- Polsek Limau Ungkap Dugaan Penadahan Motor Hasil Curian dan Tangkap Satu Tersangka
- Wagub Jihan Dorong Sinergi TNI-Polri dan Pemda Percepat Pembangunan Infrastruktur Lampung
- Sekolah Rakyat Terintegrasi Lampung Timur Diresmikan
- Mendagri Dorong Forkopimda Sumatera Solid Jaga Pertumbuhan Ekonomi dan Stabilitas Daerah
- Lampung Raih Apresiasi Terbaik II Akses Penduduk terhadap Pelayanan Pendidikan Regional Sumatera
- Festival Krakatau XXXV Hadirkan Ragam Atraksi, dari Kuliner hingga Lampung Tapis Carnaval
- Festival Krakatau XXXV jadi Momentum Lampung Perkuat Daya Saing Pariwisata Nasional
- Polsek Pugung Polres Tanggamus Tangkap DPO Kasus Curat di Kolam Ikan
- Pemkab Pesisir Barat Matangkan Kompetisi Surfing 2026
- Pemkab Lambar Gelar Lomba Olahraga Ceria
Bukan Pembahasan Rembug Stunting di Palas Layaknya Seminar

Lampung Selatan, MFH, Rembug Stunting dilaksanakan untuk membangun komitmen bersama, merumuskan rencana aksi, memprioritaskan anggaran, dan meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pencegahan stunting.
Tujuannya adalah untuk membahas permasalahan stunting di tingkat desa, mengidentifikasi penyebabnya, dan merumuskan langkah konkret dalam RKPDesa (Rencana Kerja Pemerintah Desa).
Baca Lainnya :
- Pemprov Lampung Dukung Penuh Program Sekolah Rakyat0
- Semarak Kemerdekaan, PKK Pemprov Lampung Bersama Organisasi Wanita Rayakan HUT ke-80 RI0
- Pengurus Koprasi Desa Merah Putih di Kecmaatan Palas Kebingungan 8 Unit Usaha Yang Akan di Kelola0
- Terbaik se-Indonesia Menko Pangan Puji KDMP Lampung Selatan 0
- Kajati Lampung Ingatkan Kades di Lamsel DD di Pakai Pribadi Kalau Ingin Jadi ‘Pasien’ Jaksa!0
Rabu, 13/8/2025, Desa Tanjungsari Kecamatan Palas Kabupaten Lampung melaksanakan Rembug stanting, Namun bukan untuk membahas persolan stunting, akan tetapi kegiatan tersebut layaknya seminar bukan pembahasan.
" Ada tiga narasumber, dari pihak Kecamatan, Pendamping Desa dan Korlu KB, masing - masing narasumber menerima Rp. 200 ribu," ucap salah satu Aparatur Desa
Dia juga menambahkan kegiatan tersebut di anggarkan dari DD sebesar, Rp. 3. Juta
digunakan untuk makan-minum, uang saku narasumber, dan peserta.
Sementara itu Sekretaris Desa Tanjung Sari, Beni, mengatakan Desa Tanjungsari masih ada anak yang diduga mengalami stunting.
“Stunting ada lima, tapi belum bisa dipastikan karena belum di skrining,” ujarnya.
Salah satu peserta, yang enggan di sebutkan namanya, seharusnya kegiatan rembug stunting di gunakan untuk merumuskan permasalahan, seperti penanganan dan mengambil langkah-langkah nyata bukan hanya di isi pemaparan oleh para narasumber.
"Ini semua narasumber memberikan materi, kegiatan ini, rembug stunting apa acara seremonial, kok kaya begini," Ucap dia
Berdasarkan data panitia, konsumsi yang disiapkan berupa 85 bungkus snack seharga Rp. 6 ribu per bungkus, total Rp510 ribu. Padahal, jumlah peserta dan narasumber sekitar 45 orang.











3.jpg)