- GAK Kembali Lontarkan Lava Pijar, Masyarakat Dihimbau Tetap Tenang dan Gunakan Masker
- Hujan Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau Guyur Pematang Sawa
- Polsek Talang Padang Identifikasi Korban Tersengat Listrik di Kolam Ikan Gisting
- Bupati Dedi Irawan dan Kapolres Pesisir Barat Perkuat Sinergi
- Pemprov Lampung Launching Website Peduli TB dan Bentuk Kopi TB 2026
- Polsek Talang Padang Identifikasi Temuan Mayat Pria 66 Tahun di Gisting Bawah
- Gubernur Mirza Dorong Koperasi Jadi Penggerak Ekonomi dan Hilirisasi Potensi Desa
- Dekranasda Provinsi Lampung Siapkan Kriya Terbaik Tembus Panggung Nasional
- Dekranasda Provinsi Lampung Gandeng Usaha Kuliner Lokal
- Panen Raya Lumbung Pangan Baznas Pesawaran Dorong Zakat Produktif dan Kemandirian Petani
Hujan Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau Guyur Pematang Sawa
Bupati Tanggamus Instruksikan Jajaran Bergerak

TANGGAMUS, MFH,-- Hujan abu vulkanik akibat
aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau melanda sejumlah wilayah Kecamatan
Pematang Sawa, Kabupaten Tanggamus, Lampung, Sabtu (5/9/2026) pagi. Menghadapi
kondisi tersebut, Bupati Tanggamus Drs. H. Moh. Saleh Asnawi, M.A., M.H.,
langsung menginstruksikan jajaran pemerintah daerah untuk meningkatkan
kesiapsiagaan dan memastikan keselamatan masyarakat.
Instruksi tersebut disampaikan melalui Kabag
Prokopim Hendra Ferry dan diarahkan kepada jajaran organisasi perangkat daerah
(OPD), khususnya BPBD Kabupaten Tanggamus, Dinas Kesehatan, serta Camat
Pematang Sawa untuk bergerak cepat melakukan pemantauan dan penanganan di
wilayah terdampak.
Bupati juga meminta jajaran terkait
menyampaikan imbauan kepada masyarakat agar untuk sementara mengurangi
aktivitas di luar rumah, tetap tenang namun siaga, serta mengikuti informasi
resmi pemerintah mengenai perkembangan kondisi Gunung Anak Krakatau.
Baca Lainnya :
- Polsek Talang Padang Identifikasi Korban Tersengat Listrik di Kolam Ikan Gisting0
- Polsek Talang Padang Identifikasi Temuan Mayat Pria 66 Tahun di Gisting Bawah0
- Kabupaten Tanggamus Masuk 30 Daerah Program LSDP0
- Antisipasi Antrean SPBU, Polres Tanggamus Siagakan Personel dan Tekan Pelanggaran Anggota0
- Polsek Wonosobo Amankan Tiga Pelaku Curas Pengancam Sopir Truk Pakai Badik, Dua Diantaranya Pelajar0

