- Jamnas XIV American Jeep di Lamsel, 850 Peserta Jelajahi Destinasi Pesisir dan Buka Peluang Ekonomi
- Komoditas Unggulan Lampung Tampil di Panggung Global
- Sekda Dorong Penguatan Sistem Statistik Nasional melalui Evaluasi Sensus Ekonomi 2026
- Pisah Sambut di Mapolda Lampung, Bupati Lampung Barat Titip Harapan Keamanan
- Program Seragam Gratis Lambar Raih Validasi, Bupati Parosil Kantongi Nilai A
- Pelantikan Pengurus Risma Krui Selatan Warnai Pengajian BKMT di Balai Kencana
- Tingkatkan Kualitas Bacaan Al-Quran, BKMT Pesisir Barat Bina Majelis Taklim
- Siswa SDN 2 Air Naningan Raih Juara 1 Membaca Aksara Lampung FTBI 2026
- Kapolres Tanggamus Pimpin Sertijab Kabaglog, Tekankan Efisiensi dan Transparansi Logistik
- Tembus Jalur Laut ke Martanda, Kadinkes Soroti Kebutuhan Tenaga dan Sarana Kesehatan
Tembus Jalur Laut ke Martanda, Kadinkes Soroti Kebutuhan Tenaga dan Sarana Kesehatan

TANGGAMUS, MFH,-- Perjalanan panjang melalui
jalur darat dan laut ditempuh jajaran Dinas Kesehatan Kabupaten Tanggamus untuk
memastikan pelayanan kesehatan tetap berjalan di wilayah terpencil. Dalam
kunjungan kerja ke Kecamatan Pematang Sawa, Kamis (15/10/2026), rombongan
meninjau pembangunan Puskesmas Pembantu di Pekon Kaur Gading hingga
mengevaluasi pelayanan di UPTD Puskesmas Martanda.
Rombongan dipimpin Kepala Dinas Kesehatan
Kabupaten Tanggamus, Herry Novrizal, didampingi Kepala Bidang Pelayanan
Kesehatan (Yankes) Yekti Mulyani dan Kepala Bidang Perencanaan.
Berangkat Pagi, Menyusuri Jalur Laut
Baca Lainnya :
- Lantik 47 Kepala Sekolah, Bupati Tanggamus Tegaskan Tidak Ada Jual Beli Jabatan0
- Bupati Saleh Asnawi Buka Festival Literasi Tanggamus 20260
- Wakapolres Tanggamus Tekankan 11 Program Quick Wins Kapolri0
- Afrida Susanti Resmi Pimpin PERWOSI Tanggamus 2025–20290
- Evaluasi Pemerintahan di Sumberejo, Sekda Cek Sekolah, Puskesmas Hingga Koperasi Merah Putih0
Perjalanan dimulai dari Kota Agung sekitar
pukul 05.00 WIB. Setelah tiba di Pekon Way Nipah sekitar pukul 06.30 WIB,
rombongan bersiap melanjutkan perjalanan dan berangkat sekitar pukul 07.30 WIB.
Untuk mencapai wilayah tujuan, perjalanan
dilanjutkan menggunakan perahu fiber melalui jalur laut. Akses geografis yang
menantang menjadi gambaran kondisi pelayanan kesehatan yang harus dijalankan di
kawasan pesisir dan terpencil Kabupaten Tanggamus.
Sebelum menuju Puskesmas Martanda, rombongan
singgah di Pekon Kaur Gading untuk meninjau titik nol pekerjaan pembangunan
atau rehabilitasi total Puskesmas Pembantu (Pustu).
Di lokasi, pihak kontraktor mulai merencakan
kesiapan tenaga kerja, peralatan, dan material sebagai bagian dari tahapan awal
pekerjaan. Peninjauan tersebut dilakukan untuk melihat kesiapan pelaksanaan
pekerjaan yang diharapkan dapat memperkuat sarana pelayanan kesehatan bagi
masyarakat setempat.
Pelayanan
Kesehatan Bergerak, Hadirkan Dokter Spesialis
Perjalanan kemudian berlanjut menuju UPTD
Puskesmas Martanda. Di fasilitas kesehatan tersebut, rombongan meninjau
pelayanan sekaligus berdiskusi mengenai kebutuhan tenaga, sarana, dan dukungan
operasional untuk menjangkau masyarakat di wilayah kerja puskesmas.
