- Wakil Bupati Irawan Topani Hadiri Rapat Paripurna DPRD Pesibar HUT ke-13 Pesisir Barat
- Wabup Lampung Barat Hadiri Undangan Rapat Paripurna HUT ke-13 Pesisir Barat
- Cegah Kebakaran Akibat Korsleting Listrik, Bupati Lambar Himbau Warga Lebih Waspada
- Pemkab Lampung Utara Seleksi Para Finalis Muli Mekhanai
- Serap Aspirasi serta Berikan Solusi Nyata bagi Masyarakat
- Peringatan Hari Kartini ke-147, Pemkab Lamteng Dorong Peran Strategis Perempuan
- Bupati Ela Buka Lokalatih Perlindungan Pekerja Migran Perempuan
- Tiga Desa di Lamtim Dicanangkan Jadi Desa Cantik, Perkuat Pembangunan Berbasis Data
- Ketua Tim Pembina Posyandu Pesawaran Tekankan Peran Keluarga Dalam Cegah Stunting
- Polwan Polda Lampung Wujudkan Semangat Kartini melalui Pengabdian dan Prestasi
Vakum Sejak 2020, Tanggamus Hidupkan Lagi Adiwiyata
7 Sekolah Disiapkan Tembus Penilaian Pusat

TANGGAMUS, MFH,-- Setelah sempat vakum selama enam tahun,
Pemerintah Kabupaten Tanggamus mulai menghidupkan kembali Program Adiwiyata
melalui Rapat Koordinasi (Rakor) yang digelar Selasa, 21 April 2026, di Ruang
Rapat Wakil Bupati Tanggamus.
Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Wakil
Bupati Tanggamus, Agus Suranto, dan dihadiri jajaran Dinas Lingkungan Hidup
(DLH), Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud), serta perwakilan kepala
sekolah dari sejumlah satuan pendidikan.
Rakor ini menjadi langkah awal percepatan,
sekaligus forum penyatuan persepsi terhadap implementasi Peraturan Menteri
Lingkungan Hidup Nomor 5 Tahun 2025 tentang Program Adiwiyata.
Baca Lainnya :
- Pemkab Tanggamus Tuntaskan Perbaikan Jalan Pasar Talang Padang0
- Wabup Agus Suranto Tekankan Merit Sistem, 9 Pejabat Tanggamus Resmi Dilantik0
- Korban Tenggelam di Batu Tegi Ditemukan Meninggal Dunia0
- Polsek Pulau Panggung Identifikasi TKP Korban Diduga Tenggelam di Genangan Waduk Batu Tegi0
- Jalan Sehat HUT ke-29 Tanggamus Meriah, Yeni Verawati Ajak Warga Hidup Sehat0
Selama ini, Kabupaten Tanggamus dinilai
tertinggal dalam pelaksanaan Adiwiyata. Sejak 2020, program tersebut tidak
berjalan, padahal memiliki peran penting dalam membentuk karakter peserta
didik, khususnya dalam menjaga dan melestarikan lingkungan.
Arahan Wabup: Pembiasaan Jadi Kunci
Wakil Bupati Tanggamus menekankan bahwa
penguatan Program Adiwiyata harus dimulai dari hal sederhana yang dilakukan
secara konsisten di lingkungan sekolah.
“Kalau saya melihat, beberapa sekolah
sebenarnya sudah punya kegiatan masing-masing yang mendukung Adiwiyata. Tinggal
bagaimana kita memperkuat yang sudah ada, dan kalau bisa diterapkan juga di
sekolah lain agar lebih kolektif,” ujar Wabup.
Menurutnya, inovasi tetap terbuka, namun
penguatan kegiatan yang sudah berjalan menjadi langkah utama dalam membangun
kolektivitas penerapan Adiwiyata.
“Kalau dari sini muncul ide baru tentu bagus.
