- Sinergi Pusat dan Daerah, Lampung Targetkan Mudik Lebaran Aman dan Lancar
- Bupati Harap Agita Nazara Perwakilan Lampung Puteri Indonesia 2026 jadi Penggerak Pariwisata
- Hadiri Pengesahan Anggota Baru, Wakil Bupati Berpesan Anggota Pagar Nusa harus jadi Teladan
- Bupati Lampung Utara Tinjau Dampak Kerusakan dan Pastikan Penanganan Warga
- Bupati Pringsewu Tutup Retreat Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama dan Administrator
- Sekjen Kemendagri Ingatkan Ancaman Lonjakan Harga Pangan
- UKP Zita Anjani Dorong Nirwana Resort Jadi Motor Ekonomi Warga
- Berikan Nuansa Berbeda, PPKPM Gandeng Komunitas Musisi Jalanan
- Polsek Kota Agung Dibantu Warga Tangkap Pelaku Percobaan Pencurian di Way Gelang, Dua Rekannya DPO
- Polsek Talang Padang Identifikasi Remaja Tenggelam di Sungai Sinar Banten
Sinergi Pusat dan Daerah, Lampung Targetkan Mudik Lebaran Aman dan Lancar

BANDAR LAMPUNG, MFH,-- Pemerintah
Provinsi Lampung bersama Kementerian Perhubungan menggelar Rapat Koordinasi
(Rakor) Persiapan Angkutan Lebaran 2026 di Ruang Rapat Utama Kantor Gubernur
Lampung, Selasa (17/2/2026), guna memastikan kesiapan sarana dan prasarana transportasi
menghadapi arus mudik dan balik Idul Fitri 1447 Hijriah.
Rakor dipimpin langsung Menteri
Perhubungan RI Dudy Purwagandhi, Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal, dan
Ketua DPRD Lampung Ahmad Giri Akbar. Hadir pula jajaran Forkopimda, pejabat tinggi
Kementerian Perhubungan, serta kepala daerah kabupaten/kota se-Lampung.
Dalam sambutannya, Gubernur Mirza
menegaskan posisi strategis Lampung sebagai gerbang utama Pulau Sumatera. Ia
menyebut, setiap musim mudik, perhatian nasional tertuju pada arus
penyeberangan Merak–Bakauheni.
Baca Lainnya :
- Berikan Nuansa Berbeda, PPKPM Gandeng Komunitas Musisi Jalanan 0
- Sambut Ramadan, Pemprov Lampung Perkuat Sinergi Lewat Doa untuk Negeri0
- Bunda Literasi Provinsi Lampung Kukuhkan Forum Literasi Daerah, Perkuat SDM Berdaya Saing0
- Pemprov Lampung Dukung Penuh Langkah-Langkah Penegakan Ketertiban dan Hukum0
- Kantor Kelurahan Rajabasa Jaya Selesai Dibangun, Warga Gelar Syukuran0
“Lampung selalu menjadi sorotan
karena menjadi entry gate masyarakat dari Pulau Jawa menuju Sumatera. Karena
itu, pelayanan dan kesiapan kita harus dilakukan dengan sangat cermat,” ujar
Gubernur.
Pada rakor tersebut, Gubernur
mengapresiasi berbagai kebijakan pemerintah pusat yang dinilai pro rakyat,
mulai dari diskon angkutan udara dan kereta api, diskon tarif tol, hingga
program mudik gratis. Kebijakan tersebut diperkirakan meningkatkan mobilitas
masyarakat pada Lebaran tahun ini.
Menurut Gubernur, kebijakan Work
From Anywhere (WFA), libur sekolah, dan cuti bersama juga berpotensi memecah
kepadatan arus mudik. Namun, di sisi lain, peningkatan mobilitas tetap harus
diantisipasi dengan kesiapan infrastruktur dan SDM.
