- Pemkab Pesawaran Perkuat Penyusunan APBD 2027 Melalui Peluncuran SATSET RKA
- Wabup Pringsewu Buka Perkemahan PTA dan Ujian SKU Pramuka Penegak Calon Bantara
- Pemkab Pringsewu Gelar Lomba Semarak Kemerdekaan
- Bupati dan Wakil Bupati Lamtim Hadiri Rapat Paripurna Pidato Kenegaraan Presiden RI
- Pemkot Metro Dorong Perempuan Perkuat Literasi Keuangan
- Pemerintah Kota Metro Ikuti Sidang Tahunan MPR RI 2026
- Bupati Parosil Ikuti Pidato Kenegaraan Presiden Prabowo
- BKMT Pesisir Barat Gelar Pengajian Rutin di Pekon Way Sindi Utara
- Festival Nyambai 2026 Resmi Digelar di Bumi Lebu Tenumbang
- Polsek Talang Padang Tangani Dugaan Penganiayaan Viral di Media Sosial
Pemkot Metro Dorong Perempuan Perkuat Literasi Keuangan
Eni Sumiyati Dikukuhkan sebagai Bunda SICANTIKS

METRO, MFH,-- Pemerintah Kota Metro
menyelenggarakan kegiatan Literasi Keuangan, Pasar Modal, dan Product Matching
di Aula Pemerintah Kota Metro, Jumat (14/8/2026). Kegiatan edukatif tersebut
ditujukan bagi kaum perempuan yang tergabung dalam Tim Penggerak PKK, Dharma Wanita
Persatuan (DWP), dan Majelis Ta’lim se-Kota Metro.
Dalam kegiatan tersebut, Otoritas Jasa Keuangan
(OJK) mengukuhkan Ketua TP PKK Kota Metro, Eni Sumiyati Bambang, sebagai Bunda
SICANTIKS (Sahabat Ibu Cakap Literasi Keuangan Syariah). OJK juga menyerahkan
secara simbolis pembukaan rekening efek dan saldo gratis kepada TP PKK, Dharma
Wanita, dan Majelis Taklim Kota Metro.
Kegiatan dibuka oleh Asisten Perekonomian dan
Pembangunan Kota Metro, Kusbani. Dalam sambutannya, Kusbani menekankan
pentingnya meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap pengelolaan keuangan
sebagai bagian dari upaya memperkuat ketahanan ekonomi keluarga.
Baca Lainnya :
- Pemerintah Kota Metro Ikuti Sidang Tahunan MPR RI 20260
- SLB Insan Madani Metro Lepas Sembilan Peserta Didik, Dorong Lulusan Mandiri dan Berdaya0
- Disporapar dan Ekraf Kota Metro Dorong Kalender Event 2027 untuk Dongkrak PAD0
- Wali Kota Metro Bahas Percepatan Bedah Rumah Bersama Kementerian PKP0
- FKKS SMK Swasta Metro Perkuat Sinergi, Dorong Lulusan Berdaya Saing0
Menurutnya, literasi keuangan tidak hanya
berkaitan dengan kemampuan mengelola uang, tetapi juga kemampuan keluarga dalam
merencanakan masa depan, mengembangkan usaha, melindungi pendapatan, serta
mengambil keputusan keuangan secara bijak dan bertanggung jawab.
“Untuk itu, pemahaman terhadap produk dan
layanan keuangan, termasuk pasar modal, harus terus ditingkatkan. Masyarakat
perlu memahami manfaat, risiko dan ketentuan sebelum menggunakan suatu produk
keuangan,” paparnya.
Dalam berinvestasi, Kusbani mengingatkan
masyarakat agar selalu berpegang pada prinsip legal dan logis. Setiap produk
maupun lembaga investasi yang digunakan harus dipastikan memiliki legalitas
yang jelas, sementara keuntungan yang ditawarkan harus masuk akal dan sebanding
dengan risiko yang menyertainya. “Jangan mudah tergiur keuntungan besar dalam
waktu yang singkat,” tegasnya.
Kusbani menilai perempuan memiliki peran
strategis dalam pengelolaan keuangan rumah tangga. Peningkatan pengetahuan dan
pemahaman mengenai keuangan, kata dia, akan turut memperkuat ketahanan ekonomi
keluarga.
