- Anggota DPRD Lamsel Dorong Pemuda Aktif Kawal Kebijakan Daerah Lewat Forum Kreatif
- 48 Santri Utama Pagar Nusa Tanggamus Diwisuda
- Pemprov Lampung Dorong Kawasan Industri Energi Katibung
- Pemprov Lampung Raih Penghargaan Adhi Manawa Nugraha Madya dari BKN
- Diduga Lakukan Penipuan dan Penggelapan, Oknum Kakon di Amankan Polsek Pugung
- Meriahkan Hari Bhayangkara ke-80, Polres Gelar Berbagai Perlombaan untuk Masyarakat
- Polres Tanggamus Gelar Donor Darah, Meriahkan Hari Bhayangkara ke-80
- Bupati Ela Siti Nuryamah Tinjau Desain Pengembangan Rest Area Labuhan Ratu VI
- Pemkab Lampung Utara Laksanakan Korve di Empat Lokasi
- Wabup Irawan Topani Hadiri Penyerahan SPPT Pajak Tahun 2026 di Pesisir Utara
48 Santri Utama Pagar Nusa Tanggamus Diwisuda
Ditempa Tak Hanya jadi Pesilat, Tetapi Penjaga Akhlak dan Tradisi


TANGGAMUS, MFH,-- Semangat persaudaraan, nilai
keislaman, dan pelestarian budaya pencak silat berpadu dalam acara Wisuda dan
Tasyakuran Santri Utama Pencak Silat Nahdlatul Ulama (PSNU) Pagar Nusa
Kabupaten Tanggamus Angkatan V Tahun 2026 yang digelar di Pekon Terbaya,
Kecamatan Kota Agung, Minggu, 7 Juni 2026.
Sebanyak 48 santri utama resmi diwisuda setelah
menyelesaikan seluruh tahapan pendidikan, pembinaan, dan pengujian yang menjadi
syarat kelulusan di lingkungan Pagar Nusa.
Baca Lainnya :
- Diduga Lakukan Penipuan dan Penggelapan, Oknum Kakon di Amankan Polsek Pugung0
- Meriahkan Hari Bhayangkara ke-80, Polres Gelar Berbagai Perlombaan untuk Masyarakat0
- Polres Tanggamus Gelar Donor Darah, Meriahkan Hari Bhayangkara ke-800
- Djongik Episode Kedua Bahas Perbaikan Jalan0
- Polsek Talang Padang Ungkap Penadah dan Amankan Motor Hasil Curanmor0
Hadir dalam kegiatan tersebut Anggota DPRD Kabupaten
Tanggamus Mujibul Umam dan Edy Yalismi, Ketua PCNU Kabupaten Tanggamus KH.
Samsul Hadi, Ketua PC PSNU Pagar Nusa Kabupaten Tanggamus Hajin M. Umar, unsur
Uspika Kecamatan Kota Agung, para pendekar, pengurus, pelatih, serta keluarga
santri wisudawan.
Sambutan Bupati Tanggamus Drs. H. Moh. Saleh Asnawi,
M.A., M.H. dibacakan Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten
Tanggamus Suhartono.
Dalam sambutannya, Bupati menegaskan bahwa Pagar Nusa
bukan sekadar wadah pembelajaran bela diri, melainkan ruang pembentukan
karakter, akhlak, dan kecintaan terhadap budaya bangsa.
"Pagar Nusa bukan semata untuk bela diri, mencari
kekuatan atau dukungan teman. Pagar Nusa adalah wadah melestarikan budaya
pencak silat Indonesia yang berkembang di lingkungan Nahdliyin dari Sabang
sampai Merauke," demikian pesan Bupati.
Ia juga mengingatkan para santri bahwa tantangan
terbesar dalam kehidupan bukan berasal dari luar diri manusia, melainkan dari
dalam dirinya sendiri.
"Musuh terbesar umat manusia adalah dirinya
sendiri, yaitu hawa nafsunya sendiri. Karena itu teruslah belajar, berlatih,
dan menjaga akhlak," pesannya.
Bupati turut mengapresiasi para pendiri, tokoh,
pendekar, dan pelatih Pagar Nusa yang selama ini tanpa lelah membimbing
generasi muda agar tumbuh menjadi pribadi yang beriman, berbudaya, dan memiliki
semangat pengabdian.
Sementara itu, Ketua Pimpinan Cabang PSNU Pagar Nusa
Kabupaten Tanggamus Hajin M. Umar menjelaskan bahwa wisuda merupakan bagian
dari proses panjang kaderisasi yang telah dilalui para santri.
Menurutnya, seluruh peserta tidak hanya diuji
kemampuan fisik dan teknik pencak silat, tetapi juga pemahaman keagamaan dan
nilai-nilai Ahlussunnah wal Jamaah.
"Mereka sudah kita didik, kita tempa, dan melalui
berbagai ujian. Ujian terakhir ini menjadi bukti bahwa mereka lulus secara
fisik, pengetahuan, serta memahami nilai-nilai Nahdlatul Ulama dan Ahlussunnah
wal Jamaah yang menjadi ruh Pagar Nusa," ujar Hajin M. Umar.
Ia menegaskan, setelah diwisuda para santri tidak
berhenti berlatih, melainkan didorong untuk terus meningkatkan kemampuan dan
mengukir prestasi.
"Kita sudah memiliki banyak atlet yang meraih
prestasi tingkat provinsi hingga nasional. Harapan kami, kader-kader Pagar Nusa
ini terus berkembang dan mampu melahirkan atlet-atlet silat berprestasi yang
mengharumkan nama Kabupaten Tanggamus," katanya.
Hajin juga mengungkapkan bahwa seluruh pelatih dan
pengurus hingga saat ini masih mengabdikan diri secara sukarela tanpa honor.
"Kami belum mampu memberikan honor kepada para
guru dan pelatih. Ini adalah bentuk pengabdian lillahi ta'ala. Yang terpenting
bagi kami adalah mencetak kader yang berakhlak, bertakwa, dan mampu membawa
prestasi bagi diri, keluarga, serta daerahnya," ungkapnya.
Rangkaian kegiatan wisuda sendiri telah berlangsung
sejak beberapa hari sebelumnya melalui pembinaan mental dan spiritual. Para
santri mengikuti shalawatan, istighotsah, ceramah keagamaan, hingga penguatan
nilai-nilai ke-NU-an sebagai bagian dari pembentukan karakter.
Selain prosesi wisuda, acara juga dimeriahkan dengan
berbagai atraksi pencak silat dari sejumlah padepokan di Kabupaten Tanggamus.
Penampilan diawali oleh santri Padepokan Tapak Karuhun Kota Agung di bawah
asuhan Taufik Radianto, dilanjutkan Padepokan AsmaAllah Sumberjo asuhan Her
Subagio, Padepokan Macan Kumbang asuhan Asep Hidayat, SPKI Ulu Belu asuhan
Bahrul, serta atraksi dari padepokan yang dibina langsung oleh Hajin M. Umar
dan perguruan Bandrong.
Pertunjukan tersebut mendapat sambutan meriah dari
para tamu undangan dan masyarakat yang memadati lokasi kegiatan.
Melalui wisuda angkatan
kelima ini, Pagar Nusa Tanggamus menegaskan komitmennya untuk terus melahirkan
generasi pesilat yang tidak hanya tangguh secara fisik, tetapi juga kuat secara
moral, spiritual, dan memiliki kecintaan terhadap tradisi serta nilai-nilai
kebangsaan. [MFH/Din/rils]










3.jpg)