- Aktivitas Gunung Anak Krakatau Dipantau, Pelayanan Merak-Bakauheni Tetap Berjalan
- Pemprov Imbau Masyarakat Tetap Tenang dan Gunakan Masker Hadapi Abu Vulkanik GAK
- Wulan Mirza Buka Lampung Fun Swimming Festival 2026
- Gubernur Mirza Dorong Anak Muda Lampung Ciptakan Peluang, Bukan Sekadar Konsumen
- GAK Kembali Lontarkan Lava Pijar, Masyarakat Dihimbau Tetap Tenang dan Gunakan Masker
- Hujan Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau Guyur Pematang Sawa
- Polsek Talang Padang Identifikasi Korban Tersengat Listrik di Kolam Ikan Gisting
- Bupati Dedi Irawan dan Kapolres Pesisir Barat Perkuat Sinergi
- Pemprov Lampung Launching Website Peduli TB dan Bentuk Kopi TB 2026
- Polsek Talang Padang Identifikasi Temuan Mayat Pria 66 Tahun di Gisting Bawah
Pemprov Imbau Masyarakat Tetap Tenang dan Gunakan Masker Hadapi Abu Vulkanik GAK

BANDAR LAMPUNG, MFH,-- Pemerintah Provinsi
Lampung terus memantau perkembangan aktivitas Gunung Anak Krakatau, termasuk
informasi mengenai sebaran abu vulkanik yang telah terlaporkan di sejumlah
wilayah, antara lain Lampung Selatan, Bandar Lampung, Pesawaran, Pringsewu,
Tanggamus, dan Pesisir Barat.
Berdasarkan keterangan Kepala Pos Pantau Gunung
Anak Krakatau, saat ini tidak terdapat potensi tsunami. Hal tersebut antara
lain karena ketinggian Gunung Anak Krakatau saat ini sekitar 157 meter, jauh
lebih rendah dibandingkan kondisi pada 2018 yang mencapai sekitar 390 meter
saat terjadi tsunami.
Pemprov Lampung memastikan koordinasi lintas
instansi terus dilakukan untuk memantau perkembangan kondisi di lapangan,
sekaligus memastikan masyarakat memperoleh informasi yang akurat dan bersumber
dari instansi resmi yang memiliki kewenangan.
Baca Lainnya :
- Wulan Mirza Buka Lampung Fun Swimming Festival 20260
- Gubernur Mirza Dorong Anak Muda Lampung Ciptakan Peluang, Bukan Sekadar Konsumen0
- Gubernur Mirza Dorong Koperasi Jadi Penggerak Ekonomi dan Hilirisasi Potensi Desa0
- Dekranasda Provinsi Lampung Siapkan Kriya Terbaik Tembus Panggung Nasional0
- Dekranasda Provinsi Lampung Gandeng Usaha Kuliner Lokal0
Masyarakat diimbau untuk tetap tenang dan
menggunakan masker, terutama apabila terdapat paparan abu vulkanik di
lingkungan sekitar. Masyarakat juga diminta tidak mudah terpengaruh informasi
yang belum terverifikasi. Setiap perkembangan terkait aktivitas Gunung Anak
Krakatau maupun potensi sebaran abu vulkanik akan terus dipantau dan
disampaikan berdasarkan data serta informasi resmi dari instansi teknis
terkait.
Plt. Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Lampung,
dr. Johan Lius, mengimbau masyarakat untuk tetap memperhatikan kondisi
kesehatan dan melakukan langkah perlindungan diri apabila terdapat paparan abu
vulkanik di lingkungan sekitar.
“Yang paling penting masyarakat tetap tenang
dan melakukan langkah-langkah sederhana untuk melindungi kesehatan. Jika abu
vulkanik terpantau di lingkungan sekitar, masyarakat dapat mengurangi aktivitas
di luar ruangan. Apabila harus beraktivitas di luar, gunakan masker atau
pelindung pernapasan yang sesuai,” ujar dr. Johan Lius.
Ia menjelaskan, masyarakat juga perlu menjaga
kebersihan lingkungan tempat tinggal. Apabila abu vulkanik masuk ke dalam
rumah, pintu, jendela, dan ventilasi dapat ditutup sementara untuk mengurangi
masuknya abu.