Adapun kondisi jalan provinsi,
menurut Gubernur, dalam status mantap mencapai 79,79 persen. Pemerintah
Provinsi menargetkan tidak ada lagi lubang di *jalan provinsi* sebelum puncak
arus mudik, termasuk percepatan perbaikan di jalan nasional dan kabupaten/kota
melalui skema swakelola.
Sementara itu, Kepala Dinas
Perhubungan Provinsi Lampung, Bambang Sumbogo melaporkan bahwa pada Lebaran
sebelumnya terjadi kenaikan pergerakan penumpang sekitar 10 persen di seluruh
moda transportasi. Namun, tantangan terbesar tetap berada di sektor
penyeberangan Bakauheni.
Ia menjelaskan, pada periode
puncak, lonjakan penumpang di Bakauheni bisa meningkat berkali lipat dibanding
hari normal. Karena itu, strategi delaying system melalui 10 titik buffer zone
di jalan tol dan arteri disiapkan untuk mengendalikan arus kendaraan menuju
pelabuhan.
Selain itu, penerapan geofencing
dan tiket elektronik Ferizy akan diperkuat. Dengan sistem ini, kendaraan yang
belum memiliki tiket tidak dapat memasuki area pelabuhan dalam radius tertentu.
“Dengan geofencing, pelabuhan
menjadi lebih tertib dan bersih dari praktik calo. Kendaraan yang masuk sudah
pasti memiliki tiket,” ujar Bambang.
Menteri Perhubungan Dudy
Purwagandhi menyampaikan, berdasarkan survei nasional, potensi pergerakan
masyarakat pada Lebaran 2026 diperkirakan mencapai 143,91 juta orang. Meski
turun 1,75 persen dari survei tahun sebelumnya, realisasi dinilai berpotensi
lebih tinggi.
Lampung sendiri diperkirakan
menjadi tujuan favorit dari wilayah Jabodetabek dengan potensi 778.000 orang.
Pelabuhan Bakauheni diproyeksikan melayani sekitar 813.000 penumpang sebagai
pelabuhan asal dan 2,94 juta penumpang sebagai pelabuhan tujuan.
Untuk mendukung kelancaran arus,
Kemenhub menyiapkan 31.000 unit bus, 829 kapal laut, 3.821 rangkaian kereta
api, 392 pesawat, dan 255 kapal penyeberangan secara nasional. Di lintas
Jawa–Sumatera, disiapkan lima jalur penyeberangan termasuk Merak–Bakauheni dan
rute alternatif Ciwandan serta BBJ Bojonegara.
Dudy menegaskan, pembatasan truk
sumbu tiga ke atas akan diberlakukan tanpa diskresi selama masa angkutan
Lebaran. Pengecualian hanya diberikan bagi kendaraan pengangkut BBM, pupuk,
bantuan bencana, dan kebutuhan pokok.
“Kami tidak memberikan diskresi
untuk sumbu tiga ke atas. Pengalaman sebelumnya menunjukkan pelanggaran bisa
berdampak besar pada kemacetan,” tegasnya.
Ia juga menyatakan dukungan
terhadap rencana operasi modifikasi cuaca (OMC) guna mengantisipasi gelombang
tinggi dan cuaca ekstrem yang berpotensi mengganggu pelayaran maupun perjalanan
darat.
Di sektor perkeretaapian, terdapat
139 perlintasan sebidang di Lampung yang menjadi perhatian. Kemenhub menambah
129 petugas penjaga untuk meningkatkan keselamatan selama masa mudik.
Rakor tersebut menegaskan
pentingnya kolaborasi pemerintah pusat dan daerah, TNI-Polri, BUMN, serta
operator transportasi. Dengan sinergi lintas sektor, Pemerintah optimistis
penyelenggaraan Angkutan Lebaran 2026 di Lampung dapat berjalan aman, lancar,
dan terkendali. MFH/Dinas Kominfotik Provinsi Lampung]











3.jpg)