- Berikan Nuansa Berbeda, PPKPM Gandeng Komunitas Musisi Jalanan
- Polsek Kota Agung Dibantu Warga Tangkap Pelaku Percobaan Pencurian di Way Gelang, Dua Rekannya DPO
- Polsek Talang Padang Identifikasi Remaja Tenggelam di Sungai Sinar Banten
- Sinergi Pemda dan Masyarakat, Penanganan Darurat Ruas Jalan Bumi Jawa–Tanjung Kesuma Dikebut
- Bupati Pesawaran Tinjau Lokasi Terdampak Puting Beliung di Kecamatan Tegineneng
- Lomba Songsong Ramadan 1447 H Resmi Ditutup
- Utusan Khusus Presiden Turun Langsung Bikin Gerabah di Natar
- Polsek Pematang Sawa Identifikasi Kebakaran Tempat Pembuatan Kopra
- Polres Tanggamus Amankan Perayaan Imlek 2577 di Vihara Dharma Agung
- Babinsa Koramil Palas Bantu Sergab Petani Selama Musim Panen
Berikan Nuansa Berbeda, PPKPM Gandeng Komunitas Musisi Jalanan

BANDAR LAMPUNG, MFH,-- Program
Walikota Bandar Lampung, Hj. Eva Dwiana untuk memajukan pariwisata Kota Bandar
Lampung khususnya wisata kuliner mendapat apresiasi dan dukungan penuh dari Paguyuban
Pedagang Kuliner Pasar Mambo (PPKPM), Pesawahan, Teluk Betung Selatan, Kota
Bandar Lampung.
Berbagai upaya dilakukan PPKPM
untuk kembali menghidupkan dan melestarikan pasar legendaris ini dengan sedapat mungkin memberikan
rasa aman dan nyaman bagi pengunjung dan pedagang yang berjualan di pasar
tersebut.
Hal tersebut diungkapkan Sekretaris
PPKPM, Achmad Syufari. SE mendampingi ketua dan pengurus paguyuban di sekretariat
sementara paguyuban, Selasa malam Rabu, (17/02/2026).
Baca Lainnya :
- Sambut Ramadan, Pemprov Lampung Perkuat Sinergi Lewat Doa untuk Negeri0
- Bunda Literasi Provinsi Lampung Kukuhkan Forum Literasi Daerah, Perkuat SDM Berdaya Saing0
- Pemprov Lampung Dukung Penuh Langkah-Langkah Penegakan Ketertiban dan Hukum0
- Kantor Kelurahan Rajabasa Jaya Selesai Dibangun, Warga Gelar Syukuran0
- Entry Meeting BPK Digelar, Pemprov Lampung Perkuat Tata Kelola Keuangan Daerah0
Salah satu upaya tersebut adalah dengan
menggandeng Big Mambo, Komunitas Musisi Jalanan Kota Bandar Lampung untuk tampil
di Pasar Mambo, dengan harapan dapat memberikan nuansa berbeda bagi
pengunjung saat berwisata kuliner dan
menyantap hidangan.
Masih menurut Achmad Syufari, langkah
tersebut adalah bentuk dukungan terhadap program pengembangan pariwisata Dinas
Pariwisata dan walikota Bandar Lampung.
“Pihak PPKPM sudah mempertimbangkan dengan
matang langkah tersebut. Keputusan diambil setelah pengurus melakukan
musyawarah terlebih dahulu. Pola dan tata tertib untuk rekan-rekan musisi
jalanan yang akan tampil sudah kita susun dengan hati-hati. Kenyamanan dan
keamanan bagi pengunjung yang berwisata kuliner di Pasar Mambo tetap menjadi prioritas
utama. Jadi pengunjung tidak akan merasa terganggu atau merasa kurang nyaman dengan
kehadiran rekan-rekan musisi jalanan,” urai pria yang akrab dipanggil Ari ini.
Lanjut Ari, para musisi jalanan
yang tergabung dalam komunitas Big Mambo beranggotakan Eko Subari
(Koordinator), Heriyanto, Ismail Setiawan, Novi Jusman, dan Indra Prasta bukan
sembarang musisi jalanan, mereka sudah memiliki jam terbang memadai dan sesuai
standar yang ditetapkan paguyuban pedagang.
“PPKPM memang menerapkan standar
tersendiri bagi para musisi jalanan, jadi tidak sembarangan bisa tampil, hampir
seluruh anggota Komunitas Big Mambo yang tampil rata-rata adalah pengisi life
music di hotel-hotel dan café-café ternama di Kota Bandar Lampung,” kata pria
yang juga Pimpinan Redaksi Portal Berita Online Media Faktual Hukum.
Sementara itu, Koordinator
Komunitas Big Mambo Eko Subari mengatakan, Komunitas Big Mambo berterima kasih
diberi kesempatan untuk tampil dan turut memeriahkan Pasar Mambo.
“Atas nama rekan-rekan anggota
komunitas, saya berterima kasih dan bersyukur diberi kesempatan untuk turut
meramaikan, memeriahkan, dan menghibur pengujung serta pedagang di Pasar Mambo
dengan kemampuan bermusik dan olah vocal. Kami berharap dengan kehadiran Big
Mambo dapat membawa perubahan ke arah yang lebih baik, sehingga pengunjung dan
tamu akan bertambah ramai. Dan yang tak kalah pentingnya, Komunitas Musisi
jalanan Big Mambo berupaya menampilkan yang terbaik serta berusaha merubah
stigma negatif terhadap rekan-rekan musisi jalanan yang selama ini melekat,” ujar Eko didamping
anggota komunitas Big Mambo.
Hal senada juga disampaikan Ari Mandiri
salah satu pedagang di Pasar Mambo, dia mengatakan bahwa dirinya dan pedagang lain
sangat antusias menyambut Big Mambo sebagai salah satu komponen yang diharapkan
dapat memberikan nuansa berbeda di Pasar Mambo.
“Kami mendukung sepenuhnya
kehadiran Big Mambo di pasar ini, selain tampil dengan sangat apik dan tertata
rapi mereka juga berhasil membuat pengunjung dan pedagangan terhibur dengan
lagu-lagu yang dibawakan. Dan yang paling penting Big Mambo berhasil merubah kesan
negatif terhadap para musisi jalanan yang selama ini melekat di kalangan pengunjung
dan pedagang khususnya di pasar ini. Kami berharap Big Mambo ke depan bisa
tampil lebih baik lagi sehingga Pasar Mambo makin dikenal sebagai lokasi wisata
kuliner yang aman, nyaman dan layak dikunjungi,” pungkasnya. [MFH/red]










3.jpg)