Sementara itu, abu yang menempel pada permukaan
sebaiknya dibersihkan menggunakan air. Pembersihan dalam kondisi basah dapat
membantu mengurangi abu kembali beterbangan dan terhirup.
“Bagi masyarakat yang mengalami keluhan
kesehatan, terutama gangguan pernapasan atau iritasi, segera mendapatkan
pelayanan kesehatan di fasilitas kesehatan terdekat. Kami juga terus
berkoordinasi dengan jajaran kesehatan di daerah untuk memantau kondisi
masyarakat,” katanya.
Masyarakat
Diminta Mengacu Informasi Resmi
Sementara itu, Kepala Dinas Komunikasi,
Informatika dan Statistik Provinsi Lampung, Ganjar Jationo, menegaskan
pentingnya masyarakat memperoleh informasi dari sumber resmi agar perkembangan
situasi dapat dipahami secara tepat.
“Pemerintah Provinsi Lampung terus melakukan
pemantauan dan koordinasi. Kami mengimbau masyarakat untuk tetap tenang serta
mengikuti informasi yang disampaikan melalui kanal resmi pemerintah,” ujar
Ganjar.
Menurutnya, informasi mengenai aktivitas Gunung
Anak Krakatau, termasuk arah dan potensi sebaran abu vulkanik, perlu mengacu
pada data dan keterangan dari instansi yang memiliki kewenangan teknis.
“Kami mengajak masyarakat untuk tidak
menyebarluaskan informasi yang belum terverifikasi, khususnya mengenai arah
sebaran abu maupun perkembangan aktivitas gunung api yang belum mendapatkan
konfirmasi dari instansi berwenang. Dengan informasi yang akurat, masyarakat
dapat mengambil langkah yang tepat tanpa menimbulkan kekhawatiran yang tidak
perlu,” jelasnya.
Ganjar menambahkan, jajaran Pemprov Lampung
melalui perangkat daerah terkait akan terus memperbarui informasi sesuai
perkembangan di lapangan.
“Prinsipnya, pemerintah hadir untuk memastikan
informasi, koordinasi, dan pelayanan kepada masyarakat berjalan dengan baik.
Masyarakat tidak perlu panik, namun tetap mengikuti arahan petugas dan
menggunakan masker apabila terjadi paparan abu vulkanik,” katanya.
Pemantauan
dan Kesiapsiagaan Terus Dilakukan
Di sisi lain, BPBD Provinsi Lampung bersama
Pusdalops PB Provinsi Lampung terus melakukan pemantauan dan koordinasi
terhadap perkembangan kondisi di wilayah yang dilaporkan mengalami paparan abu
vulkanik.
Sebagai langkah kesiapsiagaan, masyarakat
diimbau mengurangi aktivitas di luar ruangan apabila terjadi paparan abu
vulkanik. Jika harus beraktivitas di luar, masyarakat dapat menggunakan masker
atau pelindung pernapasan yang sesuai, menjaga kebersihan lingkungan, serta
memastikan kebutuhan penting dan obat-obatan pribadi tersedia sebagai bagian
dari kesiapsiagaan keluarga.
Masyarakat juga diminta tidak mengambil
tindakan berdasarkan informasi yang belum jelas sumbernya. Apabila terdapat
perubahan kondisi di lingkungan sekitar, masyarakat dapat mengikuti arahan dari
petugas maupun pemerintah daerah setempat.
Untuk memperoleh informasi teknis mengenai
aktivitas Gunung Anak Krakatau, masyarakat diminta merujuk pada informasi resmi
dari PVMBG/Badan Geologi, BMKG, BPBD Provinsi Lampung, serta pemerintah daerah
setempat.
Pemerintah Provinsi Lampung menegaskan bahwa
pemantauan, koordinasi, dan penyampaian informasi kepada masyarakat akan terus
dilakukan sesuai perkembangan situasi.
“Pemprov Lampung terus memantau perkembangan
kondisi dan memastikan koordinasi berjalan dengan baik. Masyarakat diminta
tetap tenang, menggunakan masker apabila terdapat paparan abu vulkanik, tidak
menyebarkan informasi yang belum terverifikasi, serta mengikuti arahan dan
informasi resmi dari pemerintah,” tutup Ganjar. [MFH/Pemerintah Provinsi
Lampung]











3.jpg)