Pemkab Respons Serangan Hama Padi, Petani Wonosobo Minta Pendampingan

By redaksi 01 Mei 2026, 12:02:56 WIB Saburai
Pemkab Respons Serangan Hama Padi, Petani Wonosobo Minta Pendampingan

TANGGAMUS, MFH,-- Pemerintah Kabupaten Tanggamus melalui Dinas Ketahanan Pangan, Tanaman Pangan dan Hortikultura merespons meluasnya serangan hama padi yang terjadi di sejumlah wilayah, khususnya di Kecamatan Wonosobo. Meski langkah penanganan telah dilakukan, petani berharap adanya pendampingan yang lebih intensif dan berkelanjutan.

Sekretaris Dinas Ketahanan Pangan, Tanaman Pangan dan Hortikultura Tanggamus, Rahmat Hidayat, menyampaikan bahwa pemerintah daerah telah menyiapkan bantuan pestisida bagi petani terdampak. Bantuan tersebut dapat diajukan melalui kelompok tani masing-masing.

“Pemkab sudah menyiapkan pestisida untuk membantu pengendalian hama. Kami juga terus melakukan pemantauan di lapangan,” ujar Rahmat, Jumaat, 1 Mei 2026.

Baca Lainnya :

Rahmat menambahkan, pihaknya juga telah turun langsung ke lapangan untuk melakukan pengecekan serta pendataan terhadap lahan pertanian yang terdampak serangan hama. Selain bantuan pestisida, pemerintah daerah juga memberikan pendampingan kepada petani guna menekan dampak kerusakan yang lebih luas.

Berdasarkan data sementara, luas lahan terdampak mencapai puluhan hektare, tersebar di beberapa pekon di Kecamatan Wonosobo, antara lain Soponyono (5 hektare), Bayu Urip (15 hektare), Kalirejo (70 hektare), Dadisari (5 hektare), Dadirejo (3 hektare), dan Karang Anyar (7 hektare).

Koordinator BPP Wonosobo, Catur, menjelaskan bahwa serangan hama terjadi secara bertahap sejak tanaman berusia sekitar 14 hari. Hama yang menyerang meliputi kepinding tanah, tikus, wereng, hingga penyakit blas.

“Serangan terjadi beruntun sesuai fase pertumbuhan tanaman, sehingga penanganannya harus terpadu,” jelasnya.

Di sisi lain, petani mengeluhkan tingginya biaya perawatan yang tidak sebanding dengan hasil panen. Sutrisno, salah satu petani di Wonosobo, mengaku upaya mandiri yang dilakukan selama ini belum membuahkan hasil maksimal.

“Kami sudah semprot dan lakukan pengendalian, tapi sering gagal. Kami butuh pendampingan yang lebih intensif," ungkapnya.

Menanggapi hal tersebut, Pemkab Tanggamus menegaskan akan memperkuat pendampingan kepada petani melalui penyuluhan dan strategi pengendalian hama terpadu, guna menekan dampak kerusakan serta menjaga stabilitas produksi dan ketahanan pangan daerah. [MFH/Din/rils]




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment