- Pemprov Perkuat Pemberdayaan Masyarakat untuk Percepat Kemajuan Desa
- Ajiudin: Selain Sekdes Pulau Jaya, Menjadi Banser juga Bentuk Pengabdian untuk Masyarakat dan Agama
- Koperasi Pesisir Diperkuat, Nelayan Lamtim Didorong Miliki Posisi Tawar Lebih Baik
- Usaha Susu Kambing Etawa di Lampung Barat Tembus Luar Daerah
- Dorong Ekonomi Pesisir Barat, Bupati Dedi Irawan Hadiri Rakornas TPAKD 2026 di Jakarta
- Jaga Kelestarian Hutan TNBBS, Sekda Pesisir Barat Perkuat Sinergi dengan Aparat Penegak Hukum
- Meriahkan Hari Santri 2026, PP MWCNU Jati Agung Barat Gelar Pawai
- APBD 2027 Jadi Instrumen Pembangunan
- Kapolres Sambut Tim Audit Kinerja Itwasda Polda Lampung, Periksa Empat Bidang
- Polsek Kota Agung dan Inafis Polres Tanggamus Identifikasi Mayat Perempuan di Pasar Madang
Umi Laila Buka Peringati Hari Pangan se-Dunia 2026

PRINGSEWU, MFH,-- Pemerintah Kabupaten
Pringsewu menggelar peringatan Hari Pangan Sedunia 2026. Kegiatan yang
berlangsung di komplek Pendopo Kabupaten Pringsewu, pada Kamis, 22 Oktober 2026
ini dibuka oleh Wakil Bupati Pringsewu Umi Laila, dihadiri jajaran pemerintah
daerah dan Badan Pangan Nasional dengan berbagai kegiatan, diantaranya
pemberian santunan dari BAZNAS kepada sejumlah penerima, serta Gerakan Pangan
Murah yang menjual aneka kebutuhan pokok seperti beras ukuran 10 kg seharga Rp
149.000, ukuran 5 kg seharga Rp 57.500, gula pasir ukuran 1 kg seharga Rp
15.000, minyak goreng ukuran 1 liter seharga Rp 15.500 serta telur ayam.
Wakil Bupati Pringsewu Umi Laila mengatakan
peringatan Hari Pangan Sedunia bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan
momentum penting bagi meningkatkan kesadaran mengenai arti strategis pangan
bagi kehidupan manusia, pembangunan daerah, dan kesejahteraan masyarakat.
Dikatakan, pangan merupakan kebutuhan dasar manusia yang harus dipenuhi secara
cukup, aman, bergizi, beragam, merata dan terjangkau.
“Ketahanan pangan bukan hanya berbicara
mengenai tersedianya bahan pangan, tetapi juga menyangkut kemampuan masyarakat
untuk memperoleh pangan yang berkualitas serta mengonsumsinya sesuai kebutuhan
gizi agar dapat hidup sehat, aktif dan produktif. Selain itu, sektor pangan
juga menghadapi beragam tantangan, mulai dari perubahan iklim, ketidakpastian
produksi, fluktuasi harga, distribusi pangan, hingga persoalan pemborosan dan
kehilangan pangan,” katanya.
Baca Lainnya :
- Sambut Hari Santri 2026, Pemkab Gelar Istighotsah di Komplek Makam KH. Ghalib0
- Wakil Bupati Pringsewu Minta Orang Tua Apresiasi Setiap Usaha Anak0
- Pemkab dan DPRD Pringsewu Sahkan 4 Peraturan Daerah0
- Rangkaian Peringatan Hari Santri 2026 Kabupaten Pringsewu Resmi Dimulai0
- Bupati Buka Pembinaan dan Konsolidasi FKUB Kecamatan se-Kabupaten Pringsewu0
Wabup juga menekankan beberapa hal yang perlu
menjadi perhatian bersama, yaitu agar senantiasa menjaga stabilitas pasokan dan
harga pangan, meningkatkan kualitas konsumsi pangan dan gizi masyarakat,
memperkuat pemanfaatan pangan lokal dan pemberdayaan masyarakat, serta
meningkatkan kepedulian terhadap pengurangan pemborosan pangan.
“Saya meminta Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten
Pringsewu untuk terus memperkuat koordinasi dengan perangkat daerah terkait,
pemerintah pekon, kelompok masyarakat dan seluruh pemangku kepentingan.
Program-program ketahanan pangan hendaknya dilaksanakan secara terarah,
terukur, berkelanjutan dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” pintanya.
Dirinya juga mengajak
seluruh masyarakat untuk mencintai produk pangan lokal, mendukung petani dan
pelaku usaha pangan, menjaga keberagaman sumber pangan, serta membangun budaya
konsumsi pangan yang sehat dan bertanggung jawab. Dengan kebersamaan, gotong
royong dan kerja nyata, ia meyakini mampu memperkuat ketahanan pangan daerah,
sekaligus mendukung terwujudnya masyarakat Pringsewu yang sehat, produktif dan
sejahtera. Serta menjadikan peringatan Hari Pangan Sedunia ini sebagai momentum
untuk memperkuat komitmen bersama dalam mewujudkan Kabupaten Pringsewu yang
tangguh pangan, mandiri, sejahtera dan berdaya saing. [MFH/rils]











