- Damkar Tanggamus Bergerak, Semprot Sekolah dan Fasilitas Terdampak Abu Vulkanik
- Gunung Anak Krakatau Masih Fluktuatif, Pemprov Lampung Belum Terapkan WFH bagi ASN
- Antisipasi Dampak Abu Vulkanik, Pemprov Lampung Perketat Kesiapsiagaan
- Pertumbuhan Ekonomi Daerah Jadi Kunci, Pemda Diminta Ciptakan Mesin Pertumbuhan Baru
- Entry Meeting BPK Dimulai, Marindo Tegaskan Pemeriksaan untuk Pastikan APBD Tepat Sasaran
- 20 Kecamatan Terdampak Abu Vulkanik, KBM Dialihkan Daring 7–8 September
- Bupati Perintahkan OPD Bergerak Cepat Antisipasi Abu Krakatau dan Karhutla
- Bupati Harap KONI Expo Bukan Pameran, Tapi Pencetak Juara dan Penggerak Ekonomi
- Vesta Pantai 2026 Meriahkan Pesisir Barat
- Waspada Dampak Abu Vulkanik GAK, Masyarakat Diminta Pantau Informasi Resmi
Gunung Anak Krakatau Masih Fluktuatif, Pemprov Lampung Belum Terapkan WFH bagi ASN

BANDAR LAMPUNG, MFH,-- Pemerintah Provinsi
Lampung belum memberlakukan kebijakan bekerja dari rumah atau Work From Home
(WFH) bagi aparatur sipil negara (ASN) meski aktivitas Gunung Anak Krakatau
masih fluktuatif dan abu vulkanik berdampak ke sejumlah wilayah. Kebijakan WFH
baru akan dipertimbangkan apabila erupsi kembali terjadi dan kondisi kualitas
udara serta lingkungan memburuk.
Sekretaris Daerah Provinsi Lampung, Marindo
Kurniawan mengatakan ASN tetap bekerja sesuai jam kerja yang berlaku, dengan
penyesuaian di masing-masing organisasi perangkat daerah (OPD) apabila
pekerjaan memungkinkan dilakukan dari rumah. "Tidak secara resmi kita
deklarasikan kita WFH, karena kita masih menunggu status siaga dari BMKG,
PVMBG, dan BNPB," kata Sekda Marindo.
Pernyataan itu disampaikan Sekda Marindo dalam
konferensi pers mengenai perkembangan erupsi Gunung Anak Krakatau di Ruang
Pusdalops BPBD Provinsi Lampung, Senin (7/9/2026). Pemprov Lampung memilih
mempertahankan aktivitas pemerintahan sambil memantau perkembangan kondisi
gunung dan kualitas udara.
Baca Lainnya :
- Antisipasi Dampak Abu Vulkanik, Pemprov Lampung Perketat Kesiapsiagaan0
- Pertumbuhan Ekonomi Daerah Jadi Kunci, Pemda Diminta Ciptakan Mesin Pertumbuhan Baru0
- Entry Meeting BPK Dimulai, Marindo Tegaskan Pemeriksaan untuk Pastikan APBD Tepat Sasaran0
- Gubernur Lampung Imbau Mastarakat Waspada Pasca Erupsi Gunung Anak Krakatau0
- Gubernur Lampung Alihkan KBM ke Pembelajaran Daring0
Sekda Marindo memastikan pelayanan pemerintahan
dan pelayanan publik tetap berjalan meskipun terjadi paparan abu vulkanik.
Koordinasi antara Pemprov Lampung, pemerintah kabupaten/kota, kementerian,
serta lembaga terkait juga terus dilakukan sesuai tugas dan fungsi
masing-masing.
Menurut Sekda, keputusan mengenai pola kerja
ASN akan disesuaikan dengan perkembangan kondisi di lapangan. Apabila terjadi
erupsi kembali yang menyebabkan kualitas udara dan lingkungan terdampak parah,
Pemprov Lampung akan mempertimbangkan penerapan WFH dengan mengacu pada arahan
pemerintah pusat.
"Kalau terjadi erupsi kembali dan ini
berdampak parah terhadap kadar udara, kualitas lingkungan, nah ini akan kita
pertimbangkan untuk mengikuti apa yang disampaikan oleh pemerintah pusat untuk
melaksanakan work from home," ujar Sekda.
Meski demikian, Marindo menekankan bahwa
penerapan WFH nantinya tidak berarti pelayanan kepada masyarakat dihentikan.
Mekanisme kerja akan diatur oleh masing-masing OPD teknis sesuai ketentuan agar
fungsi pemerintahan tetap berjalan.
"Walaupun kebijakan work from home
dilakukan, proses pelayanan publik, pelayanan kepada masyarakat tidak akan
terganggu, semua tetap berjalan," ucap Sekda. Menurut Sekdaprov, yang
berubah hanya mekanisme pengaturan kerja ASN, bukan penghentian pelayanan
pemerintahan.
Pertimbangan keselamatan ASN menjadi salah satu
dasar Pemprov Lampung dalam menentukan pola kerja. Marindo mengatakan
keselamatan dan kesehatan ASN tetap menjadi prioritas meskipun pelayanan publik
harus terus dikedepankan.
Untuk mencegah munculnya informasi yang simpang
siur, Pemprov Lampung menjadikan Pusdalops BPBD sebagai pusat informasi dan
pemantauan. Posko tersebut disiagakan selama 24 jam untuk memantau perkembangan
Gunung Anak Krakatau dan menyampaikan informasi yang telah terverifikasi kepada
masyarakat.
Sekda mengatakan pemerintah
akan terus memantau perkembangan bersama BMKG, PVMBG, BNPB, pemerintah
kabupaten/kota, dan instansi terkait. Keputusan untuk menerapkan WFH akan
diambil berdasarkan perkembangan kondisi dan arahan resmi, dengan tetap
menempatkan keselamatan ASN serta keberlangsungan pelayanan publik sebagai
pertimbangan utama. [MFH/Pemerintah Provinsi Lampung]










3.jpg)