Sebagai langkah antisipasi terhadap dampak abu
vulkanik, kegiatan belajar mengajar di wilayah terdampak untuk sementara
diminta diliburkan. Kebijakan tersebut dilakukan sebagai langkah kehati-hatian,
terutama untuk melindungi anak-anak dari paparan abu vulkanik.
Selain itu, Bupati meminta BPBD Tanggamus terus
berkoordinasi dengan BMKG Stasiun Kalianda dan instansi terkait untuk
memastikan perkembangan cuaca maupun potensi dampak erupsi dapat dipantau
secara berkelanjutan.
Dinas Kesehatan Tanggamus juga diperintahkan
memperkuat pelayanan kesehatan di daerah terdampak. Pos pelayanan kesehatan disiapkan
dengan mengerahkan bidan desa dan tenaga kesehatan untuk membuka posko,
membagikan masker, serta menyediakan obat-obatan bagi masyarakat yang
membutuhkan.
Abu
Vulkanik Mulai Turun Sejak Pagi
Hujan abu mulai dirasakan warga sekitar pukul
06.00 WIB. Abu dilaporkan cukup tebal dan disertai gempa kecil yang terjadi
berulang. Kondisi tersebut terpantau di sejumlah wilayah kerja UPTD Puskesmas
Martanda.
Hujan abu dilaporkan terjadi di sejumlah
wilayah Pematang Sawa, termasuk Pulung Bayang dan Cukupala di kawasan Pulau
Tabuan.
Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD
Kabupaten Tanggamus, Hendarman Wahid, meminta masyarakat tetap tenang, waspada
dan tidak mudah mempercayai informasi yang tidak berasal dari sumber resmi.
“Masyarakat kami imbau tetap waspada dan
mempercayai informasi yang berasal dari sumber resmi, seperti BPBD Kabupaten
Tanggamus, BMKG dan Pemerintah Daerah Kabupaten Tanggamus,” kata Hendarman.
Masyarakat, khususnya anak-anak, juga diminta
mengurangi aktivitas di luar ruangan dan menggunakan masker untuk mengurangi
paparan abu vulkanik.
“Jaga kesehatan dan lindungi diri kita
masing-masing. Tetap waspada terhadap perkembangan situasi,” ujarnya.
Puskesmas
Bergerak, Ratusan Masker Dibagikan
Respons cepat dilakukan Kepala UPTD Puskesmas
Martanda Diana, dengan mengerahkan bidan desa dan perawat ke sejumlah titik
terdampak.
Di Pekon Tirom Jaya, sebanyak 250 masker telah
dibagikan kepada masyarakat, disertai penyediaan obat Intunal dan CTM.
Di Pekon Way Asahan, melalui Pustu Way Asahan,
petugas telah membagikan 200 masker, serta menyiapkan Intunal dan vitamin.
Sementara di Karang Brak, sebanyak 250 masker
telah disalurkan melalui Poskesdes Tirom Awi. Obat yang disiapkan antara lain
Intunal dan Salbutamol.
Di Pekon Martanda, petugas membagikan 150
masker kepada warga sekitar dan lingkungan SD Negeri 1 Martanda. Pada titik
pelayanan lainnya di Pekon Martanda, sebanyak 300 masker kembali dibagikan,
disertai Salbutamol dan vitamin.
Kemudian di Kaur Gading, sebanyak 300 masker
telah dibagikan kepada masyarakat, dengan dukungan obat Intunal, vitamin dan
CTM.
Di Tampang Tua, petugas membagikan 200 masker
kepada warga sekitar serta menyiapkan Intunal, CTM dan vitamin.
Sedangkan di Tampang Muda, sebanyak 250 masker
telah dibagikan melalui Balai Pekon Tampang Muda, disertai obat Intunal dan
vitamin.
Dengan demikian, sedikitnya 1.650 masker telah
didistribusikan di sejumlah titik pelayanan kesehatan di wilayah terdampak.
Gunung
Anak Krakatau Masih Erupsi Menerus
Sementara itu, berdasarkan laporan aktivitas
Gunung Anak Krakatau dari PVMBG periode pengamatan 5 September 2026 pukul
00.00–06.00 WIB, aktivitas erupsi masih berlangsung menerus sejak Jumat
(4/9/2026) pukul 23.07 WIB.
Gunung Anak Krakatau saat ini berada pada Level
III atau Siaga. Dalam laporan pengamatan juga tercatat adanya lava fountain
atau lava air mancur pada malam hari.
Dentuman dan suara gemuruh dilaporkan terdengar
dari Pos Pengamatan Gunung Anak Krakatau di Pasauran.
PVMBG merekomendasikan masyarakat, pengunjung,
wisatawan maupun pendaki tidak mendekati Gunung Anak Krakatau dan tidak
melakukan aktivitas dalam radius 3 kilometer dari kawah aktif.
Pemerintah Kabupaten Tanggamus bersama BPBD,
Dinas Kesehatan, jajaran kecamatan dan tenaga kesehatan masih melakukan
pemantauan terhadap perkembangan kondisi di wilayah terdampak.
Masyarakat diminta tidak
panik, tetap siaga, membatasi aktivitas di luar rumah, menggunakan masker saat
berada di luar ruangan serta mengutamakan informasi dari kanal resmi pemerintah
dan lembaga berwenang. [MFH/Din/rils]










3.jpg)