- Lahan Tambak Tak Produktif Milik Warga Dua Kecamatan di Lamsel Beralih Tanam Padi Biosalin
- Menu MBG Kurang Variatif dan Minimalis, Orang Tua Siswa di Candipuro Kecewa
- Anggota Komisi III Achmad Johani Minta Dinas PUPR Lamsel Mengecek dan Perbaiki Jembatan yang Jebol
- Setahun Egi-Saiful Diwarnai Aksi Unjuk Rasa Mahasiswa-Tuntut Evaluasi, Begini Respon Relawan
- Pelantikan Pejabat Pemprov Lampung, Langkah Perkuat Sistem Merit dan Pelayanan Publik
- Safari Ramadan Jadi Momentum Pemerintah Dengarkan Aspirasi dan Bantu Masyarakat
- Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Resmi Hadir di Pekon Way Redak
- Sidak Pasar Liwa, Pemkab dan Satgas Saber Pastikan Harga Bapokting Stabil Jelang Hari Raya
- Sensus Ekonomi 2026, Bupati Lampung Barat Minta BPS Bisa Membaca Situasi
- Respon Cepat Pemkab Lampung Tengah Usai Puting Beliung Rusak Permukiman Warga
Revitalisasi Dermaga Bom Kalianda, Perseroda Lamsel Targetkan Omzet Hingga Rp3,4 Miliar

KALIANDA, MFH,-- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lampung Selatan
menargetkan transformasi kawasan Dermaga Bom Kalianda sebagai pusat ekonomi
baru daerah melalui Rencana Bisnis (Renbis) 2026 yang dipaparkan Perseroda
Lampung Selatan Maju.
Revitalisasi kawasan pesisir
tersebut diproyeksikan menjadi pengungkit utama capaian omzet hingga Rp3,4
miliar per tahun sekaligus menyumbang Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebesar
Rp400-450 juta.
Rencana tersebut mengemuka dalam
rapat Expose Renbis Tahun 2026 yang digelar di ruang rapat Asisten Bidang
Ekonomi dan Pembangunan (Ekobang) Sekretariat Daerah Kabupaten (Setdakab)
Lampung Selatan, Senin (23/2/2026).
Baca Lainnya :
- Kemenag dan Pemkab Luncurkan Gerakan Lampung Selatan Bertadarus0
- Pemkab Lamsel Perkuat Desa Anti Korupsi 2026, 17 Kecamatan Teken Pakta Integritas0
- Pemkab Lampung Selatan Teken Kerja Sama dengan Dua Kampus Kebidanan0
- Polda Bersama Bapanas RI dan Stakeholder Laksanakan Sidak Saber Pangan di RPH Terbesar Lampung0
- Polda Lampung Gagalkan Penyelundupan 17,29 Kg Sabu di Bakauheni0
Rapat dipimpin Asisten Bidang
Ekobang, Tri Umaryani, dan dihadiri kepala perangkat daerah terkait, kepala
bagian, serta Direktur dan Komisaris Perseroda Lampung Selatan Maju.
Direktur Utama Perseroda Lampung
Selatan Maju, Baiquni Aka Sanjaya, menyampaikan bahwa target kinerja tahun buku
2026 disusun secara optimistis namun tetap realistis. Perseroda memproyeksikan
omzet berkisar Rp2,6 hingga Rp3,4 miliar per tahun.
“Kami tidak membangun bisnis
spekulatif, tetapi mengoptimalkan potensi yang sudah memiliki pasar jelas,
seperti pengelolaan parkir, distribusi pangan, dan sektor pariwisata,” ujar
Baiquni.
Untuk mendukung lonjakan target
tersebut, Perseroda mengusulkan tambahan permodalan yang akan difokuskan pada
perbaikan fasilitas dasar dan infrastruktur pendukung usaha, terutama di
kawasan strategis yang akan direvitalisasi.
Salah satu poin krusial dalam
Renbis 2026 adalah penataan dan pengembangan kawasan Dermaga Bom Kalianda.
Revitalisasi ini dirancang tidak hanya sebagai pembenahan fisik, tetapi juga
sebagai transformasi fungsi kawasan menjadi ruang publik yang higienis,
estetik, dan produktif secara ekonomi.
Kepala Divisi Pariwisata Perseroda
Lampung Selatan Maju, Yosefh Fauzi, memaparkan konsep pengembangan melalui tiga
segmen utama. Dermaga 1 akan difokuskan untuk aktivitas pelelangan ikan dan
operasional SPBU nelayan pada pagi hari.
Dermaga 2 dikembangkan menjadi
pusat kuliner (pujasera/food court) dengan konsep “From Sea To Table”.
Sementara itu, kawasan wisata air panas dioptimalkan sebagai destinasi sore
hari untuk menikmati panorama matahari terbenam.
Menurut Yosefh, penataan tersebut
diharapkan mampu mendorong pelaku usaha lokal untuk lebih fokus pada olahan
hasil laut serta memperkenalkan makanan khas Lampung Selatan kepada wisatawan.
“Harapan kami, para pedagang fokus
pada penjualan olahan ikan dan memperkenalkan makanan khas Lampung Selatan agar
wisatawan tertarik,” ujarnya.
Pemkab Lampung Selatan menegaskan
bahwa keberadaan Perseroda harus didukung penuh oleh seluruh perangkat daerah.
Kolaborasi lintas sektor dinilai menjadi kunci agar rencana bisnis berjalan
profesional dan akuntabel.
Melalui strategi tersebut,
pemerintah daerah berharap Perseroda Lampung Selatan Maju benar-benar menjadi
motor penggerak ekonomi lokal, menciptakan nilai tambah, sekaligus memperkuat
kemandirian fiskal daerah. [MFH/Diskominfo Lamsel]











3.jpg)