- Permintaan Kurban Meningkat, Penjualan Sapi Lampung Naik 40 Persen dan Domba 121 Persen
- Ketua DPD PDI Perjuangan Lampung Winarti Serahkan Bibit Padi MSP ke Petani Palas
- Panen Raya Ikan dan Jagung DPP dan DPD PDI Perjuangan Lampung Komitmen Perkuat Pangan
- Ganti Rugi Jembatan Way Kandis Dinilai Sudah Sesuai Prosedur
- Polsek Limau Identifikasi Kebakaran Rumah di Pekon Ketapang
- Bupati Tanggamus Buka Pelatihan Petugas Sensus Ekonomi Tahun 2026
- Wabup Agus Suranto Sambut Bantuan Benih Padi Aspirasi DPR RI untuk Ribuan Petani Tanggamus
- Pemprov Lampung Matangkan Strategi Antisipasi El Nino untuk Jaga Produktivitas Pertanian
- Majelis Istiqosah Al Istiqomah Terima Bantuan Sapi Qurban dari Zulhas
- Gubernur Lampung Minta BPKAD Siapkan Penyaluran Gaji Ketiga Belas ASN
Pemkab Respons Serangan Hama Padi, Petani Wonosobo Minta Pendampingan

TANGGAMUS, MFH,-- Pemerintah Kabupaten
Tanggamus melalui Dinas Ketahanan Pangan, Tanaman Pangan dan Hortikultura
merespons meluasnya serangan hama padi yang terjadi di sejumlah wilayah,
khususnya di Kecamatan Wonosobo. Meski langkah penanganan telah dilakukan, petani
berharap adanya pendampingan yang lebih intensif dan berkelanjutan.
Sekretaris Dinas Ketahanan Pangan, Tanaman
Pangan dan Hortikultura Tanggamus, Rahmat Hidayat, menyampaikan bahwa
pemerintah daerah telah menyiapkan bantuan pestisida bagi petani terdampak.
Bantuan tersebut dapat diajukan melalui kelompok tani masing-masing.
“Pemkab sudah menyiapkan pestisida untuk
membantu pengendalian hama. Kami juga terus melakukan pemantauan di lapangan,”
ujar Rahmat, Jumaat, 1 Mei 2026.
Baca Lainnya :
- Akses Sulit, Semangat Tak Surut: Pemkab Tanggamus Klarifikasi Sekolah Kelas Jauh di Batu Nyangka0
- Tanggamus Dukung Percepatan Jalan Nasional, Bupati Hadiri Rakor Kesiapan Lahan di BPJN Lampung0
- Rapat Lanjutan Atasi Kelangkaan Solar Nelayan Tanggamus 0
- Muzani Sentil Harga Kopi hingga Dorong Inpres Jalan Desa di Tanggamus0
- Tanpa Data, Semua Jadi Sia-sia, Wabup Agus Suranto Pimpin Komitmen EPSS 2026 di Tanggamus0
Rahmat menambahkan, pihaknya juga telah turun
langsung ke lapangan untuk melakukan pengecekan serta pendataan terhadap lahan
pertanian yang terdampak serangan hama. Selain bantuan pestisida, pemerintah
daerah juga memberikan pendampingan kepada petani guna menekan dampak kerusakan
yang lebih luas.
Berdasarkan data sementara, luas lahan
terdampak mencapai puluhan hektare, tersebar di beberapa pekon di Kecamatan
Wonosobo, antara lain Soponyono (5 hektare), Bayu Urip (15 hektare), Kalirejo
(70 hektare), Dadisari (5 hektare), Dadirejo (3 hektare), dan Karang Anyar (7
hektare).
Koordinator BPP Wonosobo, Catur, menjelaskan
bahwa serangan hama terjadi secara bertahap sejak tanaman berusia sekitar 14
hari. Hama yang menyerang meliputi kepinding tanah, tikus, wereng, hingga
penyakit blas.
“Serangan terjadi beruntun sesuai fase
pertumbuhan tanaman, sehingga penanganannya harus terpadu,” jelasnya.
Di sisi lain, petani mengeluhkan tingginya
biaya perawatan yang tidak sebanding dengan hasil panen. Sutrisno, salah satu
petani di Wonosobo, mengaku upaya mandiri yang dilakukan selama ini belum
membuahkan hasil maksimal.
“Kami sudah semprot dan lakukan pengendalian,
tapi sering gagal. Kami butuh pendampingan yang lebih intensif,"
ungkapnya.
Menanggapi hal tersebut, Pemkab Tanggamus
menegaskan akan memperkuat pendampingan kepada petani melalui penyuluhan dan
strategi pengendalian hama terpadu, guna menekan dampak kerusakan serta menjaga
stabilitas produksi dan ketahanan pangan daerah. [MFH/Din/rils]











3.jpg)