- HUT ke-81 PMI, Purnama Wulan Sari Mirza Perkuat Gerakan Kemanusiaan di Lampung
- Pemprov Lampung Raih Peringkat I TPID Kinerja Terbaik Wilayah Sumatera
- Pertumbuhan Ekonomi Pringsewu di Atas Provinsi Lampung dan Nasional
- Desa Sidodadi Teluk Pandan Wakili Pesawaran Masuk 12 Besar Desa Cantik Terbaik Nasional 2026
- Ketua TP-PKK Provinsi Lampung Canangkan Desa Tapis di Ganjar Asri
- Jawab Kritik DPRD, Wali Kota Metro Ungkap Alasan Pinjaman Rp20 Miliar dan Penurunan Bansos
- Pemkab Ikuti Rakornas Pengendalian Inflasi dan P2DD Secara Daring
- Hadiri Pengajian Akbar KBNU Bekri, Plt Bupati Ajak Masyarakat Perkuat Ukhuwah dan Kerukunan
- TNI AU Gelar Latihan Evakuasi Medis Udara di Pesisir Barat
- Gerakan Seniman Masuk Sekolah Angkat Budaya Lokal Pesisir Barat
TNI AU Gelar Latihan Evakuasi Medis Udara di Pesisir Barat

PESISIR BARAT, MFH,-- Untuk memastikan kesiapan
penanganan masyarakat apabila terjadi kondisi darurat, TNI Angkatan Udara (TNI
AU) melalui Pusat Kesehatan TNI AU (Puskesau) menggelar Latihan Kesiagaan
Evakuasi Medis Udara Tahun 2026 di Kabupaten Pesisir Barat, Lampung.
Latihan yang berlangsung pada 22 hingga 24
September 2026 tersebut salah satunya dilaksanakan di Bandara M. Taufik Kiemas,
Pekon Seray, Kecamatan Pesisir Tengah, pada Rabu (23/09/2026), dengan
melibatkan personel gabungan dan sejumlah alat utama sistem persenjataan
(alutsista) TNI AU.
Kegiatan ini menguji kesiapan proses evakuasi
medis melalui jalur udara, mulai dari penjemputan korban di lokasi kejadian,
pemindahan pasien, hingga proses rujukan lanjutan menuju fasilitas kesehatan
yang lebih tinggi di Bandar Lampung.
Baca Lainnya :
- Gerakan Seniman Masuk Sekolah Angkat Budaya Lokal Pesisir Barat0
- Rapat Paripurna DPRD Pesisir Barat Bahas Raperda Perubahan APBD TA 20260
- Pemkab Pesisir Barat Gelar Simulasi Penanganan Pasien Darurat Lewat Udara 0
- Bupati Pesisir Barat Tanda Tangani Kerja Sama Nasional di Tangsel0
- Dekranasda, PKK dan Posyandu Pesisir Barat Diperkuat, Program akan Makin Terarah0
Dalam latihan tersebut dilibatkan empat unit
alutsista udara, yakni 1 unit pesawat Cassa C-212i dari Skadron Udara 4, 1 unit
helikopter H-225 Caracal dari Skadron Udara 8, serta 2 unit helikopter EC-120B
Colibri.
Pelibatan berbagai jenis pesawat dan helikopter
tersebut menjadi bagian dari skenario untuk menguji kesiapan unsur udara dalam
mendukung proses evakuasi medis secara cepat dan terkoordinasi.
Selain Bandara M. Taufik Kiemas, rangkaian
latihan juga mencakup pengecekan kesiapan helipad RSUD KH. M. Thohir Krui serta
pemetaan titik pendaratan alternatif yang dapat digunakan dalam skenario
keadaan darurat.
Kegiatan tersebut dihadiri Kepala Pusat
Kesehatan TNI AU Marsda TNI dr. M. Roikhan Harowi, Sp. THT-KL., M.Kes.;
Komandan Grup 2 Helikopter Marsma TNI R. Endri Kargono, M.Han.; Komandan Wing
Udara 2.2 Kolonel Pnb Lucky Indrawan, S.A.P.; Direktur Pembinaan Dukungan
Kesehatan Puskesau Kolonel Kes dr. Yanuar T. Sastranegara, Sp.OT.; Wakil
Komandan Grup 2 Helikopter Kolonel Pnb Yanwar Efendi, S.H.; Komandan Skadron
Udara 7 Letkol Pnb Tri Wanto, S.Sos.; serta Paban IV/Dukopslat Sopsau Kolonel
Pnb Taufik Agus Hidayat.
Dari Pemerintah Kabupaten Pesisir Barat hadir
Sekretaris Daerah Kabupaten Pesisir Barat Tedi Zadmiko, S.K.M., S.H., M.M.,
CGRE.
Turut hadir Asisten III Bidang Administrasi
Umum Armen Qodar, S.P., M.M.; Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Pesisir Barat
Herdy Wilismar, S.H., M.M.; Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pesisir Barat
Septono, S.KM., M.M.; Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan
Persandian Kabupaten Pesisir Barat M. Belly Oscar, S.H., M.H.; Komandan Kodim
0422/Lampung Barat Letkol Inf Rizky Kurniawan; Kapolres Pesisir Barat AKBP
Rinto Haivan Simbolon, S.E., S.I.K., M.H.; Kepala RSUD KH. M. Thohir Krui dr.
Yusuf Firmansyah, M.Kes.; Kacabjari Krui Pesisir Barat P. Jefri Leo Chandra S.,
S.H., M.H.; Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Pesisir Barat Aris Wandi; Kepala
Satuan Pelaksana Bandara M. Taufik Kiemas Azis Rian; serta Kasatpol PP
Kabupaten Pesisir Barat Cahyadi Muis, S.H.
