- Desa Sukadadi Wakili Lampung Pada Penilaian Kampung Pancasila KASAD Award 2026
- Sekda Lampung Timur Lantik Pejabat Administrator, Perkuat Kinerja dan Pelayanan Publik
- Pelantikan PD IPM Kota Metro, Wali Kota Dorong Pelajar Jadi Generasi Berkarakter dan Berkontribusi
- PWRI Kota Metro dan Palembang Gelar Senam Bersama
- Bupati Hamartoni Hadiri Pelantikan Fokal IMM Sekaligus Peluncuran Buku
- Bupati Tinjau Sejumlah Ruas Jalan Kabupaten, Tegaskan Kualitas jadi Prioritas
- Wakapolres Tanggamus Pimpin Upacara Pemakaman Aiptu Riduan Hadi
- Polsek Wonosobo Tangkap Pelaku Pemerasan Disertai Pengancaman di Jalur Suoh BNS Tanggamus
- Bupati Tanggamus Terima Rembuk Pemuda Lampung
- Terima Garuda TV Lampung, Bupati Tanggamus: Media Ikut Awasi Realisasi Pembangunan
Perbaikan Ruas Gunung Batin–Daya Murni Dorong Aktivitas Ekonomi Warga


LAMPUNG TENGAH, MFH,-- Gubernur
Rahmat Mirzani Djausal melakukan peninjauan langsung terhadap progres
penanganan reaksi cepat di ruas jalan Gunung Batin - Daya Murni, Kecamatan
Terusan Nunyai, Lampung Tengah, Selasa (3/3/2026).
Peninjauan ini dilakukan guna
memastikan kesiapan infrastruktur jalan, terutama di titik-titik krusial yang
menjadi akses penghubung pintu tol. Ruas sepanjang 12 kilometer tersebut
dilaporkan telah mengalami kerusakan selama bertahun-tahun akibat tingginya
volume kendaraan berat.
Baca Lainnya :
- IKWT Lampung Tengah Gelar Rakor di Kota Gajah, Fokus Penguatan Ketahanan Pangan0
- Pemkab Lampung Tengah Ikuti Rakor Lintas Sektoral Kesiapan Operasi Ketupat Seligi 20260
- TP PKK Lampung Tengah Hadiri Safari Ramadhan Tingkat Kecamatan di Putra Rumbia0
- Plt Bupati Hadiri Safari Ramadhan 1447 H di Masjid Miftahul Huda Seputih Banyak0
- Asisten Ekbang Lamteng Sambut Permohonan Revitalisasi Pasar Mandala Jati Datar0
"Ini jalan provinsi di ruas
Gunung Batin - Daya Murni. Ini juga sudah bertahun-tahun rusak. Tahun kemarin
ada penanganan sedikit, tahun ini ditambahkan penangannya sampai ke perlintasan
jalan tol," ujar Gubernur di sela-sela peninjauan.
Gubernur menjelaskan bahwa penyebab
utama kerusakan jalan di wilayah tersebut adalah maraknya kendaraan Over
Dimension Over Loading (ODOL), khususnya angkutan komoditas singkong. Ia
menyayangkan adanya ketimpangan antara kekuatan jalan dengan beban kendaraan
yang melintas.
"Jalan provinsi itu
rekan-rekan, maksimal 8 ton, dan dilewati 40 ton. Ya rusak! Tapi di satu sisi,
sektor swasta juga harus pahami, jalan provinsi ini hanya untuk 8 ton, jangan
dilewati 40 ton," tegasnya.
Terkait teknis pengerjaan, Gubernur
menyebutkan bahwa tim di lapangan sedang melakukan penanganan sementara guna
mendukung kelancaran arus lalu lintas menjelang hari raya Idul Fitri. Setelah
itu, proyek akan dilanjutkan ke tahap permanen dengan spesifikasi aspal dua
lapis yang diperkuat.
Gubernur juga menyoroti temuan
teknis terkait pengerjaan jalan di masa lalu yang dianggap tidak memenuhi
standar. Ia menegaskan tidak akan menoleransi pengerjaan yang asal-asalan pada
periode kepemimpinannya.
"Kualitas harus terjaga, tidak
boleh dibayar kalau tidak sesuai spek, karena kita yang kasihan warganya. Lapis
bawahnya batunya base-nya 35 cm, tadi (temuan lama) kurang dari 35 cm,"
jelas Gubernur Miirza.
Pemerintah Provinsi Lampung
berkomitmen untuk menuntaskan perbaikan ruas ini secara bertahap. Hingga saat
ini, penanganan difokuskan pada titik terparah sepanjang 3 kilometer dan akan
terus dilanjutkan hingga seluruh ruas berfungsi optimal bagi masyarakat. [MFH/Dinas
Kominfotik Provinsi Lampung]











