- Dampak Erupsi GAK, Pendapatan Nelayan Lampung Selatan Anjlok Hingga 70 Persen
- Gubernur Lampung Imbau Mastarakat Waspada Pasca Erupsi Gunung Anak Krakatau
- Gubernur Lampung Alihkan KBM ke Pembelajaran Daring
- Peduli Masyarakat Terdampak Erupsi GAK, BAZNAS Lamsel Bagikan 3.000 Masker
- Polres Tanggamus dan Jajaran Terjun Bagikan Masker ke Warga Terdampak Abu Vulkanik
- Aktivitas Erupsi GAK Masih Berlangsung Warga Diminta Waspada Abu Vulkanik
- Erupsi GAK Muntahkan Batu dan Abu Vulkanik, Warga Pesisir Bersiap Evakuasi
- Polsek Kota Agung Tangkap Satu DPO Pencuri Besi Pabrik Pasar Madang di Serang Banten
- Aktivitas Gunung Anak Krakatau Dipantau, Pelayanan Merak-Bakauheni Tetap Berjalan
- Pemprov Imbau Masyarakat Tetap Tenang dan Gunakan Masker Hadapi Abu Vulkanik GAK
Dampak Erupsi GAK, Pendapatan Nelayan Lampung Selatan Anjlok Hingga 70 Persen

KALIANDA, LAMPUNG SELATAN, MFH,-- Meningkatnya
aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau berdampak berat bagi mata pencaharian
nelayan Kabupaten Lampung Selatan. Perairan Selat Sunda kini keruh dan
berbahaya, membuat hasil tangkapan merosot tajam bahkan banyak yang pulang
tanpa membawa ikan sepeser pun.
Meski kondisi laut berbahaya dengan potensi
hujan batu dan debu vulkanik, sebagian nelayan tetap nekat melaut demi
kebutuhan hidup sehari-hari.
“Di tengah laut memang terasa sangat
mengkhawatirkan. Tapi kebutuhan rumah tangga harus dipenuhi, mau bagaimana lagi
kami tetap harus berangkat.” Tutur Tatang Nelayan Dermaga BOM, Minggu,
(6/9/2026)
Baca Lainnya :
- Peduli Masyarakat Terdampak Erupsi GAK, BAZNAS Lamsel Bagikan 3.000 Masker 0
- Aktivitas Erupsi GAK Masih Berlangsung Warga Diminta Waspada Abu Vulkanik0
- Erupsi GAK Muntahkan Batu dan Abu Vulkanik, Warga Pesisir Bersiap Evakuasi0
- GAK Kembali Lontarkan Lava Pijar, Masyarakat Dihimbau Tetap Tenang dan Gunakan Masker 0
- Gubernur Mirza Laksanakan Panen Raya Jagung dan Lantik Pengurus HKTI Lamsel0
Material vulkanik yang jatuh ke laut membuat
kualitas air buruk dan ikan menjauh. Pendapatan nelayan rata-rata turun hingga
70 persen. Nelayan kecil dengan perahu klotok dan ketiting bahkan mengalami
kerugian total karena tidak mendapatkan tangkapan sama sekali.
“Dua hari ini kami terpaksa berutang kepada
juragan untuk menutupi kebutuhan bahan bakar dan makan, karena pulang kosong.”
Ucap Abas Nelayan Setempat.
Aktivitas di dermaga kini terlihat sepi.
Kelangkaan pasokan ikan dipastikan akan berimbas pada kenaikan harga jual di
pasaran dalam waktu dekat. [MFH/Sri]











3.jpg)