- Pertumbuhan Ekonomi Daerah Jadi Kunci, Pemda Diminta Ciptakan Mesin Pertumbuhan Baru
- Entry Meeting BPK Dimulai, Marindo Tegaskan Pemeriksaan untuk Pastikan APBD Tepat Sasaran
- 20 Kecamatan Terdampak Abu Vulkanik, KBM Dialihkan Daring 7–8 September
- Bupati Perintahkan OPD Bergerak Cepat Antisipasi Abu Krakatau dan Karhutla
- Bupati Harap KONI Expo Bukan Pameran, Tapi Pencetak Juara dan Penggerak Ekonomi
- Vesta Pantai 2026 Meriahkan Pesisir Barat
- Waspada Dampak Abu Vulkanik GAK, Masyarakat Diminta Pantau Informasi Resmi
- Dampak Erupsi GAK, Pendapatan Nelayan Lampung Selatan Anjlok Hingga 70 Persen
- Gubernur Lampung Imbau Mastarakat Waspada Pasca Erupsi Gunung Anak Krakatau
- Gubernur Lampung Alihkan KBM ke Pembelajaran Daring
20 Kecamatan Terdampak Abu Vulkanik, KBM Dialihkan Daring 7–8 September

TANGGAMUS - Dampak hujan abu vulkanik
akibat aktivitas Gunung Anak Krakatau meluas di Kabupaten Tanggamus.
Berdasarkan laporan situasi BPBD Tanggamus hingga Minggu (6/9/2026) pukul 16.30
WIB, sebanyak 20 kecamatan tercatat terdampak abu vulkanik.
Hujan abu mulai terjadi sejak Sabtu (5/9/2026)
sekitar pukul 06.00 WIB. Hingga laporan terbaru, hujan abu masih berlangsung
dan berdampak terhadap aktivitas masyarakat, jarak pandang serta berpotensi
mengganggu saluran pernapasan.
Wilayah terdampak meliputi Kecamatan Pematang
Sawa, Cukuh Balak, Semaka, Kota Agung, Kotaagung Timur, Kelumbayan Barat,
Bandar Negeri Semuong, Kotaagung Barat, Wonosobo, Kelumbayan, Limau, Ulu Belu,
Gisting, Pulau Panggung, Bulok, Gunung Alip, Sumberejo, Air Naningan, Talang
Padang dan Pugung.
Baca Lainnya :
- Polres Tanggamus dan Jajaran Terjun Bagikan Masker ke Warga Terdampak Abu Vulkanik0
- Polsek Kota Agung Tangkap Satu DPO Pencuri Besi Pabrik Pasar Madang di Serang Banten0
- Hujan Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau Guyur Pematang Sawa0
- Polsek Talang Padang Identifikasi Korban Tersengat Listrik di Kolam Ikan Gisting0
- Polsek Talang Padang Identifikasi Temuan Mayat Pria 66 Tahun di Gisting Bawah0
Pemkab
Perkuat Penanganan
Menghadapi kondisi tersebut, BPBD Tanggamus
terus melakukan pemantauan melalui Pusdalops PB dan berkoordinasi dengan TNI,
Polri serta OPD terkait.
Dinas Kesehatan juga telah mendirikan posko
kesehatan, membagikan masker kepada warga dan menyiapkan obat-obatan di wilayah
terdampak.
Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD
Tanggamus, Hendarman Wahid, mengimbau masyarakat tetap tenang namun waspada
serta mengikuti informasi dari sumber resmi.
“Masyarakat kami imbau tetap waspada dan
mempercayai informasi yang berasal dari sumber resmi, seperti BPBD Kabupaten
Tanggamus, BMKG dan Pemerintah Daerah Kabupaten Tanggamus,” kata Hendarman.
KBM
Daring Mulai Senin
Sebagai langkah perlindungan terhadap peserta
didik, pendidik dan tenaga kependidikan, Pemkab Tanggamus menerbitkan Surat
Nomor 4218/21/2026 tentang Pelaksanaan Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) di Rumah
Dampak Abu Vulkanik (Erupsi) Gunung Anak Krakatau.
Surat yang ditetapkan di Kota Agung pada 6
September 2026 tersebut diterbitkan atas nama Bupati Tanggamus Drs. H. Moh.
Saleh Asnawi, M.A., M.H., melalui Sekretaris Daerah Tanggamus, Suaidi.
Dalam surat tersebut, satuan pendidikan di
wilayah terdampak diminta melaksanakan KBM dari rumah secara daring atau
Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) menggunakan platform yang telah tersedia.
Kebijakan tersebut berlaku selama dua hari,
Senin dan Selasa, 7–8 September 2026.
Kepala satuan pendidikan diminta memastikan
proses pembelajaran tetap berlangsung dengan menyesuaikan kondisi dan kemampuan
sekolah maupun peserta didik. Pendidik dan tenaga kependidikan tetap
melaksanakan tugas kedinasan sesuai pengaturan kepala satuan pendidikan dengan
tetap memperhatikan keselamatan dan kesehatan.
Pemkab juga menegaskan bahwa pelaksanaan
pembelajaran pada hari berikutnya akan dievaluasi dan diinformasikan lebih
lanjut, dengan mempertimbangkan perkembangan kondisi di lapangan serta arahan
instansi berwenang.
Selain itu, sekolah diminta memantau kondisi
peserta didik dan lingkungan sekolah serta melaporkan apabila terdapat kondisi
yang membutuhkan penanganan lebih lanjut.
Warga sekolah juga diminta melakukan
pembersihan ruang kelas dan lingkungan sekolah dari debu abu vulkanik sebelum
kegiatan pembelajaran kembali dilaksanakan secara normal.
Masker
dan Obat Jadi Kebutuhan Mendesak
BPBD Tanggamus mencatat masker dan obat-obatan
sebagai kebutuhan dalam penanganan dampak abu vulkanik.
Penanganan dilakukan secara lintas sektor
dengan melibatkan BPBD, Dinas Kesehatan, Dinas Sosial, Dinas Perhubungan,
Basarnas Pos SAR Tanggamus, RAPI serta unsur TNI dan Polri.
Masyarakat diimbau
mengurangi aktivitas di luar rumah, menggunakan masker apabila harus
beraktivitas di luar ruangan dan mengikuti perkembangan informasi resmi terkait
aktivitas Gunung Anak Krakatau. [MFH/Din/rils]











3.jpg)