- Pamapta dan Reskrim Polres Tanggamus Amankan Terduga Pencuri 11 Tandan Pisang
- Pemprov Lampung Perkuat Layanan Kanker, Deteksi Dini Jadi Perhatian Utama
- Pemkab Pringsewu Gelar Upacara Peringatan Hari Kesaktian Pancasila
- Hari Kesaktian Pancasila, Pemkab Tekankan Persatuan dan Pelayanan Publik Berkeadilan
- Penurunan Stunting Terbaik di Lampung, Skor 97,63 Kota Metro Nyaris Sempurna
- Kota Metro Perkuat Strategi 4K Hadapi Tekanan Harga Pangan Saat Nataru
- Wisuda Sekolah Lansia Srikandi jadi Momentum Dorong Lansia Tetap Aktif dan Berkarya
- Sekinker Gelowing, Gerakan Bersama untuk Pengentasan Kemiskinan dan Pencegahan Stunting
- Perubahan APBD Pesisir Barat 2026 Disetujui
- Pemprov Lampung Peringatan Hari Kesaktian Pancasila 2026
Klarifikasi Video Beredar, Agus Munada Minta Publik Tak Terburu-buru Menghakimi

TANGGAMUS, MFH,-- Beredarnya potongan video di
media sosial terkait dugaan pemukulan yang dikaitkan dengan Agus Munanda
mendapat perhatian publik.
Menanggapi hal tersebut, Agus Munada memberikan
klarifikasi saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon, Jumat, 14 Agustus
2026.
Ia memilih menyerahkan persoalan tersebut
sepenuhnya kepada pihak kepolisian, mengingat kedua pihak telah menempuh
langkah hukum dengan membuat laporan.
Baca Lainnya :
- Evaluasi Pokbinwil TP-PKK Tanggamus, Siti Mahmudah Tekankan Sinergi dan Inovasi Kader0
- Polsek Limau Ungkap Dugaan Penadahan Motor Hasil Curian dan Tangkap Satu Tersangka0
- Polsek Pugung Polres Tanggamus Tangkap DPO Kasus Curat di Kolam Ikan0
- Pengurus LKKS Tanggamus Dilantik, Siap jadi Motor Penggerak Kepedulian Sosial0
- Wabup Agus Suranto Lepas Kontingen Jambore Nasional XII Tanggamus0
“Saya tidak ingin memperpanjang persoalan ini
dengan saling membantah. Karena sudah sama-sama melapor, biarkan prosesnya
berjalan dan kita serahkan kepada pihak kepolisian,” ujar Agus.
Menurut Agus, kejadian tersebut bermula dari
adanya keributan di tempat usahanya, yakni tempat kebugaran atau gym. Situasi
kemudian berkembang menjadi cekcok hingga terjadi aksi saling dorong.
“Yang jelas, kejadiannya tidak berdiri sendiri.
Ada rangkaian peristiwa sebelumnya dan banyak orang yang melihat langsung.
Karena itu, saya berharap semuanya bisa dilihat secara utuh,” katanya.
Agus juga meminta masyarakat tidak terburu-buru
mengambil kesimpulan hanya berdasarkan potongan video yang beredar di media
sosial. Ia menilai potongan video belum tentu menggambarkan keseluruhan
kejadian.
“Saya hanya meminta masyarakat dan teman-teman
di media sosial untuk bijak. Jangan langsung menghakimi hanya karena melihat
potongan video. Lebih baik tunggu proses hukum dan lihat persoalannya secara
utuh,” ungkapnya.
Ia menegaskan, dirinya menghormati proses hukum
yang sedang berjalan dan berharap seluruh fakta nantinya dapat diketahui
berdasarkan keterangan para pihak, saksi, serta bukti yang ada.
“Biarkan pihak kepolisian
yang memproses dan menilai berdasarkan fakta. Saya menghormati proses hukum dan
tidak ingin persoalan ini semakin melebar di media sosial,” pungkas Agus.
[MFH/Din/rils]











