- Dilantik di Tengah Pasar, Bupati Egi Ingatkan Pejabat soal Realitas Pengabdian
- Siswa SMK PGRI 1 Semaka Tampilkan Tari Kreasi Adat Lampung di Musrenbang
- BPRS Diminta Tingkatkan Inovasi Program
- Laksanakan Musrenbang Hybrid, Bupati Tegaskan Akses Menuju Lokasi Pendidikan jadi Skala Perioritas
- Pemprov Lampung Tegaskan Jembatan Way Bungur akan Dibangun Ulang
- Hadiri Rakornas 2026, Bupati–Wakil Bupati Lambar Tegaskan Siap Jalankan Arahan Presiden
- Sekda Lampung Barat Tegaskan SPPG Harus Sajikan Makanan Layak Konsumsi
- Pemkab Lamteng Evaluasi Belanja Produk Dalam Negeri Tahun 2025
- Pemkab Bahas Kesepakatan PBJT Tenaga Listrik dengan PT PLN (Persero)
- Bupati dan Wakil Bupati Tanggamus Hadiri Rapat Koordinasi Nasional di Bogor
BMBK Provinsi Lampung Memastikan Pembangunan Jembatan Kali Pasir

BANDAR LAMPUNG, MFH,-- BMBK
Provinsi Lampung Memastikan Pembangunan Jembatan kali pasir, terletak di sungai
batanghari yang menghubungkan desa kali pasir dan tanjung tirto, kecamatan way
bungur, Lampung Timur.
Langkah tersebut sebagai solusi
akses pendidikan, lantaran kondisi puluhan anak sekolah yang hingga kini masih
menyeberangi sungai menggunakan rakit.
Kepala Dinas Bina Marga dan Bina
Konstruksi (BMBK) Provinsi Lampung, M. Taufiqullah, mengatakan pembangunan
jembatan darurat tersebut dikoordinasikan bersama Panglima Kodam XXI/Radin
Intan sebagai bagian dari penanganan cepat.
Baca Lainnya :
- Sekdaprov Marindo Lakukan Kick Off untuk Acara Siaran Piala Dunia 2026 yang Diselenggarakan TVRI0
- Wagub Jihan Nilai Lampung Berpotensi sebagai Kiblat Pengembangan Produk Halal Dunia0
- Kunjungi Lampung, Komisi V DPR RI Tinjau Progres Kota Baru dan Rencana Transportasi Massal0
- Komisi V DPR RI Laksanakan Kunker Spesifik Peninjauan Jalan Tol dan Infrastruktur 0
- Ramah Tamah Ketua MA RI di Lampung, Gubernur Mirza Tegaskan Penguatan Kolaborasi Lembaga0
Menurutnya keterlibatan TNI
diperlukan karena kondisi lokasi yang berisiko tinggi dan membutuhkan
penanganan lapangan yang cepat dan terukur.
“Alhamdulillah saat ini sudah
diprioritaskan lewat jembatan merah putih. Pak Gub langsung yang meminta ke
Pangdam,” kata Taufiqullah.
Ia menjelaskan bahwa pembangunan
jembatan permanen di lokasi tersebut sebenarnya membutuhkan anggaran besar dan
tidak bisa dilakukan secara parsial.
Total biaya yang dibutuhkan
diperkirakan mencapai Rp70 miliar agar jembatan benar-benar memenuhi standar
keselamatan.
Pemerintah Kabupaten Lampung Timur
sendiri telah menghitung kebutuhan anggaran tersebut, namun keterbatasan fiskal
daerah membuat proyek ini tidak mampu ditangani secara mandiri.
“Anggaran Rp70 miliar itu
dibutuhkan untuk menyambung akses pendidikan bagi sekitar 90 pelajar di sana,”
tambahnya.
Kondisi itu, urai Taufiq, menggugah
hati Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal, untuk mengambil alih koordinasi
dan melibatkan pemerintah pusat.
Sejak Gubernur awal menjabat,
Lanjut Taufiq, Pemprov Lampung telah mengirimkan surat kepada pemerintah pusat
agar penanganan jembatan dapat dibantu.
Menindaklanjuti hal itu, Balai
Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) melakukan survei teknis di lokasi.
Hasil survei menyimpulkan jembatan
tidak memungkinkan diperbaiki sebagian. Risiko longsor dan faktor keselamatan
membuat opsi rehabilitasi dinilai tidak layak, sehingga solusi yang
direkomendasikan adalah pembangunan ulang dari awal.
“Berbagai upaya sudah dilakukan Pak
Gub sejak ia menjabat. Alhamdulillah jembatan merah putih ini akan jadi solusi.
Semester pertama 2026 ini selesai,” tambahnya.
Ia pun meminta masyarakat untuk
sedikit bersabar menanti proses pembangunan yang sedang berjalan.
“Ini sudah menjadi prioritas utama.
Kami mohon masyarakat bersabar karena ada proses birokrasi yang harus dilalui,”
tutupnya. [MFH/**]











3.jpg)