Pemkot Metro Dorong Perempuan Perkuat Literasi Keuangan
Eni Sumiyati Dikukuhkan sebagai Bunda SICANTIKS

By redaksi 15 Agu 2026, 11:08:49 WIB Saburai
Pemkot Metro Dorong Perempuan Perkuat Literasi Keuangan

METRO, MFH,-- Pemerintah Kota Metro menyelenggarakan kegiatan Literasi Keuangan, Pasar Modal, dan Product Matching di Aula Pemerintah Kota Metro, Jumat (14/8/2026). Kegiatan edukatif tersebut ditujukan bagi kaum perempuan yang tergabung dalam Tim Penggerak PKK, Dharma Wanita Persatuan (DWP), dan Majelis Ta’lim se-Kota Metro.

Dalam kegiatan tersebut, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengukuhkan Ketua TP PKK Kota Metro, Eni Sumiyati Bambang, sebagai Bunda SICANTIKS (Sahabat Ibu Cakap Literasi Keuangan Syariah). OJK juga menyerahkan secara simbolis pembukaan rekening efek dan saldo gratis kepada TP PKK, Dharma Wanita, dan Majelis Taklim Kota Metro.

Kegiatan dibuka oleh Asisten Perekonomian dan Pembangunan Kota Metro, Kusbani. Dalam sambutannya, Kusbani menekankan pentingnya meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap pengelolaan keuangan sebagai bagian dari upaya memperkuat ketahanan ekonomi keluarga.

Baca Lainnya :

Menurutnya, literasi keuangan tidak hanya berkaitan dengan kemampuan mengelola uang, tetapi juga kemampuan keluarga dalam merencanakan masa depan, mengembangkan usaha, melindungi pendapatan, serta mengambil keputusan keuangan secara bijak dan bertanggung jawab.

“Untuk itu, pemahaman terhadap produk dan layanan keuangan, termasuk pasar modal, harus terus ditingkatkan. Masyarakat perlu memahami manfaat, risiko dan ketentuan sebelum menggunakan suatu produk keuangan,” paparnya.

Dalam berinvestasi, Kusbani mengingatkan masyarakat agar selalu berpegang pada prinsip legal dan logis. Setiap produk maupun lembaga investasi yang digunakan harus dipastikan memiliki legalitas yang jelas, sementara keuntungan yang ditawarkan harus masuk akal dan sebanding dengan risiko yang menyertainya. “Jangan mudah tergiur keuntungan besar dalam waktu yang singkat,” tegasnya.

Kusbani menilai perempuan memiliki peran strategis dalam pengelolaan keuangan rumah tangga. Peningkatan pengetahuan dan pemahaman mengenai keuangan, kata dia, akan turut memperkuat ketahanan ekonomi keluarga.

Ia berharap semua peserta yang hadir dapat menjadi duta literasi keuangan di lingkungan masing-masing dengan menerapkan pengetahuan yang diperoleh serta membagikannya kepada keluarga dan masyarakat.

“Saya berharap peserta dapat menjadi duta literasi keuangan di lingkungan masing-masing. Pengetahuan yang diperoleh hari ini hendaknya dapat memberikan manfaat serta dapat diterapkan dan dibagikan kepada keluarga serta masyarakat sekitarnya agar semakin cerdas dalam mengelola keuangan dan bijak dalam berinvestasi,” harapnya.

Tidak hanya itu, ia juga menginginkan kegiatan tersebut dapat menambah wawasan dan cara pandang masyarakat dalam mengelola keuangan, baik di lingkungan keluarga maupun organisasi.

“Mudah-mudahan kegiatan ini juga menjadikan suatu momentum yang berharga bagi kita semua, khususnya pada pemerintahan Kota Metro, bisa memberikan dampak kepada masyarakat yang ada di Kota Metro,” tambahnya.

Sementara itu, Deputi Direktur PEPK Keuangan Daerah dan LSMT OJK Provinsi Lampung, Eti Eliyati, mengapresiasi Pemerintah Kota Metro yang telah menginisiasi kegiatan literasi keuangan tersebut serta mengapresiasi antusiasme para peserta yang hadir.

“Semoga ibu-ibu semangat mengikuti proses literasi keuangan pada hari ini sampai akhir, karena perempuan merupakan salah satu kelompok yang memiliki peran penting dalam pengelolaan keuangan sehari-hari di rumah tangga,” ujarnya.

Menurut Eti, peran perempuan sebagai aktivis dan pegiat menjadi salah satu alasan OJK menjadikan kelompok tersebut sebagai sasaran literasi keuangan.

“Target atau sasaran dari literasi keuangan OJK memang diarahkan pada kelompok sasaran ini. Di mana di sini sudah hadir ibu-ibu sebagai aktivis atau pegiat dan juga ada beberapa kompetensi,” sambungnya.

Harapannya, melalui kegiatan ini peserta memperoleh pemahaman yang lebih baik setelah mengikuti kegiatan, sehingga pengetahuan tersebut dapat diterapkan bagi diri sendiri, keluarga, lingkungan sekitar, hingga masyarakat.

Dalam paparannya, Eti menyampaikan perkembangan hasil Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan yang telah dirilis secara resmi. Menurutnya, indeks literasi dan inklusi keuangan secara nasional mengalami peningkatan, sementara Provinsi Lampung berada di atas rata-rata nasional.