Ia berharap semua peserta yang hadir dapat
menjadi duta literasi keuangan di lingkungan masing-masing dengan menerapkan
pengetahuan yang diperoleh serta membagikannya kepada keluarga dan masyarakat.
“Saya berharap peserta dapat menjadi duta
literasi keuangan di lingkungan masing-masing. Pengetahuan yang diperoleh hari
ini hendaknya dapat memberikan manfaat serta dapat diterapkan dan dibagikan
kepada keluarga serta masyarakat sekitarnya agar semakin cerdas dalam mengelola
keuangan dan bijak dalam berinvestasi,” harapnya.
Tidak hanya itu, ia juga menginginkan kegiatan
tersebut dapat menambah wawasan dan cara pandang masyarakat dalam mengelola
keuangan, baik di lingkungan keluarga maupun organisasi.
“Mudah-mudahan kegiatan ini juga menjadikan
suatu momentum yang berharga bagi kita semua, khususnya pada pemerintahan Kota
Metro, bisa memberikan dampak kepada masyarakat yang ada di Kota Metro,”
tambahnya.
Sementara itu, Deputi Direktur PEPK Keuangan
Daerah dan LSMT OJK Provinsi Lampung, Eti Eliyati, mengapresiasi Pemerintah
Kota Metro yang telah menginisiasi kegiatan literasi keuangan tersebut serta
mengapresiasi antusiasme para peserta yang hadir.
“Semoga ibu-ibu semangat mengikuti proses
literasi keuangan pada hari ini sampai akhir, karena perempuan merupakan salah
satu kelompok yang memiliki peran penting dalam pengelolaan keuangan sehari-hari
di rumah tangga,” ujarnya.
Menurut Eti, peran perempuan sebagai aktivis
dan pegiat menjadi salah satu alasan OJK menjadikan kelompok tersebut sebagai
sasaran literasi keuangan.
“Target atau sasaran dari literasi keuangan OJK
memang diarahkan pada kelompok sasaran ini. Di mana di sini sudah hadir ibu-ibu
sebagai aktivis atau pegiat dan juga ada beberapa kompetensi,” sambungnya.
Harapannya, melalui kegiatan ini peserta
memperoleh pemahaman yang lebih baik setelah mengikuti kegiatan, sehingga
pengetahuan tersebut dapat diterapkan bagi diri sendiri, keluarga, lingkungan
sekitar, hingga masyarakat.
Dalam paparannya, Eti menyampaikan perkembangan
hasil Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan yang telah dirilis secara
resmi. Menurutnya, indeks literasi dan inklusi keuangan secara nasional
mengalami peningkatan, sementara Provinsi Lampung berada di atas rata-rata
nasional.
“Saya ingin menyampaikan satu berita yang
menggembirakan ya, yang patut kita syukuri bahwa Survei Nasional Literasi dan
Inklusi Keuangan sudah dirilis secara resmi dan hasilnya sangat menggembirakan,
khususnya bagi Provinsi Lampung. Secara nasional, indeks literasi dan inklusi
keuangan meningkat dan juga di Provinsi Lampung keberadaannya di atas rata-rata
nasional,” tambah Eti.
Eti mengungkapkan bahwa capaian tersebut tidak
terlepas dari peran dan kolaborasi pemerintah daerah, lembaga jasa keuangan,
serta dukungan masyarakat, termasuk para ibu dan aktivis.
Meski berada di atas rata-rata nasional, Eti
menyebut masih terdapat ruang untuk menyelaraskan tingkat pemahaman masyarakat
dengan akses maupun penggunaan produk dan layanan jasa keuangan.
“Meski angka itu sudah bagus saat ini karena
berada di atas nasional, namun levelnya kan masih berada di posisi 72 persen,
sehingga masih dibutuhkan ruang untuk menyelaraskan pemahaman dengan akses atau
penggunaan produk dan layanan jasa keuangan,” jelasnya.
Untuk itu, OJK akan terus menginisiasi berbagai
kegiatan yang bertujuan meningkatkan literasi sekaligus membuka akses keuangan
agar kebutuhan masyarakat maupun pengembangan usaha dapat terakomodasi melalui
produk dan layanan jasa keuangan yang tepat.
