- Bupati Parosil Lepas 2000 Rider Peserta Adventure Trail Gas Lambar 1
- Lepas Kafilah MTQ Ke-53 Lampung, Wakil Bupati Pesisir Barat Harapkan Prestasi Terbaik
- Polsek Kota Agung Identifikasi Peristiwa Kematian Pedagang Somay
- Polsek Pulau Panggung Bantu Truk Alami Kendala di Tanjakan Leter S
- Gubernur Mirza Ajak Masyarakat Perkuat Persatuan dan Doakan Kemajuan Lampung
- Gubernur Mirza Perkuat Penanganan Karhutla TNWK
- Pemkab Lampung Timur dan Kemenag Perkuat Sinergi
- Bupati Buka Verifikasi Lapangan Penganugerahan Parahita Ekapraya Lamtim
- Perkuat Sinergi, Kapolres Terima Audensi DPC SPRI Lampung Utara
- Bupati Parosil Serahkan Hibah Rp 70 Juta untuk Masjid Babussalam Mutar Alam
Lahan Tambak Tak Produktif Milik Warga Dua Kecamatan di Lamsel Beralih Tanam Padi Biosalin

LAMPUNG SELATAN, MFH,-- Inovasi
Warga Dua Kecamatan Sragi dan Ketapang di Lampung Selatan serentak jadikan
Tambak Tidak Produktif di Sulap menjadi lahan pertanian Padi Biosalin.
Inovasi tersebut di gagas seorang
pemuda setempat Jalu, dirinya melakukan riset mandiri dan demplot pertamanya
sukses, dengan lahan satu hektar menghasilkan 6 Ton gabah.
Hasil Inovasi tersebut disambut
baik Bupati Lampung Selatan, Radytio Egi Pratama dan pihak Kejati Lampung.
Baca Lainnya :
- Menu MBG Kurang Variatif dan Minimalis, Orang Tua Siswa di Candipuro Kecewa0
- Anggota Komisi III Achmad Johani Minta Dinas PUPR Lamsel Mengecek dan Perbaiki Jembatan yang Jebol0
- Setahun Egi-Saiful Diwarnai Aksi Unjuk Rasa Mahasiswa-Tuntut Evaluasi, Begini Respon Relawan 0
- Revitalisasi Dermaga Bom Kalianda, Perseroda Lamsel Targetkan Omzet Hingga Rp3,4 Miliar 0
- Kemenag dan Pemkab Luncurkan Gerakan Lampung Selatan Bertadarus0
" Kami berinovasi dengan
tanaman padi Biosalin karna lebih mudah perawatannya padi juga tahan penyakit
terutama hama tikus, dari pada kami puluhan tahun para petambak udang sering
merugi," ucap Jalu.
Menurutnya perawatan padi Biosalin
lebih mudah di areal air kadar garam tinggi lebih subur dan tahan hama
penyakit. Dirinya juga mencatat ada 2.500 hektar tambak yang sudah tidak lagi
produktif.
"Jika lahan tersebut dapat di
fungsikan menjadi lahan pertanian padi, tidak kemungkinan besar inkam di
kecamatan Sragi dan Ketapang dapat tembus ratusan milyar pertahunnya," jelas
dia.
Saat ini sedikitnya 50 hektar
tambak yang sudah lama tidak produktif di kecamatan Sragi dan Ketapang telah
berubah menjadi lahan pertanian padi Biosalin.
Mereka juga optimistis padi
Biosalin akan menghasilkan panen besar, sebab secara kasat mata batang dan
rumpun tanaman padi cukup besar, selain itu ranting buah juga lebih banyak
ketimbang tanaman padi pada umumnya. [MFH/Sriw]











