- Mayat Pria Tanpa Identitas Berseragam EVERGREEN Ditemukan di Pantai Keramat Lamsel
- Provinsi Lampung Mantapkan Langkah jadi Sentra Pengembangan Singkong Nasional
- Epos Perjuangan Radin Intan: Ketika Gunung Rajabasa Menjadi Benteng Terakhir
- Ketika Krakatau Membelah Laut: Dialog Antara Mitos dan Magma
- Aksi Nyata HUT ke-25 Demokrat di Lamsel: Gelar Bersih Pantai dan Tanam Pohon di Batu Rame
- Sinergi KPK, ATR/BPN, dan Pemprov Lampung Dorong Penyelesaian Persoalan Pertanahan
- Wagub Jihan Serahkan Remisi HAN 2026 kepada 45 Anak Binaan
- Peringati Hari Anak Nasional, Batin Wulan Kunjungi LPKA dan Salurkan Bantuan
- Bupati Pringsewu Hadiri Rakor Optimalisasi Kerjasama Pemda
- Audiensi Dengan Menko Pangan, Bupati Pringsewu Kenalkan Produk Hilirisasi Mocaf
Pemkab Lampung Selatan Siapkan Empat Strategi Kunci Tekan Stunting

KALIANDA, MFH,-- Pemerintah Kabupaten
(Pemkab) Lampung Selatan menggelar Pra Musrenbang Tematik Stunting Tahun 2026
di Aula Rajabasa, Kantor Bupati Lampung Selatan, Selasa (3/3/2026).
Forum ini menjadi ruang evaluasi
sekaligus konsolidasi lintas sektor dalam mempercepat pencegahan dan penurunan
stunting di daerah tersebut.
Kegiatan tersebut dihadiri jajaran
pejabat utama dan kepala perangkat daerah Pemkab Lampung Selatan, perwakilan
Forkopimda, para camat, forum CSR, instansi vertikal, pendamping Program
Keluarga Harapan (PKH), serta jajaran terkait lainnya.
Baca Lainnya :
- Sudah Terima Sertifikasi, Guru Honorer Tak Boleh Lagi Digaji dari Dana BOS0
- Jaga Harga Tetap Stabil Saat Ramadan, Pemkab Lamsel Gelar Operasi Pasar Murah0
- Babinkantibmas Desa Blambangan Beri Bantuan Kepada Warga Korban Kebakaran0
- Respons Cepat! Pengusaha Gilingan Padi Perbaiki Jalan Rusak, Camat Palas dan Kades Turun Langsung0
- PUPR Lamsel Realisasikan Rp257,9 Miliar untuk Infrastruktur 2025, Kalianda dan Natar 0
Wakil Bupati (Wabup) Lampung
Selatan, M. Syaiful Anwar, selaku Ketua Tim Pencegahan dan Percepatan Penurunan
Stunting (TP3S), menegaskan bahwa Pra Musrenbang Tematik ini bukan sekadar
agenda rutin tahunan.
Menurutnya, forum tersebut merupakan
ruang konsolidasi strategis guna memastikan setiap intervensi yang dilakukan
benar-benar tepat sasaran dan memberikan dampak nyata.
“Stunting bukan sekadar isu
kesehatan. Stunting adalah isu pembangunan. Ia menyangkut kualitas sumber daya
manusia, produktivitas masa depan, dan daya saing daerah,” kata Syaiful saat
menyampaikan sambutan bupati.
Berdasarkan data Survei Status Gizi
Indonesia (SSGI) Tahun 2024, prevalensi stunting di Kabupaten Lampung Selatan
tercatat sebesar 10,4 persen. Angka tersebut mengalami kenaikan 0,1 persen
dibandingkan Tahun 2023 yang berada di angka 10,3 persen.
Meski kenaikannya relatif kecil,
Syaiful menilai kondisi tersebut harus menjadi pengingat agar upaya percepatan
tidak berjalan biasa-biasa saja.
“Kenaikan ini menjadi pengingat
bagi kita bahwa kerja-kerja percepatan tidak boleh kendor. Target kita jelas,
tren harus menurun dan penurunannya harus konsisten dari tahun ke tahun,”
tegasnya.
Dalam Pra Musrenbang Tematik
Stunting Tahun 2026 ini, terdapat tiga tujuan utama yang dibahas. Pertama,
melakukan evaluasi kinerja perangkat daerah dalam percepatan, pencegahan, dan
penurunan stunting berdasarkan hasil analisis situasi.
Kedua, merumuskan usulan program
dan kegiatan intervensi percepatan penurunan stunting. Ketiga, mendeklarasikan
komitmen pemerintah daerah untuk menyemangati pelaksanaan intervensi penurunan
stunting secara terintegrasi.
Untuk perencanaan 2026 menuju 2027,
Pemkab Lampung Selatan menekankan empat strategi utama. Pertama, penguatan
basis data keluarga berisiko stunting sebagai dasar penetapan sasaran program.
Kedua, penajaman lokus desa dan
kelurahan prioritas berdasarkan analisis situasi dan capaian kinerja. Ketiga,
sinkronisasi program lintas perangkat daerah guna menghindari duplikasi serta
memastikan efektivitas anggaran. Keempat, penguatan monitoring dan evaluasi
berbasis indikator output dan outcome yang terukur.
“Intervensi spesifik dan intervensi
sensitif harus terintegrasi dan saling menguatkan. Kunci keberhasilan kita
terletak pada integrasi program, ketepatan sasaran, dan konsistensi
pelaksanaan,” kata Syaiful.
Sebagai Ketua TP3S, ia juga
mengajak seluruh jajaran pemerintah mulai dari tingkat kabupaten, kecamatan
hingga desa untuk memperkuat koordinasi.
Selain itu, keterlibatan kader
pembangunan manusia, PKK, tenaga kesehatan, tokoh agama, tokoh masyarakat,
dunia usaha melalui CSR, serta dukungan media dinilai menjadi faktor penting
dalam mempercepat penurunan stunting.
“Penurunan stunting adalah tanggung
jawab bersama, kerja kolaboratif, dan gerakan kolektif seluruh elemen daerah,”
kata Wabup Syaiful. [MFH/Diskominfo Lamsel]











3.jpg)