- GAK Kembali Lontarkan Lava Pijar, Masyarakat Dihimbau Tetap Tenang dan Gunakan Masker
- Hujan Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau Guyur Pematang Sawa
- Polsek Talang Padang Identifikasi Korban Tersengat Listrik di Kolam Ikan Gisting
- Bupati Dedi Irawan dan Kapolres Pesisir Barat Perkuat Sinergi
- Pemprov Lampung Launching Website Peduli TB dan Bentuk Kopi TB 2026
- Polsek Talang Padang Identifikasi Temuan Mayat Pria 66 Tahun di Gisting Bawah
- Gubernur Mirza Dorong Koperasi Jadi Penggerak Ekonomi dan Hilirisasi Potensi Desa
- Dekranasda Provinsi Lampung Siapkan Kriya Terbaik Tembus Panggung Nasional
- Dekranasda Provinsi Lampung Gandeng Usaha Kuliner Lokal
- Panen Raya Lumbung Pangan Baznas Pesawaran Dorong Zakat Produktif dan Kemandirian Petani
GAK Kembali Lontarkan Lava Pijar, Masyarakat Dihimbau Tetap Tenang dan Gunakan Masker

LAMPUNG SELATAN, MFH,-- Gunung Anak Krakatau
yang berada di perairan Selat Sunda, Kabupaten Lampung Selatan, kembali
menunjukkan aktivitas erupsi. Video yang diunggah warga di media sosial
memperlihatkan lontaran lava pijar yang menerangi kegelapan malam. Aktivitas
ini masih terus berlangsung dan terpantau ketat oleh petugas pemantauan.
Rekaman
yang beredar memperlihatkan cahaya merah menyala dari material pijar yang
dimuntahkan kawah. Fenomena ini terjadi saat gunung api mengalami erupsi
menerus atau yang dikenal sebagai fenomena lava air mancur.
Berdasarkan
laporan pengamatan periode enam jam, erupsi tercatat dimulai sejak Jumat, 4
September 2026 sekitar pukul 23.00 WIB.
Baca Lainnya :
- Gubernur Mirza Laksanakan Panen Raya Jagung dan Lantik Pengurus HKTI Lamsel0
- Dilarang Menyeberang di Bakauheni, Puluhan Sopir Truk Pengangkut Gabah Asal Pulau Jawa Protes0
- Bursa Ketua IJTI Krakatau Raya: Jurnalis Kompas TV Serahkan Berkas Pendaftaran0
- Semarak HUT RI ke-81, Ratusan Warga Desa Hara Banjar Manis Antusias Ikuti Jalan Sehat0
- Senam Oke Gas Gelar Berbagai Perlombaan Meriahkan HUT ke-81 Kemerdekaan RI0
Suwarno petugas pos pantau Gunung Anak Krakatau
( GAK) membenarkan bahwa GAK saat ini mengalami erupsi, dia mengajak
seluruh masyarakat untuk tetap tenang dan tidak mudah percaya isu yang tidak
bertanggung jawab.
"Bener sekali, erupsi Gunung Anak
Krakatau memang sudah berlangsung sejak semalam. Letusannya terus menerus,
lontaran apinya terlihat sangat jelas meski sesekali tertutup kabut, dan
kekuatannya terbilang lumayan besar hingga saat ini," Ucap Suwarno
(5/9/2026).
Melihat
arah angin yang saat ini berhembus ke arah Barat Daya, pihaknya mengimbau
masyarakat khususnya yang tinggal di Pulau Sebesi, pesisir pantai, dan wilayah
sebelah barat Selat Sunda untuk.
Masyarakat di himbau untuk selalu memakai
masker dan pelindung hidung saat beraktivitas di luar ruangan, dan Menggunakan
helm berkaca saat berkendara, demi melindungi mata. Langkah tersebut untuk mencegah
gangguan pernapasan (ISPA) maupun iritasi mata akibat paparan abu vulkanik.
Dari Pos
Pengamatan Gunung Api Pasauran terdengar dentuman dan gemuruh khas aktivitas
vulkanik. Bahkan, beberapa kamera pemantau CCTV mengalami gangguan karena
terkena lontaran material panas.
Secara
data kegempaan, tercatat satu kali gempa letusan dengan amplitudo 70 milimeter
dan durasi sinyal mencapai 21.600 detik. Pengamatan visual menunjukkan kondisi
gunung terlihat jelas hingga tertutup kabut tipis, sementara asap kawah tidak
teramati. Cuaca sekitar lokasi berawan hingga mendung dengan angin lemah hingga
sedang yang berhembus ke arah barat laut.
Saat ini status aktivitas
Gunung Anak Krakatau masih berada pada Level III (Siaga). Masyarakat,
wisatawan, maupun awak kapal dilarang mendekati atau beraktivitas dalam radius
3 kilometer dari kawah demi keselamatan. [MFH/Sri]










3.jpg)