- Pamapta dan Reskrim Polres Tanggamus Amankan Terduga Pencuri 11 Tandan Pisang
- Pemprov Lampung Perkuat Layanan Kanker, Deteksi Dini Jadi Perhatian Utama
- Pemkab Pringsewu Gelar Upacara Peringatan Hari Kesaktian Pancasila
- Hari Kesaktian Pancasila, Pemkab Tekankan Persatuan dan Pelayanan Publik Berkeadilan
- Penurunan Stunting Terbaik di Lampung, Skor 97,63 Kota Metro Nyaris Sempurna
- Kota Metro Perkuat Strategi 4K Hadapi Tekanan Harga Pangan Saat Nataru
- Wisuda Sekolah Lansia Srikandi jadi Momentum Dorong Lansia Tetap Aktif dan Berkarya
- Sekinker Gelowing, Gerakan Bersama untuk Pengentasan Kemiskinan dan Pencegahan Stunting
- Perubahan APBD Pesisir Barat 2026 Disetujui
- Pemprov Lampung Peringatan Hari Kesaktian Pancasila 2026
Pemkab Respons Serangan Hama Padi, Petani Wonosobo Minta Pendampingan

TANGGAMUS, MFH,-- Pemerintah Kabupaten
Tanggamus melalui Dinas Ketahanan Pangan, Tanaman Pangan dan Hortikultura
merespons meluasnya serangan hama padi yang terjadi di sejumlah wilayah,
khususnya di Kecamatan Wonosobo. Meski langkah penanganan telah dilakukan, petani
berharap adanya pendampingan yang lebih intensif dan berkelanjutan.
Sekretaris Dinas Ketahanan Pangan, Tanaman
Pangan dan Hortikultura Tanggamus, Rahmat Hidayat, menyampaikan bahwa
pemerintah daerah telah menyiapkan bantuan pestisida bagi petani terdampak.
Bantuan tersebut dapat diajukan melalui kelompok tani masing-masing.
“Pemkab sudah menyiapkan pestisida untuk
membantu pengendalian hama. Kami juga terus melakukan pemantauan di lapangan,”
ujar Rahmat, Jumaat, 1 Mei 2026.
Baca Lainnya :
- Akses Sulit, Semangat Tak Surut: Pemkab Tanggamus Klarifikasi Sekolah Kelas Jauh di Batu Nyangka0
- Tanggamus Dukung Percepatan Jalan Nasional, Bupati Hadiri Rakor Kesiapan Lahan di BPJN Lampung0
- Rapat Lanjutan Atasi Kelangkaan Solar Nelayan Tanggamus 0
- Muzani Sentil Harga Kopi hingga Dorong Inpres Jalan Desa di Tanggamus0
- Tanpa Data, Semua Jadi Sia-sia, Wabup Agus Suranto Pimpin Komitmen EPSS 2026 di Tanggamus0
Rahmat menambahkan, pihaknya juga telah turun
langsung ke lapangan untuk melakukan pengecekan serta pendataan terhadap lahan
pertanian yang terdampak serangan hama. Selain bantuan pestisida, pemerintah
daerah juga memberikan pendampingan kepada petani guna menekan dampak kerusakan
yang lebih luas.
Berdasarkan data sementara, luas lahan
terdampak mencapai puluhan hektare, tersebar di beberapa pekon di Kecamatan
Wonosobo, antara lain Soponyono (5 hektare), Bayu Urip (15 hektare), Kalirejo
(70 hektare), Dadisari (5 hektare), Dadirejo (3 hektare), dan Karang Anyar (7
hektare).
Koordinator BPP Wonosobo, Catur, menjelaskan
bahwa serangan hama terjadi secara bertahap sejak tanaman berusia sekitar 14
hari. Hama yang menyerang meliputi kepinding tanah, tikus, wereng, hingga
penyakit blas.
“Serangan terjadi beruntun sesuai fase
pertumbuhan tanaman, sehingga penanganannya harus terpadu,” jelasnya.
Di sisi lain, petani mengeluhkan tingginya
biaya perawatan yang tidak sebanding dengan hasil panen. Sutrisno, salah satu
petani di Wonosobo, mengaku upaya mandiri yang dilakukan selama ini belum
membuahkan hasil maksimal.
“Kami sudah semprot dan lakukan pengendalian,
tapi sering gagal. Kami butuh pendampingan yang lebih intensif,"
ungkapnya.
Menanggapi hal tersebut, Pemkab Tanggamus
menegaskan akan memperkuat pendampingan kepada petani melalui penyuluhan dan
strategi pengendalian hama terpadu, guna menekan dampak kerusakan serta menjaga
stabilitas produksi dan ketahanan pangan daerah. [MFH/Din/rils]











