- Panen Raya Lumbung Pangan Baznas Pesawaran Dorong Zakat Produktif dan Kemandirian Petani
- Bupati Resmikan Demplot Mangrove 2 Hektare di Muara Gading Mas
- Komisi IV DPR RI Kunjungi TN Way Kambas, Dorong Penguatan Konservasi dan Pencegahan Karhutla
- KPK RI Perkuat Pengawasan Pencegahan Korupsi di Kota Metro
- BPK Evaluasi Tata Kelola RSUD Ahmad Yani Metro
- Pemkab Lampung Tengah Tegaskan Kesiapan Dukung Pemeriksaan BPK RI
- Ketua Umum IKWT Lampung Tengah Pimpin Rakor
- Plt. Ketua TP PKK Hadiri Gerak Pangan TPID, Dukung Pengendalian Inflasi di Lampung Tengah
- Sekdaprov Marindo Lantik Pejabat Administrator dan Pengawas
- Kepala Kemenag Ajak Masyarakat Manfaatkan Gerai Kementerian Agama di MPP Bandar Lampung
Panen Raya Lumbung Pangan Baznas Pesawaran Dorong Zakat Produktif dan Kemandirian Petani

PESAWARAN, MFH,-- Program Lumbung Pangan Badan
Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Pesawaran memberikan hasil nyata dalam
mendorong kemandirian ekonomi masyarakat melalui sektor pertanian. Hal tersebut
ditandai dengan pelaksanaan Panen Raya Lumbung Pangan BAZNAS di Desa Kutoarjo,
Kecamatan Gedong Tataan, Kamis (3/9/2026).
Panen raya tersebut menjadi momentum untuk
melihat langsung hasil pemberdayaan 60 petani mustahik yang dibina melalui
program Lumbung Pangan BAZNAS. Program yang telah diinisiasi sejak 2025 itu
mencakup lahan seluas 60 hektare dengan total nilai program mencapai Rp279,5
juta.
Program tersebut tidak hanya memberikan bantuan
sarana produksi, tetapi juga disertai pendampingan teknis, pelatihan melalui
sekolah tani, serta penggunaan varietas padi Inpari 32 yang memiliki ketahanan
terhadap hama dan kualitas beras yang baik. Dari lahan binaan tersebut, potensi
produksi pada musim panen ini diperkirakan mencapai sekitar 300 ton
gabah/beras, dengan nilai ekonomi sekitar Rp1,3 miliar.
Baca Lainnya :
- Pesawaran Bersholawat Tandai Satu Tahun Capaian Pembangunan0
- Percepat Pemadaman Kebakaran TPA Taman Sari, Bupati Instruksikan Penanganan Lintas Sektor0
- Pemkab Pesawaran Gelar Asistensi Penguatan Pembinaan Posyandu 0
- Satu Tahun Kepemimpinan Nanda-Anton, Perkuat Fondasi Pembangunan Pesawaran0
- Pembangunan Gedung Cathlab RSUD Pesawaran Dimulai, Perkuat Akses Layanan Jantung0
Bupati Pesawaran Hj. Nanda Indira B., S.E.,
M.M. menyampaikan bahwa capaian tersebut menjadi bukti bahwa pengelolaan zakat
secara produktif dapat memberikan dampak langsung terhadap peningkatan
kesejahteraan masyarakat.
Menurutnya, pilihan BAZNAS untuk mengembangkan
program pemberdayaan melalui sektor pertanian merupakan langkah strategis
karena sektor tersebut tidak hanya berkaitan dengan penghidupan masyarakat,
tetapi juga memiliki peran penting dalam menjaga ketahanan pangan daerah.
“Keberhasilan program Lumbung Pangan ini
menunjukkan bahwa sinergi antarlembaga dapat memperkuat upaya pemberdayaan
masyarakat. Pemerintah Kabupaten Pesawaran akan terus mendukung dan bersinergi
dengan BAZNAS agar program seperti ini dapat berkembang dan memberikan manfaat
yang lebih luas bagi masyarakat,” katanya.
