- Klarifikasi Video Beredar, Agus Munada Minta Publik Tak Terburu-buru Menghakimi
- Cegah Kejahatan Keuangan Digital, Pemkab Pesawaran Perkuat Literasi Keuangan Masyarakat
- Semarakkan HUT ke-81 RI, Pemkab Gelar Lomba Senam Lampung Timur Makmur
- Bupati Ela Siti Nuryamah Tinjau Saluran Irigasi di Desa Tegal Ombo
- SLB Insan Madani Metro Lepas Sembilan Peserta Didik, Dorong Lulusan Mandiri dan Berdaya
- Disporapar dan Ekraf Kota Metro Dorong Kalender Event 2027 untuk Dongkrak PAD
- Pemkab Lamteng Perkuat Pemahaman Hukum Camat dan Kepala Kampung
- Pemkab Lamteng Perkuat Penanganan Anak Tidak Sekolah melalui FGD Wajar 13 Tahun
- Semarak HUT ke-81 RI, Pemkab Pesisir Barat Perkuat Semangat Konservasi
- Evaluasi Pokbinwil TP-PKK Tanggamus, Siti Mahmudah Tekankan Sinergi dan Inovasi Kader
Cegah Kejahatan Keuangan Digital, Pemkab Pesawaran Perkuat Literasi Keuangan Masyarakat

PESAWARAN, MFH,-- Upaya memperkuat literasi dan
inklusi keuangan masyarakat terus didorong melalui kolaborasi lintas lembaga.
Hal tersebut diwujudkan melalui Talkshow Edukasi Literasi dan Inklusi Keuangan
bertajuk “Uang Aman, Hidup Tenang: Cerdas Mengelola Uang, Aman Menggunakan
Layanan Keuangan, dan Terlindungi dari Kejahatan Keuangan Digital” yang
digelar di Gedung Serba Guna (GSG) Pemerintah Kabupaten Pesawaran, Kamis
(13/8/2026).
Kegiatan ini merupakan kolaborasi
antara Pemerintah Kabupaten Pesawaran bersama Direktorat Jenderal
Stabilisasi dan Pengembangan Sektor Keuangan (DJSPSK) Kementerian Keuangan RI,
Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Polres Pesawaran, dan CPA Australia.
Kolaborasi tersebut menjadi bagian dari upaya
meningkatkan pemahaman masyarakat dalam mengelola keuangan sekaligus membangun
kewaspadaan terhadap berbagai risiko dan kejahatan di sektor keuangan digital.
Adapun para peserta pada kegiatan ini meliputi para Kepala Desa, Camat,
perwakilan Organisasi Perangkat Daerah terkait, NGO, serta unsur kepolisian
yang diwakili Bhabinkamtibmas.
Baca Lainnya :
- Gubernur Resmikan RS Alamsyah Ratu Perwiranegara0
- M. Ardhiansyah Resmi Pimpin Dinas Kominfotiksan Pesawaran0
- Bupati Nanda Indira Lepas Kontingen Jambore Nasional XII Pesawaran0
- KKG Rayon 2 Negeri Katon Laksanakan Penguatan Kompetensi Guru0
- Wabup Pesawaran Ajak Mahasiswa jadi Pemimpin Adaptif, Berintegritas, dan Berdampak0
Wakil Bupati Pesawaran Antonius Muhammad Ali,
S.H. mengatakan, perkembangan teknologi telah memberikan kemudahan bagi
masyarakat dalam mengakses berbagai layanan keuangan. Namun, kemudahan tersebut
juga diikuti dengan risiko yang perlu diantisipasi, terutama terhadap maraknya
pinjaman online ilegal, judi online, penipuan, dan berbagai bentuk kejahatan
keuangan digital lainnya.
Menurutnya, peningkatan literasi keuangan
menjadi penting agar masyarakat tidak sekadar menggunakan produk dan layanan
keuangan, tetapi juga memahami manfaat, risiko, serta cara menggunakannya
secara aman dan bertanggung jawab.
“Melalui tema Uang Aman, Hidup Tenang, kegiatan
ini menjadi ruang edukasi strategis untuk merespons berbagai ancaman tersebut
sekaligus mendorong terciptanya ekosistem keuangan digital yang aman dan
produktif bagi masyarakat Kabupaten Pesawaran,” katanya.
