- Dilarang Menyeberang di Bakauheni, Puluhan Sopir Truk Pengangkut Gabah Asal Pulau Jawa Protes
- Gubernur Dorong Pendamping PKH Pastikan Keluarga Miskin Mendapat Perlindungan Sosial
- Pemprov Lampung dan TNI-Polri Perkuat Mitigasi TNWK, Lindungi Gajah dan Warga
- Polsek Talang Padang Tangkap Tersangka Pencuri Sepeda Motor di Masjid Gunung Alip
- Bursa Ketua IJTI Krakatau Raya: Jurnalis Kompas TV Serahkan Berkas Pendaftaran
- Sektor Perkebunan jadi Penopang Ekonomi, Pemprov Lampung Perkuat Produksi hingga Hilirisasi
- Pringsewu Raih Penghargaan Kabupaten Pangan Aman Level 5 dari Badan POM
- Kadis Kominfo Tekankan Pentingnya Transformasi Digital di Pemkab Lamtim
- Bupati Ela Siti Nuryamah, Terima Silaturahmi Siswa Seskoad 2026
- Ratusan Warga Ganjar Agung Antusias Ikuti Jalan Sehat Semarak HUT ke-81 RI
Bupati Ela Siti Nuryamah, Terima Silaturahmi Siswa Seskoad 2026
Perkuat Strategi Pencegahan dan Penanganan Karhutla

SUKADANA, MFH,-- Bupati Lampung Timur Ela Siti
Nuryamah menerima silaturahmi siswa Sekolah Staf dan Komando Angkatan Darat
(Seskoad) Tahun 2026 dalam rangka membahas penguatan kompetensi, strategi pencegahan,
serta penanganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di wilayah Kabupaten
Lampung Timur. senin 31/08/2026
Pertemuan yang berlangsung di lingkungan
Pemerintah Kabupaten Lampung Timur tersebut menjadi momentum untuk memperkuat
sinergi antara pemerintah daerah, TNI, masyarakat, komunitas, serta berbagai
pemangku kepentingan dalam menjaga kelestarian kawasan hutan sekaligus
meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi Karhutla.
Dalam pertemuan tersebut, Bupati Ela Siti
Nuryamah didampingi Kepala BPBD Lampung Timur M. Ridwan, Kepala BPKAD, serta
Kepala Bappeda. Sementara dari Tim Seskoad hadir Kolonel Inf Hasroel, Mayor Inf
Winarno, Mayor Czi Irfan Gusema, Mayor Caj (K) Murni Hasibuan, Mayor Cpl Faisal
Fadilla, Kapten Inf Adi Prayoga, dan Kapten Inf Ahmad Rizaldi.
Baca Lainnya :
- Wabup Azwar Hadi Promosikan Potensi Lamtim di APKASI Otonomi Expo 20260
- Wabup Azwar Hadi Sampaikan Jawaban atas Pemandangan Umum Fraksi terhadap Dua Raperda0
- Pemkab Lampung Timur Dukung Dua Raperda Inisiatif DPRD0
- Pangdam XXI/Radin Inten Tinjau Penanganan Karhutla Way Kambas0
- Festival Melinting 2026, Merawat Tradisi dan Angkat Budaya Lamtim ke Pentas Nasional0
Bupati Ela menyampaikan apresiasi dan terima
kasih atas kunjungan serta kolaborasi yang dilakukan oleh para siswa Seskoad.
Ia berharap diskusi tersebut dapat menghasilkan berbagai masukan dan
rekomendasi yang dapat diterapkan Pemerintah Kabupaten Lampung Timur dalam
memperkuat mitigasi dan penanganan Karhutla.
“Terima kasih atas kolaborasinya. Kami sangat terbuka
untuk mendapatkan masukan, terutama terkait apa saja yang diperlukan dan
dukungan seperti apa yang bisa diberikan pemerintah daerah,” ujar Bupati Ela.
Menurutnya, salah satu langkah penting yang
perlu diperkuat adalah pemberdayaan desa-desa penyangga kawasan hutan.
Pemberdayaan tersebut diharapkan tidak hanya memberikan manfaat ekonomi bagi
masyarakat, tetapi juga menumbuhkan kepedulian dan rasa tanggung jawab terhadap
kelestarian hutan.
“Yang kami pikirkan sementara ini adalah
bagaimana desa-desa penyangga bisa diberdayakan agar hutan memberikan manfaat
bagi masyarakat, tetapi tetap terjaga kelestariannya,” jelasnya.
Pemkab Lampung Timur, lanjut Bupati, juga terus
mendorong kolaborasi dengan desa-desa penyangga melalui kehadiran pendamping
yang dapat memberikan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat mengenai
pentingnya menjaga hutan sekaligus mencegah terjadinya kebakaran.
