- Operasi Pasar Minyakita Digelar Serentak pada 15 Kabupaten/Kota di Lampung
- Pesawaran Tampilkan Produk Unggulan UP2K Dalam Kunjungan Kerja TP PKK Pusat di Lampung
- Bupati Pringsewu Audiensi dengan Ombudsman Lampung Bahas Pelayanan Publik
- Lamtim Canangkan Sensus Ekonomi 2026, Bupati Ela: Pertumbuhan Daerah Ada di Tangan Pelaku Usaha
- Rakor DWP Lamteng Tekankan Pelaksanaan Program Kerja dan E-Reporting
- TP PKK Provinsi Lampung Dorong Pemberdayaan Lansia dan Ketahanan Keluarga
- TP-PKK Lampung Utara Turut Berpartisipasi Dalam Bulan Bhakti Ikatan Bidan Indonesia
- TP-PKK Lampura Turut Perkuat Pengendalian Inflasi Serta Jaga Daya Beli Masyarakat
- Sampah Capai 127 Ton Per Hari, Bupati Parosil Jemput Dukungan ke Kementerian Lingkungan Hidup
- Wakil Bupati Pesisir Barat Buka Pelayanan KB Gratis Dalam Rangka HUT ke-75 IBI di Krui Selatan
Bekas Galian Eksavator Makan Korban Bocah 6 tahun di Palas
Makan Korban Jowa

mediafaktualhukum.net, Palas, Lampung Selatan
Sebuah vidio beredar di aplikasi Facebook, akun Dul Hamid, memvidiokan rombongan Pihak Pegawai Kecamatan Palas, Polsek Palas, Petugas Puskesmas Palas dan aparatur desa Bangunan, melihat lokasi bekas galian Eksavator yang menewaskan bocah 6 Tahun Warga Desa Bangunan.
Baca Lainnya :
- Peta Wisata Bandung, Mulai dari Lembang - Ciwidey0
- Ini 3 Fakta Tentang Hari Raya Umat Islam Sedunia0
- Mandi Wajib Menurut Islam Laki-Laki dan Perempuan0
- 5 Buah Penangkal Racun dalam Tubuh0
- Pentax Q-S1 Kamera Mirorless Style Retro0
Informasi yang dapat di himpun oleh media, sekitar pukul 15.00 wib, warga Dusun Ringin Sari, Desa Bangunan di gegerkan tewasnya bocah 6 tahun di bekas galian Eksavator, Kamis, (3/7/2025).
Kejadian tersebut di benarkan oleh salah satu Aparatur desa Bangunan Jarwanto.
Menurut Jarwanto, sekitar pukul 13.00 Wib, tiga anak mandi di bekas galian Eksavator,
galian tersebut di genangi air setelah dua hari di guyur hujan, dan ada galian yang kedalamannya hampir 1-2 M.
" Ada tiga bocah yang sedang mandi di bekas galian Eksavator Satu umur 6 tahun, 10 tahun dan 12 tahun, yang bocah umur 6 tahun yang meninggal karna tidak bisa berenang, yang umur 10 tahun berhasil di selamatkan kakaknya," ucap Jarwanto melalui sambungan telepon
Lebih lanjut Jarwanto mengatakan, pihak keluarga telah menerima dan ikhlas kejadian tersebut merupakan suatu musibah, dan tidak perlu untuk di otopsi. Pihak keluarga juga telah membuat surat pernyataan.
"Saya belum melihat lokasi kejadian, mas sibuk di rumah keluarga korban, pihak keluarga telah menerima mas dan membuat surat pernyataan, Jenasah langsung di kebumikan di pemakaman umum desa." Jelas nya











3.jpg)