- Wagub Jihan Dorong Sinergi TNI-Polri dan Pemda Percepat Pembangunan Infrastruktur Lampung
- Sekolah Rakyat Terintegrasi Lampung Timur Diresmikan
- Mendagri Dorong Forkopimda Sumatera Solid Jaga Pertumbuhan Ekonomi dan Stabilitas Daerah
- Lampung Raih Apresiasi Terbaik II Akses Penduduk terhadap Pelayanan Pendidikan Regional Sumatera
- Festival Krakatau XXXV Hadirkan Ragam Atraksi, dari Kuliner hingga Lampung Tapis Carnaval
- Festival Krakatau XXXV jadi Momentum Lampung Perkuat Daya Saing Pariwisata Nasional
- Polsek Pugung Polres Tanggamus Tangkap DPO Kasus Curat di Kolam Ikan
- Pemkab Pesisir Barat Matangkan Kompetisi Surfing 2026
- Pemkab Lambar Gelar Lomba Olahraga Ceria
- Wali Kota Metro Bahas Percepatan Bedah Rumah Bersama Kementerian PKP
Wagub Jihan Dorong Sinergi TNI-Polri dan Pemda Percepat Pembangunan Infrastruktur Lampung


LAMPUNG TIMUR, MFH,-- Pemerintah Provinsi
Lampung mengapresiasi kolaborasi TNI, Polri, pemerintah daerah, dan masyarakat
dalam pembangunan infrastruktur dasar yang memberikan manfaat langsung bagi
masyarakat, khususnya di wilayah perdesaan dan daerah yang selama ini memiliki
keterbatasan akses.
Apresiasi tersebut disampaikan Wakil Gubernur
Lampung, Jihan Nurlela saat menghadiri peresmian pembangunan jembatan dan
sumber air bersih yang dilakukan secara virtual oleh Presiden Republik
Indonesia Prabowo Subianto dari Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (13/8/2026).
Baca Lainnya :
- Sekolah Rakyat Terintegrasi Lampung Timur Diresmikan0
- Pemkab dan DPRD Lamtim Tandatangani Nota Kesepakatan Perubahan KUA dan PPAS 20260
- Kontingen Pramuka Lamtim Siap Ukir Prestasi di Jambore Nasional XII 20260
- Wabup Azwar Hadi Pimpin Sertijab Camat Marga Tiga0
- Ribuan Warga Tumpah Ruah Ikuti Jalan Sehat HUT ke-81 RI di Way Jepara0
Kegiatan tersebut berlangsung di lokasi
pembangunan Jembatan Garuda Merah Putih, Desa Kali Pasir, Kecamatan Way Bungur,
Kabupaten Lampung Timur. Jihan hadir bersama Pangdam XXI/Raden Intan, Bupati
Lampung Timur, jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Provinsi
Lampung dan Kabupaten Lampung Timur, serta unsur TNI dan Polri.
Dalam kesempatan tersebut, Presiden Prabowo
Subianto meresmikan ribuan jembatan yang dibangun melalui pengabdian TNI dan
Polri serta ribuan sumber air bersih yang dibangun TNI Angkatan Darat untuk
masyarakat di berbagai wilayah Indonesia.
Presiden menegaskan bahwa pembangunan tersebut
merupakan wujud nyata kehadiran negara dalam memberikan pelayanan dan
meningkatkan kualitas hidup masyarakat, terutama masyarakat yang tinggal di
daerah terpencil dan perdesaan.
"Saya bangga dengan saudara sekalian.
Saudara telah menjalankan misi bakti kepada rakyat. TNI bukan tentara biasa,
tetapi tentara yang berjuang bersama rakyat, memberikan yang terbaik untuk
rakyat, dan pada akhirnya akan kembali kepada rakyat," ujar Presiden.
Presiden juga menyampaikan apresiasi terhadap
prajurit TNI dan anggota Polri yang bekerja di lapangan dengan menghadapi
berbagai tantangan untuk menghadirkan fasilitas dasar yang dapat langsung
dirasakan masyarakat.
Menurut Presiden, pembangunan jembatan dan
penyediaan sumber air bersih merupakan bentuk konkret dari semangat gotong
royong dan kemampuan bangsa untuk mengoptimalkan kekuatan sendiri demi
sebesar-besarnya kemakmuran rakyat.
Ia menekankan bahwa pembangunan nasional tidak
hanya berkaitan dengan proyek-proyek besar dan strategis, tetapi juga harus
menyentuh kebutuhan dasar masyarakat.
"Negara harus hadir untuk rakyat yang
paling terpencil, rakyat yang paling jauh dari pusat-pusat kehidupan yang
besar, agar menikmati kualitas hidup yang baik," tegasnya.
Presiden mencontohkan, pembangunan jembatan
dapat memangkas waktu tempuh masyarakat yang sebelumnya harus berjalan
berjam-jam. Demikian pula dengan pembangunan sumber air bersih yang membantu
masyarakat memperoleh akses terhadap kebutuhan dasar tersebut.
Pada kesempatan itu, Presiden meresmikan secara
virtual dari Istana Merdeka pembangunan 3.365 jembatan TNI dan Polri serta
3.000 sumber air bersih untuk kepentingan masyarakat Indonesia.
