Setahun Egi-Saiful Diwarnai Aksi Unjuk Rasa Mahasiswa-Tuntut Evaluasi, Begini Respon Relawan

By redaksi 24 Feb 2026, 16:54:30 WIB Saburai
Setahun Egi-Saiful Diwarnai Aksi Unjuk Rasa Mahasiswa-Tuntut Evaluasi, Begini Respon Relawan

KALIANDA, MFH,- Setahun masa kepemimpinan Bupati dan Wakil Bupati Lampung Selatan, Radityo Egi Pratama - Syaiful Anwar diwarnai  aksi demonstrasi oleh sejumlah mahasiswa yang menamai diri Front Cipayung Plus,   Senin 23 Februari 2025. Dalam aksi itu, setidaknya ada 3 subtansi utama yang disampaikan oleh kelompok mahasiswa tersebut.

Pertama, kelompok mahasiswa yang terdiri dari gabungan beberapa organisasi mahasiswa seperti IMM, PMII, HMI, Dema STAI Yasba, BEM UIM, serta BEM UMK  itu meminta dialog secara langsung dengan Bupati Egi terkait 2 tuntutan berikut ini.

Kedua, terkait program unggulan Pitu Vista yang menjadi janji kampanye pada saat pilkada. serentak 2024 lalu. Demonstran mempertanyakan realisasi hingga dampak manfaat dari program tersebut hingga menganggap perlu dilakukannya evaluasi.

Baca Lainnya :

Ketiga, adanya 7 poin tuntutan yang ditujukan kepada pasangan kepala daerah yang dilantik oleh Presiden Prabowo pada 20 Februari 2025 lalu. 1, meminta Egi-Saiful menjalankan pemerintahan yang inklusif dan  transparan. 2, mendesak penguatan SDM (Sumber Daya Manusia) melalui pendidikan formal dengan beasiswa maupun non formal   via pelatihan keterampilan.

Ke-3, kepastian hukum untuk kesejahteraan  bagi THLS pada Pemkab Lamsel. 4, menerbitkan peraturan bupati yang mewajibkan setiap perusahaan di Lamsel menyerap 80% tenaga kerja lokal. 5, perbaikan struktur pemerintahan agar lebih efisien dan meningkatkan pelayanan publik.

Ke-6, menuntut pemerataan infrastruktur yang berkeadilan di seluruh wilayah dan rumah layak huni dan kepastian hukum.  Poin terakhir ke-7, memberantas pungli (pungutan liar) di internal pemerintahan Lampung Selatan terkait perizinan dan terkait instansi lainnya.

Aksi unjuk rasa tersebut terpantau secara overall berjalan kondusif. Massa bergerak dari Lapangan Cipta Karya, Kalianda, menuju kompleks perkantoran bupati dengan melakukan konvoi menggunakan sepeda motor, disertai satu unit mobil komando. Mereka tiba di lokasi sekitar pukul 13.30 WIB dan langsung berorasi secara bergantian.

Sempat ke kantor DPRD, aksi unjuk rasa tersebut turut diwarnai dengan aksi bakar ban bekas. Dengan begitu, situasi sempat memanas ketika perwakilan mahasiswa tetap kekeuh mendesak supaya bersua bupati Egi pada saat itu juga.

Beruntung perwakilan Pemkab Lamsel, yang terdiri dari Asisten Pemerintahan dan Kesra Darmawan, Kepala Dinas PMD Erdiansyah, Staf Ahli Bupati Bidang PHP Anton Cermana,  kepala Kesbangpol Martoni dan Maturidi selaku Kasat Pol-PP dapat meredam setelah beberapa kali dilakukan dialog.

"Bapak bupati akan ada pertemuan dengan InJourney," kata Darmawan. Darmawan juga bilang kalau pertemuan mahasiswa dengan Bupati Radityo Egi Pratama dalam menelaah Pitu Vista akan dijadwalkan. Bahkan Darmawan menyatakan jika dirinya langsung yang nantinya akan mempersiapkan pertemuan termasuk kabar waktunya. "Kami akan jadwalkan di ruang yang lebih kalau ingin mengkaji Pitu Vista," imbuh Darmawan.

 

Tanggapan Elemen

Menanggapi aksi unjuk rasa oleh mahasiswa tersebut, relawan Egi-Saiful pada pilkada lalu, Dian Rizky merespon positif. Dihubungi melalui telepon aplikasi perpesanan WhatsApp, Dian Rizky yang saat ini sebagai ketua Komunitas Sosial Mandira, menilai aksi para mahasiswa untuk mengevaluasi setahun Egi-Saiful sejatinya sebuah permintaan sederhana, namun penuh makna.

"Kalau menurut keyakinan saya Bang, aksi adik-adik mahasiswa ini sebenarnya positif. Artinya, jangan segala kritik, masukan dan saran baik itu dalam bentuk unjuk rasa ataupun berupa karya jurnalistik dengan penulisan artikel selalu diartikan negatif atau menyerang. Asal tidak ditunggangi tendensi pihak tertentu, saya pikir penyampaian dari para mahasiswa ini adalah gagasan dan pemikiran yang segar serta kritis atas kepedulian terhadap daerahnya," ujar Dian Rizky seraya menambahkan penilaian dirinya dengan Bupati Egi bukan lah sosok pemimpin yang antikritik.

Hanya saja, terus dia, keinginan dialog secara langsung kelompok mahasiswa tersebut tidak sinkron dengan agenda kegiatan bupati. Namun begitu, Dian Rizky menyarankan, baik itu penyampaian aspirasi hingga prosesi dialog dengan bupati Egi nantinya jika terwujud, dapat disampaikan dengan niat dan adab yang baik, yakni selaku siswa kaum terpelajar dan juga umat muslim.

“Kalau perlu, adik-adik mahasiswa gelar seminar ataupun kajian secara akademik apa yang dimaksud dengan Pitu Vista, apa dan bagaimana Misi 7 Vista tersebut dapat menjadi Visi atau pintu masuk supaya Lampung Selatan menjadi daerah yang maju dan unggul. Folow up-nya mungkin dapat dilaksanakan melalui podcast secara terbuka dengan mengundang akademisi serta menggandeng influencer lokal yang saat ini mulai populis di jagad raya dunia maya,” imbuhnya. [MFH/Jun]




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment