- Ketahanan Pangan Digaungkan, Aksesnya Dibiarkan: Petani di Sukaraja Bergerak Sendiri
- Pemkab Lambar Audensi dengan PMO dan BA, Perkuat Program KDMP Nasional
- Wakil Bupati Irawan Topani Hadiri Rapat Paripurna DPRD Pesibar HUT ke-13 Pesisir Barat
- Wabup Lampung Barat Hadiri Undangan Rapat Paripurna HUT ke-13 Pesisir Barat
- Cegah Kebakaran Akibat Korsleting Listrik, Bupati Lambar Himbau Warga Lebih Waspada
- Pemkab Lampung Utara Seleksi Para Finalis Muli Mekhanai
- Serap Aspirasi serta Berikan Solusi Nyata bagi Masyarakat
- Peringatan Hari Kartini ke-147, Pemkab Lamteng Dorong Peran Strategis Perempuan
- Bupati Ela Buka Lokalatih Perlindungan Pekerja Migran Perempuan
- Tiga Desa di Lamtim Dicanangkan Jadi Desa Cantik, Perkuat Pembangunan Berbasis Data
Kakorlantas Pastikan Kesiapan Bakauheni: Tambahan Pelabuhan, Empat Fokus Pengamanan, Perbaikan Jalan

BAKAUHENI, MFH,– Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri melakukan
survei langsung ke sejumlah titik strategis di kawasan Pelabuhan Bakauheni,
Lampung, Kamis (26/2/2026), guna memastikan kesiapan sarana dan prasarana
menjelang Operasi Ketupat Krakatau 2026.
Survei dipimpin Kakorlantas Polri,
Agus Suryonugroho, bersama jajaran lintas kementerian dan pemangku kepentingan
terkait.
Rangkaian kegiatan dimulai sekitar
pukul 08.45 WIB saat rombongan tiba di Pelabuhan Bakauheni. Selanjutnya pada
pukul 08.50 WIB, tim bergerak menuju Pelabuhan BBJ dan Pelabuhan Wika Beton
menggunakan kendaraan roda empat untuk melakukan pengecekan langsung terhadap
kesiapan dermaga, akses masuk-keluar kendaraan, hingga pola rekayasa lalu
lintas.
Baca Lainnya :
- Ramadhan di SDN Desa Tanjung Jaya, Diisi dengan Beragam Kegiatan Positif0
- Kepala SDN se-Kecamatan Palas Serahkan Sumbangan Korban Kebakaran Rumah Warga Tanjung Jaya 0
- Kapolda Beserta Forkopimda dan Elemen Masyarakat Gelar Buka Puasa Bersama0
- Lahan Tambak Tak Produktif Milik Warga Dua Kecamatan di Lamsel Beralih Tanam Padi Biosalin 0
- Menu MBG Kurang Variatif dan Minimalis, Orang Tua Siswa di Candipuro Kecewa0
Sekitar pukul 10.15 WIB, rombongan
melanjutkan peninjauan melalui jalur udara menuju Pelabuhan Indah Kiat, Banten,
sebagai bagian dari pemetaan menyeluruh lintasan penyeberangan Bakauheni–Merak.
Agus menegaskan, survei ini
bertujuan memastikan seluruh simpul transportasi dan infrastruktur pendukung
siap menghadapi lonjakan arus mudik dan balik Lebaran 2026.
“Hari ini saya bersama seluruh
stakeholder dari Kemenhub, KemenPU, Dirut Jasa Raharja dan ASDP melaksanakan
survei udara dari Jakarta menuju Bakauheni.
Kita sudah melakukan pengecekan di
Pelabuhan BBJ dan Wika Beton. Ini menggembirakan karena ada penambahan satu
pelabuhan, yakni Pelabuhan PT. SMA (Sumur Makmur Abadi), sehingga distribusi
kendaraan diharapkan lebih cepat,” ujar Agus.
Ia menjelaskan, pengamanan Operasi
Ketupat 2026 dibagi dalam empat klaster utama, yakni pengelolaan jalan tol,
jalan arteri, pelabuhan penyeberangan, serta pengamanan tempat ibadah dan
lokasi wisata.
“Operasi Ketupat 2026 memiliki
tagline ‘Mudik Aman, Keluarga Bahagia’. Kami hadir untuk memastikan perjalanan
masyarakat, baik darat, laut, maupun udara, berlangsung selamat hingga sampai
tujuan,” kata dia.
Dari hasil peninjauan, sejumlah
pelabuhan disiapkan untuk mendukung distribusi kendaraan dan penumpang saat
puncak arus mudik.
Kepala Kantor Kesyahbandaran dan
Otoritas Pelabuhan (KSOP), Capt. Suratno, mengatakan pihaknya menyiagakan empat
dermaga utama.
“Pelabuhan utama adalah ASDP,
kemudian Pelabuhan BBJ, Wika Beton sebagai pelabuhan pendukung, serta pelabuhan
kontingensi. Dalam kondisi darurat, kami akan menggunakan Pelabuhan PT SMA. SMA
dapat dimanfaatkan untuk kapal RoRo maupun Landing Craft Tank yang mengangkut
kendaraan barang dan sepeda motor,” ujarnya.
Menurut dia, optimalisasi Pelabuhan
Wika Beton dan SMA akan difokuskan pada kendaraan barang dan sepeda motor guna
mengurai kepadatan di pelabuhan utama.
Selain sarana pelabuhan, kesiapan
infrastruktur jalan juga menjadi perhatian dalam survei tersebut.
Kepala Badan Pengatur Jalan Tol
(BPJT) Kementerian Pekerjaan Umum, Wilan Oktavian, menyatakan perbaikan jalan
nasional ditargetkan rampung sebelum masa angkutan Lebaran.
“Kami memastikan jalan nasional,
baik tol maupun non-tol, pada H-10 atau 10 Maret sudah tanpa lubang. Di jalan
tol juga disiapkan buffer zone untuk mendukung delay system di Pelabuhan
Bakauheni maupun Merak,” katanya.
Sementara itu, Direktur Lalu Lintas
Jalan Direktorat Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan, Rudi
Irawan, menambahkan bahwa seluruh pelabuhan yang akan dioperasikan telah
dievaluasi berdasarkan standar pelayanan minimal.
Kami memastikan pelabuhan yang
disiapkan untuk angkutan Lebaran sudah memenuhi standar pelayanan minimal.
Pelabuhan BBJ saat ini dinilai siap digunakan, dengan harapan cuaca juga
mendukung agar pelayanan penyeberangan berjalan lancar,” ujarnya.
Dengan survei langsung oleh
Korlantas Polri dan dukungan lintas kementerian, kesiapan sarana-prasarana di
lintasan Bakauheni–Merak diharapkan mampu mengantisipasi lonjakan pergerakan
kendaraan serta menjamin kelancaran arus mudik dan balik Lebaran 2026. [MFH/Jun]











3.jpg)