- Aktivitas Erupsi GAK Masih Berlangsung Warga Diminta Waspada Abu Vulkanik
- Erupsi GAK Muntahkan Batu dan Abu Vulkanik, Warga Pesisir Bersiap Evakuasi
- Polsek Kota Agung Tangkap Satu DPO Pencuri Besi Pabrik Pasar Madang di Serang Banten
- Aktivitas Gunung Anak Krakatau Dipantau, Pelayanan Merak-Bakauheni Tetap Berjalan
- Pemprov Imbau Masyarakat Tetap Tenang dan Gunakan Masker Hadapi Abu Vulkanik GAK
- Wulan Mirza Buka Lampung Fun Swimming Festival 2026
- Gubernur Mirza Dorong Anak Muda Lampung Ciptakan Peluang, Bukan Sekadar Konsumen
- GAK Kembali Lontarkan Lava Pijar, Masyarakat Dihimbau Tetap Tenang dan Gunakan Masker
- Hujan Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau Guyur Pematang Sawa
- Polsek Talang Padang Identifikasi Korban Tersengat Listrik di Kolam Ikan Gisting
Erupsi GAK Muntahkan Batu dan Abu Vulkanik, Warga Pesisir Bersiap Evakuasi

LAMPUNG SELATAN, MFH,-- Erupsi Gunung Anak
Krakatau yang berlangsung sejak Jumat malam berlanjut dengan intensitas yang
berbeda dari biasanya. Kawah memuntahkan material vulkanik berupa batu panas
hingga menyebabkan hujan batu dan debu di sejumlah wilayah Lampung, Sabtu
(5/9/2026).
Batu panas yang dilontarkan GAK memaksa nelayan
di perairan sekitar segera memutar arah kapal dan mempercepat perjalanan
kembali ke daratan demi keselamatan.
Selain hujan batu, abu vulkanik juga melayang
hingga dirasakan warga di Kabupaten Lampung Selatan, Bandar Lampung, Pesawaran,
Pringsewu, dan Tanggamus mulai menjelang petang.
Baca Lainnya :
- GAK Kembali Lontarkan Lava Pijar, Masyarakat Dihimbau Tetap Tenang dan Gunakan Masker 0
- Gubernur Mirza Laksanakan Panen Raya Jagung dan Lantik Pengurus HKTI Lamsel0
- Dilarang Menyeberang di Bakauheni, Puluhan Sopir Truk Pengangkut Gabah Asal Pulau Jawa Protes0
- Bursa Ketua IJTI Krakatau Raya: Jurnalis Kompas TV Serahkan Berkas Pendaftaran0
- Semarak HUT RI ke-81, Ratusan Warga Desa Hara Banjar Manis Antusias Ikuti Jalan Sehat0
Kekhawatiran melanda warga pesisir Rajabasa dan
Kalianda. Sebagian mulai berkumpul dan bersiap di jalur evakuasi. Tak sedikit
yang memilih segera mengungsi, dipicu trauma mendalam atas bencana tsunami yang
pernah terjadi pada akhir tahun 2018 lalu.
"Kami melihat langit memerah lalu material
jatuh seperti hujan batu. Kami takut mengingat peristiwa dulu, jadi langsung
bersiap menuju tempat yang lebih aman." Ucap SiliHin Warga Pesisir
Kepala Pos Pengamatan Gunung Anak Krakatau,
Suwarno, menjelaskan aktivitas erupsi tercatat terjadi sebanyak 12 kali sejak
Jumat malam dan hingga saat ini masih berlangsung terus menerus.
"Erupsi masih berlangsung aktif. Untuk
saat ini kami tegas melarang siapa pun mendekat atau beraktivitas dalam radius
5 kilometer dari kawah karena sangat berbahaya," ucap Suwarno
Saat ini status Gunung Anak Krakatau tetap
berada pada Level III (Siaga). Pihak berwenang mengimbau masyarakat agar tetap
tenang, tidak panik, dan menolak menyebarkan informasi yang tidak jelas
sumbernya. Gunakan masker dan pelindung mata saat beraktivitas di luar ruangan.
[MFH/Sri]










3.jpg)