Tapi kalau belum, kegiatan yang sudah berjalan itu diperkuat saja. Yang penting
konsisten dan bisa menjadi contoh,” lanjutnya.
Wabup juga menyoroti pentingnya pembiasaan
dalam pendidikan karakter, khususnya dalam membentuk kepedulian terhadap lingkungan
sejak dini.
“Salah satu pesan penting dalam Adiwiyata ini
adalah pendidikan karakter. Pembiasaan hal-hal sederhana itu dampaknya luar
biasa,” tegasnya.
Ia kemudian mengilustrasikan pentingnya
penataan lingkungan yang sederhana namun berdampak besar.
“Kita bisa belajar dari lingkungan rumah
sederhana di kampung. Tidak harus mewah, tapi karena bersih, tertata, ada
tanaman, suasananya jadi nyaman dan adem. Nilai seperti ini yang harus kita
bawa ke sekolah,” jelasnya.
Selain itu, efisiensi energi dan kreativitas
lingkungan seperti biopori juga menjadi bagian penting dalam mendukung
pelaksanaan Adiwiyata.
Dalam aspek pengelolaan lingkungan, Wabup turut
menyoroti persoalan sampah yang selama ini menyerap energi dan biaya besar.
“Persoalan sampah ini jadi perhatian. Energi
kita banyak habis hanya untuk mengurus sampah. Padahal kalau dikelola dari
tingkat rumah tangga, sekolah, dan komunitas, sebenarnya bisa lebih ringan,”
ujarnya.
Ia juga mendorong agar pengelolaan sampah
organik dapat diselesaikan di tingkat lokal.
“Kita upayakan sampah organik tidak sampai ke
TPA. Di tingkat kecamatan bisa diolah, misalnya jadi maggot untuk pakan ikan.
Jadi ada nilai ekonominya dan berputar di bawah,” tambahnya.
Lebih jauh, Wabup menegaskan bahwa sekolah
memiliki peran strategis dalam berbagai sektor pembangunan.
“Sekolah ini menjadi andalan kita di banyak
hal. Mulai dari prestasi akademik, pembentukan karakter, kesehatan, sampai
pengelolaan lingkungan hidup. Sekolah itu bisa menjadi tempat membentuk
generasi masa depan kita,” harapnya.
Sementara itu, Gunawan selaku Kepala Bidang
Penataan dan Peningkatan Kapasitas Lingkungan Hidup DLH Tanggamus melaporkan
bahwa kevakuman Program Adiwiyata selama beberapa tahun terakhir menjadi
perhatian serius.
“Sejak 2020, kegiatan Adiwiyata di Tanggamus
praktis tidak berjalan. Padahal ini sangat penting untuk membentuk karakter
siswa dalam menjaga lingkungan sejak dini,” ujarnya.
Sebagai langkah awal percepatan, DLH bersama
Disdikbud menetapkan tujuh sekolah sebagai pilot project berdasarkan hasil
pemantauan lapangan.
7 Sekolah Disiapkan Jadi Percontohan. Adapun sekolah yang ditunjuk yakni:
- SMPN 1 Sumberejo & Gisting
- SMPN 2 Pugung
- SD Fransiskus Gisting
- SD IT Teladan Kota Agung
- SDN 1 Way Jaha
- SDN 3 Gisting Atas
Sekolah-sekolah tersebut dinilai telah memiliki
kriteria dan kesiapan untuk dikembangkan sebagai Sekolah Adiwiyata.
Ke depan, ketujuh sekolah ini akan menjadi
percontohan sekaligus diusulkan ke pemerintah pusat untuk mengikuti penilaian
sebagai Sekolah Adiwiyata.
“Harapannya, dari tujuh sekolah ini bisa kita
dorong untuk diajukan ke kementerian agar mendapatkan penilaian. Ini menjadi
langkah awal untuk menghidupkan kembali Adiwiyata di Tanggamus,” tutup Gunawan.
[MFH/Din/rils]











3.jpg)