Selain pemerintah dan masyarakat desa,
keterlibatan komunitas juga dinilai penting sebagai kekuatan bersama dalam
membangun kesadaran masyarakat.
“Kita gandeng juga komunitas agar bisa
bergandengan tangan bersama-sama memberikan edukasi. Potensi berbasis komunitas
ini sangat penting untuk menjadi bagian dari upaya edukasi dan pencegahan,”
kata Bupati.
Bupati menambahkan, pemerintah daerah akan
terus memperkuat komunikasi dengan berbagai pihak, termasuk dalam menyatukan
data mengenai potensi dan titik-titik rawan Karhutla.
“Kita kumpulkan dulu komunitas, kemudian
bersama Seskoad kita diskusikan. Harapannya nanti kita memiliki satu data dan
satu pemahaman dalam melakukan langkah mitigasi,” ungkapnya.
Dalam pembahasan tersebut, Pemkab Lampung Timur
juga menyampaikan sejumlah kendala yang masih dihadapi dalam upaya mitigasi
Karhutla. Salah satunya berkaitan dengan aktivitas tertentu yang berpotensi
menjadi pemicu kebakaran sehingga membutuhkan pengawasan dan keterlibatan
bersama dari berbagai unsur.
Untuk mengantisipasi hal tersebut, unsur Forum
Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) terus didorong untuk bersama-sama
melakukan pemantauan serta mengambil langkah penanganan apabila terjadi
kebakaran.
Dari sisi sarana dan prasarana, pemerintah
daerah juga menyadari masih terdapat keterbatasan peralatan penanganan
kebakaran hutan dan lahan. Salah satunya adalah keterbatasan selang dengan ukuran
dan panjang yang sesuai untuk menjangkau lokasi kebakaran di kawasan hutan.
Sebagian peralatan yang tersedia selama ini
juga masih menggunakan peralatan pertanian sehingga belum sepenuhnya sesuai
dengan kebutuhan penanganan Karhutla.
Karena itu, Pemkab Lampung Timur telah
mengambil langkah dengan mengalokasikan anggaran untuk pengadaan peralatan
serta selang khusus yang dapat digunakan dalam penanganan kebakaran hutan dan
lahan.
Selain sarana dan prasarana, peningkatan
kapasitas personel juga menjadi perhatian. Tim BPBD Lampung Timur akan terus
mendapatkan pelatihan agar memiliki kemampuan dalam menghadapi berbagai
karakteristik kebakaran, termasuk kebakaran yang terjadi di kawasan hutan dan
lahan.
“Tim juga dilatih oleh BPBD agar tidak hanya
menangani kebakaran rumah, tetapi juga memiliki kemampuan dalam menangani
kebakaran hutan,” ujarnya.
Sementara itu, Kolonel Inf Hasroel menyampaikan
terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Lampung Timur atas sambutan dan
kesempatan untuk berdiskusi secara langsung mengenai upaya pencegahan serta
penanganan Karhutla.
Ia menyampaikan bahwa hasil pembahasan akan
menjadi bahan untuk dikoordinasikan lebih lanjut bersama pihak-pihak terkait.
Selain itu, Tim Seskoad juga akan melakukan peninjauan langsung ke lapangan
untuk melihat kondisi dan situasi secara faktual.
“Terima kasih atas sambutannya. Kami akan
berkoordinasi dan selanjutnya akan melihat langsung kondisi di lapangan,” ujar
Kolonel Inf Hasroel.
Peninjauan lapangan tersebut diharapkan dapat
memberikan gambaran yang lebih komprehensif mengenai kondisi kawasan rawan
Karhutla, kesiapan sarana dan prasarana, serta berbagai potensi permasalahan
yang perlu mendapatkan perhatian.
Bupati Ela berharap sinergi antara pemerintah
daerah, TNI, masyarakat, komunitas, desa penyangga, dan seluruh pemangku
kepentingan dapat terus diperkuat. Menurutnya, pencegahan Karhutla tidak dapat
dilakukan oleh satu pihak saja, melainkan membutuhkan kerja bersama dan
kepedulian seluruh elemen masyarakat.
Melalui kolaborasi tersebut, Pemerintah Kabupaten
Lampung Timur berkomitmen membangun sistem pencegahan dan penanganan Karhutla
yang lebih terencana, mulai dari edukasi masyarakat, pemberdayaan desa
penyangga, penguatan peran komunitas, peningkatan kapasitas personel, hingga
penyediaan sarana dan prasarana pendukung.
Langkah tersebut diharapkan
mampu meminimalkan risiko kebakaran, menjaga kelestarian kawasan hutan, serta
memberikan perlindungan bagi masyarakat dan lingkungan di Kabupaten Lampung
Timur. [MFH/Komdigi Lampung Timur]










3.jpg)