jadi wakil rakyat.

Mozes Herman, Tutup Usia

Provinsi Lampung kembali berduka, salah satu putra terbaiknya sekaligus peletak fondasi pembangunan Kota Metro, Drs. H. Mozes Herman, dikabarkan juga tutup usia pada Minggu 22 Maret 2026 sore.

Mantan Walikota Metro periode 2000–2005 tersebut mengembuskan napas terakhirnya di Rumah Sakit Umum Daerah dr. H. Abdul Moeloek (RSUDAM) Bandar Lampung pada pukul 17.08 WIB. Saat ini, jenazah disemayamkan di rumah duka yang beralamat di Jl. Sumpah Pemuda No. 05, Way Halim, Bandar Lampung.

Permohonan Maaf Keluarga

Pihak keluarga melalui pesan singkat yang diterima redaksi menyampaikan rasa kehilangan yang mendalam sekaligus permohonan maaf kepada masyarakat luas atas kesalahan almarhum semasa hidup.

”Atas nama keluarga besar, kami menyampaikan permohonan maaf atas segala khilaf dan kesalahan almarhum selama ini. Mohon doa agar almarhum mendapat tempat terbaik di sisi-Nya,” tulis perwakilan keluarga.

Sosok Pembangun Kota Pendidikan

Lahir pada 2 Juli 1951, Mozes Herman mencatatkan namanya dalam sejarah sebagai Wali Kota Metro pertama setelah wilayah tersebut resmi memisahkan diri dari Kabupaten Lampung Tengah dan menjadi kota otonom pada tahun 2000.

Berpasangan dengan H. Lukman Hakim, S.H., MM. sebagai Wakil Walikota, duet kepemimpinan ini dikenal sangat visioner dalam meletakkan dasar-dasar tata kota. Di bawah arahannya, Metro mulai diarahkan menjadi kota yang tertata, asri, dan fokus pada sektor pendidikan serta pelayanan publik.

Rekam Jejak Singkat

Memimpin transisi administratif saat Metro beralih dari status Kota Administratif menjadi Kota Madya.

Dikenal sebagai tokoh penting yang merancang “blue print” tata kota Metro sehingga menjadi salah satu kota paling teratur di Provinsi Lampung.

Sebelum menjabat Walikota, beliau merupakan birokrat senior yang memiliki rekam jejak panjang di lingkungan pemerintahan Provinsi Lampung.

Kepergian beliau meninggalkan duka mendalam tidak hanya bagi keluarga, tetapi juga bagi warga Kota Metro yang hingga kini masih menikmati hasil pembangunan yang dirintisnya dua dekade silam. [MFH/**]




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment