Erupsi GAK Muntahkan Batu dan Abu Vulkanik, Warga Pesisir Bersiap Evakuasi

By redaksi 06 Sep 2026, 13:19:09 WIB Saburai
Erupsi GAK Muntahkan Batu dan Abu Vulkanik, Warga Pesisir Bersiap Evakuasi

LAMPUNG SELATAN, MFH,-- Erupsi Gunung Anak Krakatau yang berlangsung sejak Jumat malam berlanjut dengan intensitas yang berbeda dari biasanya. Kawah memuntahkan material vulkanik berupa batu panas hingga menyebabkan hujan batu dan debu di sejumlah wilayah Lampung, Sabtu (5/9/2026).

Batu panas yang dilontarkan GAK memaksa nelayan di perairan sekitar segera memutar arah kapal dan mempercepat perjalanan kembali ke daratan demi keselamatan.

Selain hujan batu, abu vulkanik juga melayang hingga dirasakan warga di Kabupaten Lampung Selatan, Bandar Lampung, Pesawaran, Pringsewu, dan Tanggamus mulai menjelang petang.

Baca Lainnya :

Kekhawatiran melanda warga pesisir Rajabasa dan Kalianda. Sebagian mulai berkumpul dan bersiap di jalur evakuasi. Tak sedikit yang memilih segera mengungsi, dipicu trauma mendalam atas bencana tsunami yang pernah terjadi pada akhir tahun 2018 lalu.

"Kami melihat langit memerah lalu material jatuh seperti hujan batu. Kami takut mengingat peristiwa dulu, jadi langsung bersiap menuju tempat yang lebih aman." Ucap SiliHin Warga Pesisir

Kepala Pos Pengamatan Gunung Anak Krakatau, Suwarno, menjelaskan aktivitas erupsi tercatat terjadi sebanyak 12 kali sejak Jumat malam dan hingga saat ini masih berlangsung terus menerus.

"Erupsi masih berlangsung aktif. Untuk saat ini kami tegas melarang siapa pun mendekat atau beraktivitas dalam radius 5 kilometer dari kawah karena sangat berbahaya," ucap Suwarno

Saat ini status Gunung Anak Krakatau tetap berada pada Level III (Siaga). Pihak berwenang mengimbau masyarakat agar tetap tenang, tidak panik, dan menolak menyebarkan informasi yang tidak jelas sumbernya. Gunakan masker dan pelindung mata saat beraktivitas di luar ruangan. [MFH/Sri]




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment