- Jamnas XIV American Jeep di Lamsel, 850 Peserta Jelajahi Destinasi Pesisir dan Buka Peluang Ekonomi
- Komoditas Unggulan Lampung Tampil di Panggung Global
- Sekda Dorong Penguatan Sistem Statistik Nasional melalui Evaluasi Sensus Ekonomi 2026
- Pisah Sambut di Mapolda Lampung, Bupati Lampung Barat Titip Harapan Keamanan
- Program Seragam Gratis Lambar Raih Validasi, Bupati Parosil Kantongi Nilai A
- Pelantikan Pengurus Risma Krui Selatan Warnai Pengajian BKMT di Balai Kencana
- Tingkatkan Kualitas Bacaan Al-Quran, BKMT Pesisir Barat Bina Majelis Taklim
- Siswa SDN 2 Air Naningan Raih Juara 1 Membaca Aksara Lampung FTBI 2026
- Kapolres Tanggamus Pimpin Sertijab Kabaglog, Tekankan Efisiensi dan Transparansi Logistik
- Tembus Jalur Laut ke Martanda, Kadinkes Soroti Kebutuhan Tenaga dan Sarana Kesehatan
Bupati Pringsewu Buka Kegiatan Bimtek Pendampingan
Penanganan dan Pencegahan Kekerasan, Perundungan dan Intoleransi Jenjang SMP

PRINGSEWU, MFH,-- Dari sisi psikologis,
berdasarkan berbagai penelitian, dampak perundungan tidak berhenti di masa
sekolah. Menurut seorang ilmuwan psikologi bernama Erik Erikson, bahwa anak
usia 6 sampai 12 tahun berada pada tahap 'mampu versus minder'. Di usia sekolah
inilah anak sedang membangun rasa mampu. Sehingganya anak yang terus
direndahkan, diejek, atau dikucilkan akan tumbuh dengan rasa minder yang
terbawa hingga dewasa.
Hal tersebut disampaikan Bupati Pringsewu
Riyanto Pamungkas pada kegiatan Bimtek Pendampingan, Penanganan dan Pencegahan
Kekerasan, Perundungan dan Intoleransi Jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP)
Tahun 2026 di Hotel Urban Pringsewu, pada Kamis, 15 Oktober 2026.
Disampaikan juga oleh Bupati Pringsewu
bahwasanya seorang ilmuwan psikologi lainnya yakni Louis Arsenault, juga telah
meneliti sebanyak 7.771 anak selama 50 tahun. Hasilnya, korban perundungan di
masa kecil lebih rentan mengalami depresi dan kecemasan, bahkan hingga usia 50
tahun.
Baca Lainnya :
- Wakil Bupati Pringsewu Buka Gebyar HIMPAUDI 20260
- Calon Kapekon se-Pringsewu Komitmen Sukseskan Pemilihan Kakon Serentak 20260
- Bupati Pringsewu Lantik 8 Pejabat Administrator0
- Masyarakat Gadingrejo Sambut Antusias Gerakan Serentak Penetrasi Pasar0
- Bupati Riyanto Pamungkas Ajak Wujudkan Pringsewu Bebas dari Perundungan0
"Data menunjukkan bahwa masalah kesehatan
mental Gen Alpha jauh lebih tinggi berbanding generasi sebelumnya, dimana pada
Gen X angkanya 15%, generasi Milenial 23%, Gen Z 42%, dan pada Gen Alpha
mencapai 48%. Artinya, masalah kesehatan mental pada Gen Alpha 3,2 kali lebih
tinggi dibanding Gen X," katanya.
Bupati Pringsewu menyebut Gen Alpha yang
merupakan anak-anak hari ini, mulai dari usia PAUD hingga SD dan SMP, tumbuh
bersama gawai dan media sosial dengan tekanan yang berbeda dari masa kecil
kita. Jika tidak hati-hati, perundungan, baik di sekolah maupun di dunia maya
dapat memperberat kondisi ini. Perundungan atau bullying ini bisa terjadi dalam
berbagai bentuk mulai dari ejekan, pengucilan, hingga kekerasan fisik, termasuk
di media sosial.
"Orang tua dan guru adalah busur yang
harus kokoh, agar anak panah meluncur lurus menuju masa depannya. Untuk menjadi
busur yang kokoh, tentu dibutuhkan peran semua pihak. Sehingganya pelatihan
adalah sebuah cara bagaimana kita perlu belajar agar dapat merespon dan
bertindak sesuai tantangan pengasuhan dan pembelajaran masa kini,"
ujarnya.
Bupati juga mengajak untuk
bersama-sama mewujudkan Kabupaten Pringsewu bebas dari aksi perundungan,
sehingga anak-anak tumbuh menjadi generasi sehat, cerdas, berakhlaq mulia, dan
saling menghargai, serta menjadi generasi emas pada 2045. Bimtek diikuti kepala
SMP negeri dan swasta dengan narasumber dari Pemkab, Polres dan Kejari
Pringsewu. [MFH/Diskominfo]