Sekretaris Daerah Kabupaten Pesisir Barat Tedi
Zadmiko, S.K.M., S.H., M.M., CGRE., menyampaikan penghargaan dan terima kasih
kepada Presiden Republik Indonesia serta TNI Angkatan Udara sebagai pelaksana
kegiatan atas terselenggaranya latihan kesiagaan evakuasi medis udara di
Pesisir Barat.
Menurutnya, kegiatan tersebut memiliki arti
penting bagi Pesisir Barat mengingat karakteristik wilayah yang memiliki
potensi kerawanan bencana.
“Kami menyampaikan penghargaan dan terima kasih
kepada Bapak Presiden dan kepada TNI Angkatan Udara sebagai pelaksana kegiatan
ini. Kita menyadari bahwa karakteristik wilayah kita merupakan wilayah yang
rawan bencana, sehingga dengan adanya kegiatan ini secara tidak langsung
melatih tenaga medis, nonmedis maupun unsur pendukung, mulai dari puskesmas,
BPBD, rumah sakit hingga ambulans,” ujar Sekda Pesisir Barat.
Ia mengatakan, latihan tersebut diharapkan
dapat meningkatkan kesiapan seluruh unsur dalam mengambil langkah-langkah
mitigasi apabila terjadi kondisi yang tidak diinginkan atau bencana yang
membutuhkan penanganan medis dan evakuasi melalui jalur udara.
“Dengan latihan ini, kita berharap seluruh
unsur yang terlibat memahami langkah-langkah yang harus dilakukan apabila
terjadi kondisi darurat, sehingga penanganan dan evakuasi masyarakat dapat
dilakukan secara cepat dan terkoordinasi,” lanjutnya.
Tedi menambahkan, Pemerintah Kabupaten Pesisir
Barat juga akan melakukan tindak lanjut terhadap kesiapan infrastruktur
pendukung evakuasi medis udara, salah satunya dengan menyiapkan landasan atau
helipad di rumah sakit.
“Pemerintah daerah juga akan melakukan tindak
lanjut, salah satunya dengan menyiapkan landasan helikopter di rumah sakit
dalam rangka mendukung evakuasi melalui jalur udara ini,” katanya.
Menurutnya, hasil latihan tersebut selanjutnya
perlu menjadi bahan evaluasi bersama agar kesiapsiagaan evakuasi medis di
Pesisir Barat dapat terus diperkuat.
“Dari kegiatan ini kami berharap ada tindak
lanjut evaluasi dan kegiatan serupa dapat kembali dilakukan pada waktu yang
akan datang, dalam rangka meningkatkan kesiapsiagaan evakuasi medis apabila
terjadi bencana” ujar Sekda Pesisir Barat.
Sebelum simulasi lapangan dimulai, personel
gabungan menjalani tahap persiapan dan pengenalan prosedur evakuasi medis
cepat. Tahapan tersebut meliputi pengenalan peralatan, pembagian peran,
pematangan alur komunikasi serta pengecekan kesiapan teknis sebelum pelaksanaan
manuver udara.
Sejumlah titik di wilayah Pesisir Barat
dipetakan untuk mendukung pelaksanaan evakuasi medis melalui jalur udara.
Bandara M. Taufik Kiemas menjadi salah satu titik utama kegiatan sekaligus
lokasi kesiapan evakuasi udara.
Sementara itu, RSUD KH. M. Thohir Krui menjadi
fasilitas kesehatan yang turut diuji kesiapan helipad-nya untuk mendukung
skenario pemindahan pasien dalam kondisi darurat.
Selain itu, Lapangan Merdeka Labuhan Jukung
diproyeksikan sebagai titik pendaratan alternatif dalam skenario keadaan
darurat di kawasan publik.
Rangkaian latihan diarahkan untuk menguji
kecepatan respons atau golden hour dalam penanganan korban, mulai dari lokasi
kejadian, proses evakuasi dan pendaratan, hingga koordinasi serah terima pasien
kepada fasilitas kesehatan.
Skenario juga mencakup proses rujukan lanjutan
dari RSUD KH. M. Thohir Krui menuju fasilitas kesehatan dengan tingkat
pelayanan lebih tinggi di Bandar Lampung.
Pelaksanaan Latihan Kesiagaan Evakuasi Medis
Udara Puskesau Tahun 2026 di Pesisir Barat menjadi bagian dari upaya memperkuat
koordinasi lintas instansi dalam menghadapi kondisi darurat yang membutuhkan
penanganan dan evakuasi medis melalui jalur udara.
Melalui latihan tersebut, kesiapan personel,
fasilitas pendukung, alur komunikasi dan pembagian tugas antarinstansi diuji
secara langsung. Dengan demikian, setiap unsur diharapkan memiliki pemahaman
yang sama mengenai prosedur dan tanggung jawab masing-masing ketika menghadapi
kondisi darurat.
Latihan pada Rabu (23/09/2026) tersebut selesai
sekitar pukul 11.30 WIB dalam keadaan aman dan lancar.
Latihan Kesiagaan Evakuasi Medis Udara Puskesau
Tahun 2026 berlangsung selama tiga hari, 22 hingga 24 September 2026, dengan
Kabupaten Pesisir Barat menjadi salah satu lokasi pelaksanaan kegiatan di
wilayah Lampung. [MFH/ Diskominfotiksan]











