GAK Kembali Lontarkan Lava Pijar, Masyarakat Dihimbau Tetap Tenang dan Gunakan Masker

By redaksi 05 Sep 2026, 13:39:55 WIB Saburai
GAK Kembali Lontarkan Lava Pijar, Masyarakat Dihimbau Tetap Tenang dan Gunakan Masker

LAMPUNG SELATAN, MFH,-- Gunung Anak Krakatau yang berada di perairan Selat Sunda, Kabupaten Lampung Selatan, kembali menunjukkan aktivitas erupsi. Video yang diunggah warga di media sosial memperlihatkan lontaran lava pijar yang menerangi kegelapan malam. Aktivitas ini masih terus berlangsung dan terpantau ketat oleh petugas pemantauan.

 Rekaman yang beredar memperlihatkan cahaya merah menyala dari material pijar yang dimuntahkan kawah. Fenomena ini terjadi saat gunung api mengalami erupsi menerus atau yang dikenal sebagai fenomena lava air mancur.

 Berdasarkan laporan pengamatan periode enam jam, erupsi tercatat dimulai sejak Jumat, 4 September 2026 sekitar pukul 23.00 WIB.

Baca Lainnya :

Suwarno petugas pos pantau Gunung Anak Krakatau ( GAK) membenarkan bahwa GAK saat ini mengalami erupsi,  dia mengajak seluruh masyarakat untuk tetap tenang dan tidak mudah percaya isu yang tidak bertanggung jawab.

 "Bener sekali, erupsi Gunung Anak Krakatau memang sudah berlangsung sejak semalam. Letusannya terus menerus, lontaran apinya terlihat sangat jelas meski sesekali tertutup kabut, dan kekuatannya terbilang lumayan besar hingga saat ini," Ucap Suwarno (5/9/2026).

 Melihat arah angin yang saat ini berhembus ke arah Barat Daya, pihaknya mengimbau masyarakat khususnya yang tinggal di Pulau Sebesi, pesisir pantai, dan wilayah sebelah barat Selat Sunda untuk.

Masyarakat di himbau untuk selalu memakai masker dan pelindung hidung saat beraktivitas di luar ruangan, dan Menggunakan helm berkaca saat berkendara, demi melindungi mata. Langkah tersebut untuk mencegah gangguan pernapasan (ISPA) maupun iritasi mata akibat paparan abu vulkanik.

 Dari Pos Pengamatan Gunung Api Pasauran terdengar dentuman dan gemuruh khas aktivitas vulkanik. Bahkan, beberapa kamera pemantau CCTV mengalami gangguan karena terkena lontaran material panas.

 Secara data kegempaan, tercatat satu kali gempa letusan dengan amplitudo 70 milimeter dan durasi sinyal mencapai 21.600 detik. Pengamatan visual menunjukkan kondisi gunung terlihat jelas hingga tertutup kabut tipis, sementara asap kawah tidak teramati. Cuaca sekitar lokasi berawan hingga mendung dengan angin lemah hingga sedang yang berhembus ke arah barat laut.

Saat ini status aktivitas Gunung Anak Krakatau masih berada pada Level III (Siaga). Masyarakat, wisatawan, maupun awak kapal dilarang mendekati atau beraktivitas dalam radius 3 kilometer dari kawah demi keselamatan. [MFH/Sri]




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment