- Peringati Hari Santri, Bupati Umrohkan 2 Pimpinan Ponpes dan Berangkatkan 5 Santri Wisata Kebangsaan
- Pemkab Pringsewu Gelar Upacara Hari Santri 2026
- Umi Laila Buka Peringati Hari Pangan se-Dunia 2026
- Investasi Tanggamus TW III Tembus Rp115,97 Miliar, PMDN Berkontribusi 69,2 Persen
- Desa Sungai Langka Dicanangkan Sebagai Desa Tapis
- Sambut Hari Santri 2026, Pemkab Gelar Istighotsah di Komplek Makam KH. Ghalib
- Bupati Ela: 227 Ponpes Berperan Penting Membentuk Generasi Berilmu dan Berakhlak
- Gerakan Pangan Murah di Liwa, Pemkab Sediakan Beras dan Minyak Goreng Harga Terjangkau
- Buka Sosialisasi Hukum 2026, Pemkab Tekankan Kepatuhan Aturan dan Pelaporan WNA
- Hari Santri 2026, Wakil Bupati Apresiasi Prestasi dan Kreativitas Santri
Bupati Parosil Apresiasi Tren Penurunan Kemiskinan di Lampung Barat

LAMPUNG BARAT, MFH,-- Bupati Lampung Barat
Parosil Mabsus mengapresiasi tren penurunan angka kemiskinan di wilayah Bumi
Beguai Jejama Sai Betik, berdasarkan hasil paparan Badan Pusat Statistik (BPS)
Kabupaten Lampung Barat.
Hal itu disampaikan Parosil saat audiensi
dengan Kepala BPS Lampung Barat Shista Virgo Winatha, SE., ME. di Aula Rusli
B.St BPS Lampung Barat, Kecamatan Balik Bukit, Rabu (21/10/2026).
Audiensi tersebut memaparkan Analisis
Perkembangan Indikator Kemiskinan Lampung Barat periode 2020-2026.
Baca Lainnya :
- Bupati Parosil Dorong Hilirisasi Literasi Senjata Keluar dari Kemiskinan0
- Bupati Parosil Kunjungi Rumah Warga Ludes Terbakar di Sumber Jaya0
- Wabup Mad Hasnurin Harap Gedung Baru BNI jadi Pusat Pertumbuhan Ekonomi Warga0
- Pisah Sambut di Mapolda Lampung, Bupati Lampung Barat Titip Harapan Keamanan0
- Program Seragam Gratis Lambar Raih Validasi, Bupati Parosil Kantongi Nilai A0
“Kegiatan seperti ini untuk melihat sekaligus
juga mengkritisi, sekaligus memperhatikan paparan yang sudah disampaikan oleh
Kepala BPS Lampung Barat, terkait dengan hasil survei sosial ekonomi yang
dilaksanakan di pertengahan tahun 2026,” ujar Parosil.
Menurut Parosil, data BPS menunjukkan hasil
yang menggembirakan meski masih menyisakan pekerjaan rumah bagi pemerintah
daerah.
“Nah, selanjutnya, kalau kita lihat dari grafik
kemiskinan, tentu kita bergembira, ya kan? Karena memang trennya grafik itu
terjadi penurunan terus, walaupun mungkin angkanya tidak terlalu signifikan,”
katanya.
“Tapi tentu terjadinya penurunan ini sebetulnya
menunjukkan bahwa pemerintah daerah ini komitmen, kalau bahasa kerennya on the
track lah,” lanjut Parosil.
Berdasarkan data yang dipaparkan Kepala BPS
Lampung Barat Shista Virgo Winatha, tingkat kemiskinan (P0) Lampung Barat turun
dari 12,52 persen pada 2020 menjadi 9,27 persen pada 2026 atau turun 3,25 poin.
Penurunan tersebut berada di urutan ke-6
terbesar dari 15 kabupaten/kota se-Lampung dan kini berada sedikit di bawah
rata-rata provinsi Lampung yang sebesar 9,31 persen.
Parosil menegaskan, paparan BPS sejalan dengan
kebijakan yang telah disusun dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah
(RPJMD) yang merupakan visi misi kepala daerah, serta telah selaras dengan
kebijakan pemerintah pusat dan provinsi.
“Sesuai dengan kebijakan-kebijakan yang memang
sudah disusun dalam bentuk rencana pembangunan jangka menengah daerah Kabupaten
Lampung Barat yang merupakan visi dan misi daripada seorang kepala daerah,”
ucapnya.
Pada kesempatan itu, Bupati yang sudah menjabat
hampir 7 tahun tersebut meminta BPS memberikan rekomendasi yang detail dan
konkret sebagai bahan kajian Bappeda.
“Yang menjadi PR sekarang ini sebetulnya simpel
saja ini Pak Kepala BPS, Bupati berharap adanya rekomendasi yang detail dan
konkrit. Upaya nanti rekomendasi itu nanti bisa menjadi bahan kajian yang nanti
akan dibahas oleh Bappeda beserta tim,” kata Parosil.
Parosil juga mengapresiasi inisiatif BPS yang
baru pertama kali mengundang bupati bersama perangkat daerah untuk paparan
langsung.
“Ini kebetulan nih, saya sebenarnya terima
kasih banget ini. Ini kan momentum yang paling tepat, jarang… selama Bupati
hampir 7 tahun, ya kan, periode yang pertama itu 5 tahun, jadi ini sudah hampir
masuk ke tahun yang ketiga periode kedua, baru kali ini, ya kan, BPS minta
supaya Bupati bawa staff, beliau ingin melakukan paparan. Ini yang saya
apresiasi,” ujarnya.
“Karena ini yang membentuk ini ke dapur kita,
strategi kita untuk wujudkan dan implementasikan Sat Ananda Sakti, yang
tentunya dikolaborasikan disinergikan dengan programnya Pak Gubernur dan juga
tentunya cita-citanya Pak Presiden,” pungkas Parosil.
Untuk diketahui, BPS dalam paparannya
merekomendasikan enam langkah percepatan untuk mengejar target Kemensos 5,29
persen di 2029, mulai dari penajaman data tunggal DTSEN desil 1-2, peningkatan
nilai tambah petani kopi, hingga penciptaan lapangan kerja bergaji di sektor
pariwisata dan industri pengolahan. [MFH/Diskominfo]