Kepala UPTD Puskesmas Martanda, Diana,
menjelaskan bahwa pelayanan kesehatan bagi masyarakat juga diperkuat melalui
kegiatan pelayanan kesehatan bergerak di daerah terpencil, perbatasan, dan kepulauan
(DTPK).
Program tersebut dilaksanakan melalui
kolaborasi dengan dokter spesialis, termasuk pelayanan bagi ibu hamil yang
membutuhkan pemeriksaan lebih lanjut.
“Melalui kegiatan ini, kami menghadirkan
pelayanan dokter spesialis, termasuk dokter spesialis kandungan, untuk
masyarakat di wilayah kerja Puskesmas Martanda. Pelayanan pemeriksaan, termasuk
USG, diberikan secara gratis,” jelas Diana.
Menurutnya, ibu hamil menjadi salah satu
kelompok masyarakat rentan yang perlu mendapatkan perhatian khusus. Pemeriksaan
dan edukasi sejak dini diharapkan membantu mendeteksi risiko kehamilan serta
mendukung upaya menurunkan angka kematian ibu dan bayi.
Tenaga
Terbatas, Akses Menjadi Tantangan
Usai melakukan kunjungan, Herry Novrizal
menyampaikan bahwa Martanda merupakan salah satu wilayah dengan tantangan akses
yang cukup berat. Kecamatan Pematang Sawa memiliki dua wilayah pelayanan utama,
yakni Way Nipah dan Martanda, dengan kondisi geografis yang membutuhkan
perhatian khusus.
“Kita datang ke Martanda ini untuk memastikan
pelayanan kesehatan dengan jumlah petugas yang minimal tetap bisa dilaksanakan.
Kemudian, kita melihat apa saja kebutuhan pelayanan kesehatan yang perlu
diprioritaskan untuk pembangunan kesehatan pada tahun-tahun berikutnya,” ujar
Herry.
Ia mengungkapkan, sejumlah kebutuhan yang
muncul dalam evaluasi antara lain kendaraan roda dua untuk menunjang mobilitas
petugas, tablet untuk mendukung penginputan data, serta kemungkinan penyediaan
ambulans laut guna membantu pelayanan dan rujukan pasien.
Menurutnya, kebutuhan tersebut akan
dipertimbangkan dan diperjuangkan melalui koordinasi serta advokasi kepada Tim
Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) maupun DPRD Kabupaten Tanggamus, dengan
mempertimbangkan kemampuan anggaran, termasuk biaya operasionalnya.
Lima
Petugas di Puskesmas Induk
Herry juga mengungkapkan bahwa pelayanan
kesehatan di Martanda telah berjalan dengan status rawat inap. Dokter telah
tersedia, tetapi masih menunggu terbitnya Surat Izin Praktik (SIP).
Dari sisi sumber daya manusia, terdapat 21
tenaga kesehatan yang tersebar di tujuh pekon, termasuk tujuh bidan desa.
Sementara itu, tenaga yang bertugas di puskesmas induk hanya lima orang.
Kondisi tersebut membuat bidan desa turut
membantu tugas administratif dan pelaksanaan program puskesmas, di samping
tanggung jawab pelayanan kesehatan di wilayah masing-masing.
“Pelayanan sudah berjalan, tetapi masih perlu
peningkatan. Masyarakat yang dilayani cukup banyak, sementara aksesnya sulit
dan jarak geografisnya jauh,” tambahnya.
Evaluasi
untuk Perencanaan Berikutnya
Kunjungan kerja ini menjadi bagian dari
evaluasi langsung Dinas Kesehatan Kabupaten Tanggamus untuk mengidentifikasi
kebutuhan pelayanan di wilayah terpencil.
Hasil peninjauan diharapkan menjadi bahan
pertimbangan dalam menentukan prioritas pembangunan kesehatan, baik dari sisi
sarana dan prasarana, ketersediaan tenaga, maupun dukungan transportasi bagi
petugas.
Perjalanan yang ditempuh
melalui jalur darat dan laut tersebut sekaligus memperlihatkan tantangan yang
dihadapi tenaga kesehatan dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat di
wilayah pesisir Tanggamus. [MFH/Din/rils]