Bupati juga berharap program tersebut dapat
dilaksanakan secara berkelanjutan, sehingga semakin banyak mustahik yang
memperoleh kesempatan untuk meningkatkan kapasitas usaha dan kesejahteraannya.
Sementara itu, Ketua BAZNAS Kabupaten Pesawaran
H. A. Hamid S., S.H., M.M. menjelaskan, Program Lumbung Pangan merupakan bagian
dari upaya BAZNAS dalam mendukung ketahanan pangan sekaligus meningkatkan taraf
ekonomi petani mustahik.
“BAZNAS hadir sebagai mitra strategis
pemerintah untuk memastikan sektor pertanian tidak hanya tangguh dalam
mendukung ketahanan pangan, tetapi juga mampu memberdayakan petani mustahik
agar naik kelas menjadi muzaki,” jelasnya.
Ketua Baznas menyebut, dari 60 hektare lahan yang
dikelola petani binaan, potensi hasil panen diperkirakan mencapai sekitar 300
ton dengan nilai ekonomi sekitar Rp1,3 miliar. Dengan hasil tersebut, rata-rata
petani binaan berpotensi memperoleh laba bersih sekitar Rp15,5 juta per musim.
Menurutnya, capaian tersebut menunjukkan bahwa
zakat produktif dapat menciptakan siklus pemberdayaan yang berkelanjutan. Para
penerima manfaat tidak hanya memperoleh bantuan, tetapi juga mendapatkan
pendampingan agar mampu mengembangkan usaha secara mandiri.
“Keberkahan program ini diharapkan terus
berputar. Petani yang hari ini menjadi mustahik kita dorong agar semakin
mandiri dan pada waktunya mampu menjadi muzaki. Inilah semangat zakat
produktif, yaitu menciptakan ekosistem ekonomi masyarakat yang kuat, inklusif, dan
berkelanjutan,” ungkapnya.
Ia menambahkan, keberhasilan program tersebut
tidak terlepas dari kolaborasi antara BAZNAS Kabupaten Pesawaran, Gapoktan
Makarti Jaya, Pemerintah Kabupaten Pesawaran, BAZNAS Provinsi Lampung, dan
BAZNAS RI.
Dalam kegiatan tersebut juga dilakukan
penyerahan secara simbolis bantuan Program Lumbung Pangan BAZNAS dari BAZNAS RI
kepada penerima manfaat senilai Rp279,5 juta.
Selain itu, Ketua Gapoktan Makarti Jaya
menyerahkan pembayaran zakat pertanian kepada BAZNAS Kabupaten Pesawaran
sebesar Rp12,2 juta sebagai bentuk kesadaran penerima manfaat dalam
menunaikan kewajiban zakat setelah memperoleh hasil usaha.
Turut diserahkan bantuan bedah rumah layak dan
sehat sebesar Rp16 juta kepada penerima manfaat. Rangkaian kegiatan dilanjutkan
dengan prosesi panen raya secara simbolis serta peninjauan lahan pertanian dan
hasil produksi Lumbung Pangan BAZNAS.
Kegiatan tersebut dihadiri
Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian, Pendayagunaan dan Pemberdayaan H.
Idy Muzayyad, S.H.I., M.Si., Wakil Bupati Pesawaran, Wakil Ketua DPRD Kabupaten
Pesawaran beserta jajaran Forkopimda, Perwakilan BAZNAS Provinsi Lampung,
Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Pesawaran, jajaran pejabat Pemerintah
Kabupaten Pesawaran, tokoh agama dan masyarakat, penyuluh pertanian, Kepala
Desa Kutoarjo beserta jajaran, kelompok tani, serta para penerima manfaat
Program Lumbung Pangan BAZNAS. [MFH/Diskominfotiksan Pesawaran]











3.jpg)