Antonius menegaskan, perlindungan masyarakat
dari kejahatan keuangan digital membutuhkan sinergi antara pemerintah daerah,
otoritas keuangan, aparat penegak hukum, serta seluruh elemen masyarakat.
Menurutnya, kolaborasi lintas sektor diperlukan untuk mempersempit ruang gerak
pelaku kejahatan keuangan sekaligus meningkatkan kemampuan masyarakat dalam
mengenali berbagai modus penipuan.
“Sinergi antara pemerintah daerah, otoritas
keuangan nasional dan kepolisian harus terus diperkuat. Kolaborasi ini menjadi
kunci untuk mempersempit ruang gerak pelaku kejahatan keuangan digital dan
melindungi masyarakat dari berbagai praktik ilegal,” tegasnya.
Pada kesempatan tersebut, Wabup Antonius juga
menyebut, peningkatan literasi perlu terus dilakukan seiring dengan tingginya
tingkat penggunaan layanan keuangan di masyarakat. Berdasarkan hasil survei
nasional yang disampaikannya, tingkat literasi keuangan berada di angka 69
persen, sementara tingkat inklusi keuangan mencapai 93 persen.
"Kita ingin menyeimbangkan antara inklusi
keuangan dengan literasi keuangan. Masyarakat bukan hanya menggunakan layanan
keuangan, tetapi juga harus memahami bagaimana menggunakan layanan tersebut
dengan aman dan tepat,” jelasnya.
Setidaknya terdapar empat pesan penting yang
disampaikan Wabup kepada masyarakat dalam menggunakan layanan keuangan digital.
“Kalau belum paham, pelajari. Kalau masih ragu, cek dulu. Kalau mencurigakan,
jangan transfer. Dan kalau sudah menjadi korban, jangan lupa laporkan,” pesannya.
Sementara itu, Direktur Stabilisasi Sistem
Keuangan dan Sinkronisasi Kebijakan Sektor Keuangan DJSPSK, Ayu Sukorini,
menyampaikan bahwa hampir seluruh masyarakat saat ini telah menggunakan telepon
pintar yang memberikan akses terhadap berbagai fasilitas, termasuk layanan
keuangan.
Namun, kemudahan tersebut juga dapat
dimanfaatkan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab untuk menawarkan
layanan keuangan dengan iming-iming kemudahan yang justru dapat merugikan
masyarakat.
“Perubahan teknologi bergerak begitu cepat dan
mau tidak mau kita dituntut untuk mengikutinya. Karena itu, memiliki
pengetahuan yang memadai dan memanfaatkan layanan keuangan secara bijak menjadi
hal yang sangat penting,” ungkap Ayu.
Ia menekankan bahwa peningkatan inklusi keuangan
perlu diimbangi dengan peningkatan literasi. Masyarakat yang telah menggunakan
berbagai produk dan layanan keuangan harus memiliki pemahaman yang cukup agar
mampu mengambil keputusan secara tepat dan terhindar dari berbagai risiko.
Dalam kesempatan tersebut, masyarakat juga
diingatkan dengan empat langkah sederhana dalam menghadapi potensi kejahatan
keuangan digital, yakni mempelajari layanan sebelum menggunakannya, melakukan
pengecekan apabila masih ragu, tidak melakukan transfer ketika menemukan sesuatu
yang mencurigakan, serta segera melaporkan apabila menjadi korban.
Talkshow tersebut menghadirkan sejumlah
narasumber dari berbagai lembaga, di antaranya Maikel Harris Setyawan (Analis
Kebijakan Ahli Madya DJSPSK); Iga Nugroho (Deputi Direktur Grup Inovasi
Keuangan Digital OJK); Ety Elyaty (Deputi Bidang Pengawasan Kawasan Pelaku
Usaha Keuangan, Investasi dan Manajemen Strategis); serta Irzan Hanafiah
Pulungan (Manager CPA Australia). Kegiatan dimoderatori oleh Deasi Tri
Widyastuti, Analis Kebijakan Ahli Muda DJSPSK.
Melalui kolaborasi
tersebut, peningkatan literasi keuangan diharapkan dapat berjalan beriringan
dengan perluasan akses masyarakat terhadap layanan keuangan formal. Dengan
demikian, masyarakat tidak hanya semakin mudah mengakses layanan keuangan,
tetapi juga memiliki pengetahuan dan kemampuan untuk menggunakannya secara
aman, bijak, dan produktif. [MFH/Diskominfotiksan Pesawaran]











3.jpg)