- Antisipasi Gagal Panen BBWS Bersama TBHBUN Lamsel Siapkan Kompanisasi
- Bupati Buka Pelatihan Prakstisi Kewirausahaan Mandiri MKM di Kabupaten Pringsewu
- Pemkot Metro dan DPRD Sepakati Raperda Perubahan APBD 2026
- Wakil Bupati Pesisir Barat Buka Sosialisasi KTP, KTA, TPPO, ABH, dan Perkawinan Anak
- Pemprov Perkuat Pertanian Modern untuk Tingkatkan Produktivitas dan Pendapatan Petani
- Ngupi Jejama jadi Ruang Perkuat Koordinasi Pemkab Tanggamus, Dua Pekon Raih Penghargaan PBB
- Pemprov Lampung Dorong Potensi Desa di Lampung Barat melalui Program Desaku Maju
- Lomba Video Konten Literasi 2026 Dorong Kreativitas Generasi Muda Pesawaran
- Pemkab Lampung Timur Bahas Masterplan Integrated Area Development
- Pemkot Metro Lantik 34 Pejabat, Dorong ASN Adaptif dan Inovatif
Wakil Bupati Tanggamus Monitoring MAS TOSA
Pastikan Pengolahan Sampah Tak Berhenti di Seremoni


TANGGAMUS, MFH,-- Wakil Bupati Tanggamus Agus
Suranto bersama tim melakukan monitoring implementasi Gerakan MAS TOSA di Dinas
Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) serta Badan Kepegawaian dan
Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Tanggamus, Senin
(10/8/2026).
Monitoring yang berlangsung mulai pukul 13.30
WIB tersebut secara khusus melihat penerapan Peyeyuhan atau Komposter Sumur
sebagai salah satu upaya pengolahan sampah organik secara mandiri dari
sumbernya.
Baca Lainnya :
- Produksi Kopi Tanggamus Meningkat, Petani Penerima Manfaat Terima Santunan Jamsos0
- Wakapolres Tanggamus Beri Arahan Personel yang Mutasi0
- Satlantas Lakukan Olah TKP dan Pengamanan Jalur Truk Terguling di Kota Agung0
- Polres Tanggamus Gelar Safety Riding , Sosialisasi Siger Lampung Presisi dan Layanan 1100
- Empat Polres Sumsel Pelajari Budidaya Bawang Putih di Ulubelu0
Dalam kegiatan tersebut, Wakil Bupati juga
menyerahkan Sertifikat Apresiasi kepada Disdukcapil dan BKPSDM sebagai bentuk
penghargaan atas komitmen serta dukungan kedua OPD dalam menjalankan Gerakan
MAS TOSA.
Agus menegaskan, kunjungan tersebut bukan
sekadar kegiatan seremonial, melainkan bagian dari monitoring dan evaluasi yang
akan dilakukan secara berkelanjutan untuk memastikan program benar-benar
diterapkan.
“MAS TOSA tidak boleh berhenti pada kegiatan
seremonial. Kita ingin melihat bagaimana pengelolaan sampah ini benar-benar berjalan,
terutama sampah organik yang bisa diolah dari sumbernya,” ujar Agus.
Menurutnya, keberhasilan gerakan tersebut
membutuhkan kepatuhan, partisipasi dan perubahan perilaku seluruh elemen
masyarakat. Karena itu, monitoring akan dilakukan secara bertahap dengan
menyasar lebih banyak lingkungan.
“Ke depan monitoring akan kita perluas, mulai
dari OPD, fasilitas kesehatan, sekolah, tempat usaha, kantor pekon, sampai ke
lingkungan permukiman masyarakat,” katanya.
Gerakan MAS TOSA diharapkan menjadi langkah
nyata Pemerintah Kabupaten Tanggamus dalam mengurangi timbulan sampah sejak
dari sumbernya. Pengolahan sampah organik secara mandiri juga diarahkan menjadi
kebiasaan yang diterapkan secara konsisten, bukan hanya ketika dilakukan
penilaian atau monitoring.
“Target kita jelas, bagaimana membangun
kepatuhan, meningkatkan partisipasi dan mengubah perilaku dalam pengelolaan
sampah organik. MAS TOSA harus menjadi praktik nyata dan tanggung jawab
bersama,” tegas Agus.
Pemerintah Kabupaten
Tanggamus memastikan monitoring dan evaluasi akan terus dilakukan untuk
mengukur sejauh mana implementasi MAS TOSA berjalan di lapangan, sekaligus
mendorong semakin banyak pihak terlibat dalam penyelesaian persoalan
persampahan di Kabupaten Tanggamus. [MFH/Din/rils]