Dalan kesempatan tersebut, Wakil Gubernur
Lampung Jihan Nurlela mengatakan, pembangunan Jembatan Garuda Merah Putih di
Kecamatan Way Bungur merupakan hasil kolaborasi berbagai pihak yang berangkat
dari kebutuhan nyata masyarakat.
Jihan mengapresiasi peran Pangdam XXI/Raden
Intan beserta jajaran yang merespons kebutuhan masyarakat dan mendorong
pembangunan jembatan tersebut.
"Yang kita saksikan bersama hari ini
adalah jembatan yang sudah terbangun atas pondasi kolaborasi yang luar
biasa," ujar Jihan.
Ia mengungkapkan, pembangunan jembatan tersebut
bermula dari komunikasi antara pemerintah daerah dengan jajaran TNI terkait kebutuhan
infrastruktur penghubung masyarakat di wilayah Way Bungur.
Menurut Jihan, jembatan memiliki posisi
strategis karena menjadi critical link atau penghubung penting dalam jaringan
transportasi masyarakat.
"Jembatan ini lebih vital daripada jalan.
Jembatan sering menjadi critical link dari jalan yang mungkin terbentang
berkilo-kilometer. Kalau critical link-nya rusak atau jembatannya tidak
berfungsi, percuma jalan bagus, pertanian melimpah, dan sumber kekayaan yang
ada di desa," katanya.
Karena itu, keberadaan Jembatan Garuda Merah
Putih dinilai tidak hanya memperlancar mobilitas warga, tetapi juga membuka
akses terhadap kegiatan ekonomi, pendidikan, pelayanan sosial, dan aktivitas
masyarakat lainnya.
Jembatan tersebut diharapkan menjadi penghubung
antara permukiman masyarakat dengan pusat pelayanan serta sentra-sentra
ekonomi, sehingga potensi yang dimiliki desa dapat berkembang lebih optimal.
Jihan menyampaikan bahwa pembangunan
infrastruktur masih menjadi salah satu pekerjaan rumah besar Pemerintah
Provinsi Lampung.
Menurutnya, kebutuhan pembangunan infrastruktur
di Lampung sangat besar dan membutuhkan keterlibatan seluruh pemangku
kepentingan. Keterbatasan anggaran dan kewenangan pemerintah daerah membuat
pembangunan tidak dapat dilakukan hanya oleh pemerintah provinsi atau
pemerintah kabupaten/kota secara sendiri-sendiri.
"Kolaborasi seperti inilah yang membuat
kita semuanya optimistis, karena pembangunan yang kuat adalah pembangunan yang
dikerjakan secara bersama-sama," ujarnya.
Ia menjelaskan, Pemerintah Provinsi Lampung
terus berupaya mengalokasikan anggaran untuk pembangunan infrastruktur di
tengah keterbatasan fiskal dan besarnya kebutuhan pembangunan di berbagai
sektor.
Karena itu, Jihan mengajak pemerintah
kabupaten, TNI, Polri, masyarakat, dan seluruh pemangku kepentingan untuk terus
memperkuat gotong royong dalam menyelesaikan persoalan infrastruktur secara
bertahap.
"Semua pihak boleh berswadaya. Saya
menghargai dan menghormati setinggi-tingginya masyarakat yang ikut membangun
infrastruktur. Pemerintah tidak menutup mata dan tidak menutup telinga terhadap
keluhan masyarakat. Kami terus berupaya semaksimal mungkin untuk membereskan
persoalan yang ada," katanya.
Jihan menegaskan, pembangunan infrastruktur
membutuhkan sinergi karena luasnya wilayah dan besarnya kebutuhan masyarakat
tidak sebanding dengan kemampuan pemerintah jika dikerjakan sendiri.
"Kalau kita bergandengan tangan, persoalan
demi persoalan dapat kita selesaikan satu per satu demi kesejahteraan
masyarakat Lampung, khususnya masyarakat Kabupaten Lampung Timur,"
ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, Jihan juga
menyampaikan salam dan apresiasi Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal yang
tidak dapat hadir secara langsung karena sedang menjalankan tugas di Batam
untuk menghadiri agenda penerimaan penghargaan di bidang pendidikan.
Ia menegaskan, penghargaan tersebut juga
merupakan hasil kerja bersama seluruh pihak dalam meningkatkan pelayanan dan
pembangunan di Provinsi Lampung.
Pemerintah Provinsi Lampung, lanjut Jihan, akan
terus memperkuat sinergi dengan pemerintah pusat, TNI, Polri, pemerintah
kabupaten/kota, serta masyarakat untuk mempercepat pembangunan infrastruktur.
Pembangunan Jembatan Garuda
Merah Putih di Way Bungur menjadi salah satu contoh bahwa kolaborasi dapat
menghadirkan solusi konkret terhadap kebutuhan masyarakat sekaligus memperkuat
konektivitas dan membuka peluang pertumbuhan ekonomi di wilayah perdesaan.
[MFH/Pemerintah Provinsi Lampung]










3.jpg)