OJK juga berkolaborasi dengan TP PKK, khususnya
Pokja 2 dengan harapan Bunda Literasi Keuangan Kota Metro dapat turut
menyampaikan materi literasi keuangan kepada para ibu.
“Dalam program ini kami juga memberdayakan atau
berkolaborasi dengan TP PKK, khususnya nanti di Pokja 2, di mana dalam
kesempatan ini nanti kami mohon kesediaan dari Bunda Literasi Keuangan Kota
Metro untuk juga dapat menyampaikan materi literasi keuangan kepada ibu-ibu
sekalian,” ungkapnya.
Upaya peningkatan literasi keuangan, lanjut
Eti, tidak berhenti di tingkat kabupaten/kota tetapi ke depan akan dibentuk
struktur di tingkat kecamatan yang aktif melaksanakan kegiatan literasi,
khususnya literasi keuangan.
Selain itu, OJK mendorong pemanfaatan
perpustakaan kota, kecamatan, sekolah, desa hingga perpustakaan komunitas
sebagai sentra informasi yang valid dan mudah diakses masyarakat.
“Ke depan nanti kita juga akan memberdayakan
pemanfaatan ataupun juga keberadaan dari perpustakaan kota, perpustakaan
kecamatan, perpustakaan sekolah, perpustakaan desa dan
perpustakaan-perpustakaan komunitas lainnya menjadi sentra-sentra informasi
yang valid,” jelas Eti.
OJK juga akan melengkapi berbagai instrumen di
perpustakaan dengan akses terhadap produk maupun buku-buku literasi keuangan.
“Salah satu informasi yang dapat dimanfaatkan
masyarakat adalah layanan untuk mengecek pinjaman daring yang memiliki izin dan
berada di bawah pengawasan OJK, sedangkan istilah umum yang digunakan
dimasyarakat adalah pinjaman online, “tambahnya.
Untuk mempermudah akses masyarakat, OJK akan
menyediakan barcode yang dapat diakses melalui perangkat telepon seluler agar
masyarakat dapat memperoleh informasi mengenai lembaga jasa keuangan yang
memiliki izin dan diawasi OJK.
Barcode tersebut nantinya juga dapat digunakan
untuk mengakses buku-buku literasi keuangan, peraturan perundang-undangan,
informasi produk dan layanan jasa keuangan, informasi magang bagi mahasiswa,
serta daftar pinjaman daring yang berizin.
“Ke depan itu akan terus dilakukan pengembangan
sehingga nantinya kami harapkan kebutuhan masyarakat terkait dengan literasi
keuangan dapat terakomodir dan hadir lebih dekat di tengah-tengah kita
sekalian,” ujarnya.
Eti turut menyampaikan terima kasih kepada
Pemerintah Kota Metro, khususnya Biro Perekonomian, yang selama ini menjadi
mitra OJK dalam berbagai kegiatan hingga meraih penghargaan dalam ajang TPAKD
Award tingkat nasional.
“Dan juga kami mendoakan semoga nantinya Kota
Metro juga bisa eksis, bisa kembali menjadi pemenang, penerima award dari lomba
TPAKD, TPAKD Award secara nasional,” harapnya.
Sementara itu, Ketua TP PKK Kota Metro, Eni
Sumiyati Bambang, menyampaikan bahwa literasi keuangan keluarga dapat dimulai
dari kebiasaan sederhana di rumah dengan membiasakan menabung, mengatur
pengeluaran, serta menggunakan layanan keuangan secara bijak dan aman.
“Dengan peran Ibu yang aktif dan bijaksana
dalam mengelola keuangan, keluarga dapat menjadi lebih mandiri, sejahtera, dan
memiliki masa depan yang lebih terencana,” ujarnya.
Eni berharap kegiatan tersebut dapat meningkatkan
pengetahuan dan keterampilan peserta dalam mengelola keuangan sehingga mampu
mengambil keputusan keuangan yang tepat untuk kesejahteraan keluarga dan masa
depan.
Disisi lain, Eni berharap
kegiatan hari ini juga dapat meningkatkan kewaspadaan terhadap investasi ilegal
dan mendorong peserta untuk menyebarluaskan pengetahuan yang diperoleh
melaluivDasawisma maupun lingkungan masyarakat. [MFH/Diskominfo Metro]











3.jpg)