“Saya ingin menyampaikan satu berita yang menggembirakan ya, yang patut kita syukuri bahwa Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan sudah dirilis secara resmi dan hasilnya sangat menggembirakan, khususnya bagi Provinsi Lampung. Secara nasional, indeks literasi dan inklusi keuangan meningkat dan juga di Provinsi Lampung keberadaannya di atas rata-rata nasional,” tambah Eti.

Eti mengungkapkan bahwa capaian tersebut tidak terlepas dari peran dan kolaborasi pemerintah daerah, lembaga jasa keuangan, serta dukungan masyarakat, termasuk para ibu dan aktivis.

Meski berada di atas rata-rata nasional, Eti menyebut masih terdapat ruang untuk menyelaraskan tingkat pemahaman masyarakat dengan akses maupun penggunaan produk dan layanan jasa keuangan.

“Meski angka itu sudah bagus saat ini karena berada di atas nasional, namun levelnya kan masih berada di posisi 72 persen, sehingga masih dibutuhkan ruang untuk menyelaraskan pemahaman dengan akses atau penggunaan produk dan layanan jasa keuangan,” jelasnya.

Untuk itu, OJK akan terus menginisiasi berbagai kegiatan yang bertujuan meningkatkan literasi sekaligus membuka akses keuangan agar kebutuhan masyarakat maupun pengembangan usaha dapat terakomodasi melalui produk dan layanan jasa keuangan yang tepat.

OJK juga berkolaborasi dengan TP PKK, khususnya Pokja 2 dengan harapan Bunda Literasi Keuangan Kota Metro dapat turut menyampaikan materi literasi keuangan kepada para ibu.

“Dalam program ini kami juga memberdayakan atau berkolaborasi dengan TP PKK, khususnya nanti di Pokja 2, di mana dalam kesempatan ini nanti kami mohon kesediaan dari Bunda Literasi Keuangan Kota Metro untuk juga dapat menyampaikan materi literasi keuangan kepada ibu-ibu sekalian,” ungkapnya.

Upaya peningkatan literasi keuangan, lanjut Eti, tidak berhenti di tingkat kabupaten/kota tetapi ke depan akan dibentuk struktur di tingkat kecamatan yang aktif melaksanakan kegiatan literasi, khususnya literasi keuangan.

Selain itu, OJK mendorong pemanfaatan perpustakaan kota, kecamatan, sekolah, desa hingga perpustakaan komunitas sebagai sentra informasi yang valid dan mudah diakses masyarakat.

“Ke depan nanti kita juga akan memberdayakan pemanfaatan ataupun juga keberadaan dari perpustakaan kota, perpustakaan kecamatan, perpustakaan sekolah, perpustakaan desa dan perpustakaan-perpustakaan komunitas lainnya menjadi sentra-sentra informasi yang valid,” jelas Eti.

OJK juga akan melengkapi berbagai instrumen di perpustakaan dengan akses terhadap produk maupun buku-buku literasi keuangan.

“Salah satu informasi yang dapat dimanfaatkan masyarakat adalah layanan untuk mengecek pinjaman daring yang memiliki izin dan berada di bawah pengawasan OJK, sedangkan istilah umum yang digunakan dimasyarakat adalah pinjaman online, “tambahnya.

Untuk mempermudah akses masyarakat, OJK akan menyediakan barcode yang dapat diakses melalui perangkat telepon seluler agar masyarakat dapat memperoleh informasi mengenai lembaga jasa keuangan yang memiliki izin dan diawasi OJK.

Barcode tersebut nantinya juga dapat digunakan untuk mengakses buku-buku literasi keuangan, peraturan perundang-undangan, informasi produk dan layanan jasa keuangan, informasi magang bagi mahasiswa, serta daftar pinjaman daring yang berizin.

“Ke depan itu akan terus dilakukan pengembangan sehingga nantinya kami harapkan kebutuhan masyarakat terkait dengan literasi keuangan dapat terakomodir dan hadir lebih dekat di tengah-tengah kita sekalian,” ujarnya.

Eti turut menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Kota Metro, khususnya Biro Perekonomian, yang selama ini menjadi mitra OJK dalam berbagai kegiatan hingga meraih penghargaan dalam ajang TPAKD Award tingkat nasional.

“Dan juga kami mendoakan semoga nantinya Kota Metro juga bisa eksis, bisa kembali menjadi pemenang, penerima award dari lomba TPAKD, TPAKD Award secara nasional,” harapnya.

Sementara itu, Ketua TP PKK Kota Metro, Eni Sumiyati Bambang, menyampaikan bahwa literasi keuangan keluarga dapat dimulai dari kebiasaan sederhana di rumah dengan membiasakan menabung, mengatur pengeluaran, serta menggunakan layanan keuangan secara bijak dan aman.

“Dengan peran Ibu yang aktif dan bijaksana dalam mengelola keuangan, keluarga dapat menjadi lebih mandiri, sejahtera, dan memiliki masa depan yang lebih terencana,” ujarnya.

Eni berharap kegiatan tersebut dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan peserta dalam mengelola keuangan sehingga mampu mengambil keputusan keuangan yang tepat untuk kesejahteraan keluarga dan masa depan.

Disisi lain, Eni berharap kegiatan hari ini juga dapat meningkatkan kewaspadaan terhadap investasi ilegal dan mendorong peserta untuk menyebarluaskan pengetahuan yang diperoleh melaluivDasawisma maupun lingkungan masyarakat. [MFH/Diskominfo Metro]




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment