- Polsek Wonosobo Ungkap Mayat di Pantai Kota Agung Timur
- Disnaker Lamsel Siap Konfirmasi Dugaan PHK Sepihak PT. Galaxy Wood Industry
- Sinergi Pemprov, Sekolah, dan Orang Tua Kunci Sukses Sekolah Ramah Anak
- Polres Tanggamus Evakuasi Mayat Pria Tanpa Identitas di Pantai Kota Agung Timur
- Lampung Matangkan Langkah Strategis Menuju Tuan Rumah PON XXIII 2032
- Bupati Terima Penghargaan Sebagai Pioner Kemandirian Ekonomi Desa
- Wakil Bupati Lampung Utara Sambangi Keluarga Korban Kebakaran
- Pemerintah Kabupaten Lampung Utara Jajaki Kerjasama dengan UGM
- Wakil Bupati Pesisir Barat Hadiri Pengajian Manaqib
- Pemkab Pesisir Barat Hadiri Rapat Visitasi Koni Pusat
Sinergi Pemprov, Sekolah, dan Orang Tua Kunci Sukses Sekolah Ramah Anak


BANDAR LAMPUNG, MFH,-- Pemerintah Provinsi
Lampung bersama TP PKK Provinsi Lampung terus memperkuat komitmen dalam
mewujudkan lingkungan pendidikan yang aman, inklusif, dan ramah bagi anak
melalui penguatan program Sekolah Ramah Anak (SRA).
Komitmen tersebut diwujudkan melalui
penandatanganan perjanjian kerja sama antara SMA Fransiskus Bandar Lampung
dengan Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Provinsi
Lampung, yang berlangsung di Auditorium SMA Fransiskus Bandar Lampung, Kamis
(16/04/2026).
Baca Lainnya :
- Lampung Matangkan Langkah Strategis Menuju Tuan Rumah PON XXIII 20320
- Polda Lampung Gelar Simulasi Rayonisasi Polres dan Penanganan Unjuk Rasa 0
- Pemprov Lampung Dorong Transformasi Ekonomi Lewat Hilirisasi dan Penguatan SDM0
- Pemprov Lampung Perkuat Strategi Lawan TBC, Didukung Pemerintah Pusat0
- Fokus Tingkatkan Mutu Pendidikan, 51 Kepala Sekolah Dilantik 0
Kerja sama ini meliputi pemanfaatan layanan
Pusat Pembelajaran Keluarga (Puspaga) Pinggungan Sebuai Provinsi Lampung serta
penyelenggaraan Sekolah Ramah Anak. Dalam kesempatan tersebut, Dinas PPPA
Provinsi Lampung juga menyerahkan secara simbolis panduan apel tematik jenjang
SMA/SMK sederajat sebagai bentuk dukungan implementasi SRA di satuan
pendidikan.
Sebagai bentuk wujud komitmen terhadap SRA,
dibacakan deklarasi Sekolah Ramah Anak yang dipimpin oleh Kepala SMA Fransiskus
Bandar Lampung, Sr. M. Elfrida, FSGM, M.Pd. diikuti oleh pendidik, tenaga
kependidikan dan peserta didik yang hadir dalam kegiatan tersebut dan
dilanjutkan dengan penandatanganan papan deklarasi Sekolah Ramah Anak sebagai
simbol komitmen bersama seluruh pihak.
Ketua TP PKK Provinsi Lampung, Purnama Wulan
Sari Mirza, menegaskan bahwa deklarasi Sekolah Ramah Anak merupakan langkah
strategis dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang menjamin pemenuhan hak
dan perlindungan anak.
"Sekolah Ramah Anak bukan sekadar program,
tetapi komitmen bersama untuk menghadirkan lingkungan pendidikan yang aman,
nyaman, inklusif, serta bebas dari kekerasan dan diskriminasi," ujar Ketua
TP PKK Provinsi Lampung.
Menurutnya, keberhasilan implementasi SRA
memerlukan sinergi seluruh pihak, mulai dari pemerintah, satuan pendidikan,
orang tua, hingga masyarakat.
"Peran orang tua sangat penting dalam
membentuk karakter anak. Pendidikan tidak hanya berlangsung di sekolah, tetapi
juga di lingkungan keluarga. Kolaborasi ini menjadi kunci utama dalam mewujudkan
Sekolah Ramah Anak," tambahnya.
Lebih lanjut, Batin Wulan, sapaan akrab Ketua
TP PKK Provinsi Lampung menekankan pentingnya peran aktif peserta didik sebagai
subjek utama dalam implementasi SRA.
"Anak-anak adalah aktor utama. Sekolah dan
orang tua memfasilitasi, namun keberhasilan program ini sangat ditentukan oleh
bagaimana siswa mampu menerapkan nilai-nilai positif dalam kehidupan
sehari-hari," katanya.
Ia juga mengajak para siswa untuk membangun
pergaulan yang sehat, menjunjung tinggi sikap saling menghargai, serta berani
menjadi pelopor dan pelapor dalam menciptakan lingkungan sekolah yang positif.
Pemerintah Provinsi Lampung, lanjutnya, terus
mendorong percepatan terwujudnya Kabupaten/Kota Layak Anak (KLA), salah satunya
melalui penguatan Sekolah Ramah Anak di seluruh satuan pendidikan.
"Kami berharap SMA Fransiskus Bandar
Lampung dapat menjadi role model dan menginspirasi sekolah lain di Provinsi
Lampung dalam mengimplementasikan Sekolah Ramah Anak secara
berkelanjutan," harapnya.
Ketua Yayasan Dwi Bakti Bandar Lampung, Sr. M.
Editha FSGM, S.Pd, menyampaikan bahwa konsep Sekolah Ramah Anak di lingkungan
Fransiskus tidak hanya diwujudkan dalam kebijakan, tetapi juga dalam perilaku,
komunikasi, serta pelayanan pendidikan yang berlandaskan nilai kasih dan
kerahiman.
"Kami berkomitmen untuk terus meningkatkan
kualitas layanan pendidikan dan menciptakan lingkungan yang mendukung tumbuh
kembang anak secara optimal," ujarnya.
Kegiatan ini juga
melibatkan orang tua siswa sebagai bagian dari penguatan komitmen bersama serta
dimeriahkan dengan penampilan ekstrakurikuler siswa-siswi SMA Fransiskus Bandar
Lampung. [MFH/Dinas Kominfotik Provinsi Lampung]










3.jpg)