Aktivitas Gunung Anak Krakatau Dipantau, Pelayanan Merak-Bakauheni Tetap Berjalan

By redaksi 06 Sep 2026, 00:36:37 WIB Saburai
Aktivitas Gunung Anak Krakatau Dipantau, Pelayanan Merak-Bakauheni Tetap Berjalan

BANDAR LAMPUNG, MFH,-- Pemerintah Provinsi Lampung bersama instansi terkait terus memantau perkembangan aktivitas Gunung Anak Krakatau, termasuk potensi dampaknya terhadap pelayanan transportasi dan mobilitas masyarakat di lintasan Merak–Bakauheni.

Hingga Sabtu (5/9/2026), pelayanan penyeberangan pada lintasan Merak–Bakauheni masih berjalan normal. Cabang Merak dan Cabang Bakauheni tetap melayani pengguna jasa dengan memperhatikan kondisi cuaca, perairan, serta perkembangan aktivitas Gunung Anak Krakatau.

Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Lampung, Bambang Soembogo, mengatakan pihaknya terus berkoordinasi dengan instansi terkait untuk memastikan pelayanan transportasi tetap berjalan dengan mengutamakan keselamatan masyarakat.

Baca Lainnya :

“Pelayanan Merak–Bakauheni masih berjalan. Kami terus melakukan pemantauan dan koordinasi dengan seluruh pihak terkait. Aspek keselamatan menjadi prioritas dalam setiap langkah operasional,” ujar Bambang.

Menurutnya, perkembangan kondisi di wilayah Selat Sunda akan terus dipantau. Apabila terdapat perubahan situasi yang berpotensi memengaruhi keselamatan pelayaran, langkah penanganan akan dilakukan berdasarkan informasi teknis dan arahan dari otoritas yang berwenang.

Sementara itu, PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) juga memastikan operasional layanan penyeberangan Merak–Bakauheni hingga saat ini masih berlangsung sesuai ketentuan yang berlaku.

ASDP terus memantau aktivitas Gunung Anak Krakatau yang saat ini berada pada Level III (Siaga). Pemantauan dilakukan secara intensif bersama instansi terkait sebagai bagian dari upaya menjaga keselamatan pengguna jasa dan petugas di lapangan.

Selain sektor penyeberangan, aktivitas abu vulkanik juga berdampak terhadap sejumlah penerbangan yang melayani Bandara Radin Inten II (TKG). Berdasarkan laporan operasional pada Sabtu (5/9/2026), terdapat penerbangan yang mengalami return to base maupun pembatalan akibat kondisi abu vulkanik di sekitar aerodrome.

Untuk penerbangan pada Minggu (6/9/2026), otoritas bandara menyiapkan langkah mitigasi melalui pemantauan kondisi abu vulkanik sebelum menentukan status operasional penerbangan.

Rencananya, paper test dilakukan mulai pukul 05.00 hingga 07.00 waktu setempat. Apabila hasil pemantauan menunjukkan kondisi negatif abu vulkanik, maka status operasional aerodrome akan disesuaikan melalui penerbitan kebijakan NOTAM (Notice to Airmen atau Notice to Air Missions), yaitu pemberitahuan resmi yang berisi informasi penting mengenai kondisi, perubahan, atau potensi bahaya pada fasilitas, layanan, dan prosedur penerbangan yang bersifat penting serta berjangka waktu pendek.

Pengaturan tersebut dilakukan untuk memberikan kepastian kepada maskapai sekaligus mengantisipasi potensi penumpukan penumpang apabila kondisi abu vulkanik masih memengaruhi keselamatan penerbangan.

Pemerintah mengimbau masyarakat agar tetap tenang namun meningkatkan kewaspadaan dengan mengikuti perkembangan informasi dari sumber resmi. Masyarakat yang akan melakukan perjalanan juga diharapkan memperhatikan informasi terbaru dari operator transportasi dan arahan petugas di lapangan.

“Yang terpenting masyarakat tidak perlu panik. Tetap waspada, ikuti informasi resmi dan arahan petugas. Setiap perkembangan akan terus kami koordinasikan dan evaluasi,” kata Bambang.

Pemerintah Provinsi Lampung bersama seluruh instansi terkait akan terus melakukan pemantauan dan koordinasi untuk memastikan pelayanan transportasi tetap berlangsung secara aman, tertib, dan sesuai dengan perkembangan kondisi di lapangan. [MFH/Pemerintah Provinsi Lampung]




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment